Kisah Inspiratif, Mahasiswa Riau Sempat Ditolak SBMPTN Kini Kuliah di Dua PTN Surabaya

- Reporter

Rabu, 15 April 2020 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaran Depok – M. Taufiq Ramadhan, mahasiswa asal Riau yang kini berkuliah di dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya yaitu UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Meski kini berkuliah di dua PTN di Surabaya, Taufiq sempat gagal pada seleksi jalur SNMPTN tahun 2018.

Saat menduduki kelas tiga SMA, Taufiq sempat merasa yakin bahwa ia akan diterima PTN melalui jalur SNMPTN 2018 hingga membuatnya tidak mempersiapkan melalui jalur seleksi tes atau yang disebut SBMPTN.

Namun keyakinan tersebut rupanya tidak menjadi kenyataan sehingga dengan bermodalkan tekad yang ambisius, Taufiq mempersiapkan belajar soal-soal SBMPTN pada H-sebulan

“Dengan nilai raport yang bagus didukung dengan portofolio yang bagus juga, pada waktu itu aku percaya diri banget bisa keterima di PTN terkenal lewat jalur undangan,” ungkap mahasiswa berkacamata tersebut.

Harapan untuk masuk di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) jurusan teknik pupus dan membuatnya sedih lantaran hasil yang ia dapatkan bertuliskan ‘Anda dinyatakan Tidak Lulus Seleksi SNMPTN 2018, Silahkan mengikuti SBMPTN 2018’.

“Sedih banget, tapi untungnya sebelum pengumuman aku sempat daftar jalur undangan lain seperti PMDK-PN (jalur undangan masuk politeknik) dan SPAN-PTKIN (jalur undangan masuk PTKIN) yang semuanya pas daftar aku asal-asalan banget milih jurusannya. Dan ternyata aku diterima di Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Ampel Surabaya dan disitu ibuku seneng banget, tetapi tidak dengan bapakku,” ungkap Taufiq saat dihubungi TIMES Indonesia, Selasa (14/4/2020).

Sembari menunggu tes SBMPTN 2018, Taufiq mengambil PTN yang menerimanya tersebut yaitu UINSA, namun hal tersebut Bapak dari Taufiq masih belum puas meskipun Taufiq telah diterima di PTN. “Bapakku bilang udah anggep aja kamu gak lulus, tetep fokus di tes jangan tergiur sama yang udah lolos,”. Kata Taufiq.

Hal yang disedihkan, karena persiapannya dibilang cukup singkat, Taufiq dinyatakan tidak lolos pada jalur SBMPTN 2018. “Untungnya kemarin yang di UINSA udah daftar ulang jadi memutuskan untuk sementara kuliah di UINSA aja, dan bertekad tahun depan ikut SBMPTN lagi,” ujarnya.

Sempat merasa berat pada awal kuliah di UINSA, mengingat ia tidak pernah menempuh sekolah Islam dari SD hingga SMA, namun dengan berjalannya waktu Taufiq merasakan kenyaman kuliah di UINSA terlebih dengan prodi Komunikasi Penyiaran Islam yang basicnya mempelajari ilmu Public Speaking dan Jurnalis. Terlebih sejak SMA Taufiq sering diundang sebagai MC, presenter, penyiar radio di sekolahnya.

Hingga pertengahan semester dua, Taufiq mengikuti tes SBMPTN 2019 sebagai pembuktian terhadap diri sendiri karena sempat ditolak SBMPTN di tahun sebelumnya, ia pun memilih jurusan Ilmu Administrasi Negara di UNESA dan di UPN Veteran Jawa Timur karena pada dasarnya Taufiq juga menyukai dunia perpolitikan.

