Radikalisme Dan Cara Pandang Yang Keliru

- Reporter

Kamis, 28 November 2019 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Asri Al Jufri

Dari dulu saya tetap berkeyakinan, bahwa semua permasalahan yang timbul di masyarakat, di keluarga, dan dimanapun, sebagian besar disebabkan oleh diri kita sendiri. Dengan kata lain, setiap individu bisa menjadi remote atau pengendali atas lingkungannya. Lingkungan atau masyarakat sekitar bisa kita bentuk dan kita arahkan. Kita bisa menjadikan lingkungan sekitar baik atau buruk.

Misalkan, seorang teman tak pernah berlaku baik kepada kita, mungkin bisa kita ubah dengan memulai kebaikan kepadanya. Contoh lain, cobalah pada suatu momen misalkan di bulan Ramadhan, kita memasak suatu jenis makanan dalam jumlah cukup banyak. Misalkan kita memasak gule kambing yang kemudian kita bagi-bagikan kepada 20 orang tetangga.

Tunggu dalam beberapa hari kemudian, kita akan mendapat kiriman berbagai jenis makanan. Sebab, mereka yang telah mendapat kiriman itu tergerak hartinya untuk membalasnya. Mungkin tidak semua dari 20 orang itu membalas kiriman tersebut, tapi yakinlah bahwa jenis makanan yang mereka kirim tidak mungkin sama.

Kasus lain, para pengurus sebuah masjid merasa gelisah karena jamaah yang sholat di masjid sangat minim. Berbagai kegiatan di masjid juga jarang peminatnya. Para pengurus umumnya akan menyalahkan jamaah yang dinilai malas ke masjid. Tapi menurut saya, yang pertama kali harus disalahkan adalah pengurus itu sendiri. Mereka tidak kreatif dalam mengelola masjid sehingga tidak menarik bagi jamaah.
Menanggapi kasus aktual akhir-kahir ini, yaitu tentang radikalisme, dimana statemen para menteri dan pejabat negara setiap saat menghiasi media massa. Semua menuding dan menyalahkan tindak radikali itu. Semua menganggap tindak radikal sebagai sumber dari segala sumber masalah. Jarang sekali yang mau instrospeksi bahwa terjadinya tindak radikal itu juga akibat dari kesalahan pemerintah dalam menjalankan fungsinya. Bisa jadi tindak radikal itu terjadi karena masyarakat merasa tidak diayomi, tidak dihargai, tidak dimanusiakan, tidak di-ewongke, tidak diperlakukan secara adil, dan tidak dihargai hak-haknya.

Cara pandang ini sangat penting karena akan mempengaruhi pola kebijakan dalam mengatasinya. Selama kita menganggap tindak radikal sebagai sumber masalah, maka segala cara akan dilakukan untuk memberantasnya yang kadang lebih mengedepankan cara-cara kekerasan, alias pendekatan keamanan. Dan sudah terbukti bahwa cara seperti itu tak akan pernah menyelesaikan masalah. Semakin dikerasi, semakin menjadi-jadi.

Lain halnya kalau tindak radikal itu dipandang sebagai akibat, maka solusi yang ditempuh akan lebih bijaksana, lebih persuasif, lebih edukatif melalui pendekatan kesejahteraan. Kita yakin dengan pendekatan ini akan lebih efektif karena merujuk pada akar permasalahannya.

Pengalaman di beberapa negara maju seperti USA membuktikan, ketika tindak kriminal yang umumnya dilakukan oleh orang-orang kulit hitam diberantas dengan kekerasan, ternyata tindak kriminal itu tak pernah berkurang. Grafiknya baru menurun setelah bebagai upaya pemberdayaan dilakukan dengan melibatkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu.
Semoga kita bisa belajar dari pengalaman itu, dan semoga pejabat kita lebih bijaksana dalam meredam tindak radikal yang terjadi di masyarakat kita. ***

Berita Terkait

Atasi Pendangkalan dan Pencemaran Situ Bahar, DLHK Depok Siapkan Langkah Penanganan
Cing Ikah Ajak Semua Pihak Wujudkan Zero Anak Tidak Sekolah di Depok
Masuk Desil 6, Keluarga Buruh Jakarta Berharap Anaknya Tetap Bisa Terima KJMU
Supian Suri Dorong Kadin Depok Terus Bersinergi Perkuat Ekonomi Daerah
Demokrat Depok Gelar Lomba Rakyat, Lanjutkan Bakti Sosial dan Donor Darah
Menyala!! Adam dan Hendra Siap Menjadi Agen Perubahan RT 003 dan RT 004 Sukatani
Lebih dari 180 Siswa/i SMPIT Insan Kamil Cikarang Kabupaten Bekasi Ikuti Talent Mapping Dengan Primagen
KIAS Travel Ajak PPIU Naik Kelas Lewat Skema Umrah Escrow

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Cing Ikah Ajak Semua Pihak Wujudkan Zero Anak Tidak Sekolah di Depok

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Masuk Desil 6, Keluarga Buruh Jakarta Berharap Anaknya Tetap Bisa Terima KJMU

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Supian Suri Dorong Kadin Depok Terus Bersinergi Perkuat Ekonomi Daerah

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Demokrat Depok Gelar Lomba Rakyat, Lanjutkan Bakti Sosial dan Donor Darah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Menyala!! Adam dan Hendra Siap Menjadi Agen Perubahan RT 003 dan RT 004 Sukatani

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Lebih dari 180 Siswa/