Pada waktu pelaksanaan tes SBMPTN 2019, Taufiq merasa tenang dan santai saat mengerjakan soal-soal tersebut. “Pas hari H pelaksanaan SBMPTN 2019 tenang banget beda sama di tahun 2018. Entah mungkin karena tahun 2018 aku ambisius sehingga berfikiran harus lolos. Lucunya pas ngerjain soal SBMPTN 2019 aku sempet ketiduran udah bener-bener gak mikirin bakal lulus apa enggak yang penting berjuang,” ungkap Taufiq.

Kendati demikian, hasil SBMPTN 2019 rupanya membuat Taufiq merasakan kebingungan antara senang atau sedih, lantaran ia diterima di jurusan Administrasi Negara UNESA terlebih orangtuanya memiliki perbedaan pendapat. “Mamaku menyayangkan kalau ninggalkan UINSA sedangkan bapakku malah nyuruh keluar UINSA dan ambil UNESA soalnya menurutnya prospek jurusan di UNESA lebih menjanjikan daripada jurusan di UINSA. Akunya bingung karena memang kedua jurusan itu bener-bener passionku,” ujar Taufiq.

Kendati demikian, Taufiq memutuskan untuk memilih doubledegree atau kuliah di dua kampus dalam satu waktu “padahal gak pernah kepikiran buat doubledegree,” imbuhnya.

Dari kisahnya, Taufiq berpesan kepada para pejuang PTN agar jangan terlalu ambisius, pasrahkan semua sama Tuhan, dan selalu ikhlas dengan kehendak Tuhan.

“Plis jangan ambisius, jangan jadi kayak aku yang dulu yang berpikiran buat lulus. Udah belajarnya santai aja jangan tertekan, pasrahkan semua sama Allah. Dan yang terpenting harus selalu ikhlas dalam melakukan apapun, lakukan semaksimal mungkin, urusan setelahnya biar Allah yang nentuin. Allah juga bakal ngabulin apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan,” ungkap Taufiq yang kini sangat menikmati masa-masa kuliah di dua PTN di Surabaya ini.

Berita Terkait

Dapat Sapi Kurban Presiden, KH Abubakar Madris Mengaku Sempat Tak Percaya
Yuk Mengaji Gratis! Yayasan Insan Gemar Mengaji Nusantara Siapkan Generasi Qur’ani dari Depok untuk Indonesia
Ini Makna Hari Kebangkitan Nasional Dimata Wali Kota Depok, Supian Suri
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti: Keluarga Kuat Kunci Jabar Istimewa
Tiga Jabatan Kepala Dinas di Depok Tak Lagi Dilelang, Pemkot Terapkan Sistem Manajemen Talenta
Komunitas GASS D1 Gelar Family Gathering Sekaligus Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru
Gelar MeiLawan 2026, ILUNI UI FIB Ajak Masyarakat Merawat Ingatan Tragedi Mei 1998
Mendapat Tempat Di Hati Warga, Pengunjung Lebaran Depok 2026 Membludak Hingga 70 Ribu Orang
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:53 WIB

Pastikan Sesuai Aturan, Wakil Wali Kota Depok Pantau Langsung Layanan Daycare

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:27 WIB

Kolaborasi Petugas Gabungan dalam Penertiban Ratusan Bangunan Liar di Jalan Juanda Depok

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:26 WIB

Sentuhan Hangat Pemkot Depok untuk Kanvas Kehidupan Para Pelukis Lokal

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:25 WIB

Wajah Baru Jalan Alternatif Sawangan: Harapan Kenyamanan di Balik Pelebaran Sawangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:22 WIB

Menghidupkan Sejarah di Akhir Pekan: Sebagian Jalan Pemuda Ditutup Sementara Demi Festival Heritage Depok Lama

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:03 WIB

Konstruksi Rumah Kreatif Anak Istimewa Depok Dimulai Awal Juli 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:43 WIB

SENGIT! Inilah 4 Perusahaan Alumni Gontor yang Lolos ke Babak Presentasi INVESTMENT WAR EXPO FORBIS 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:39 WIB

Family Gathering Ar-Rahman Islamic School Ke Ciwidey Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026

Berita Terbaru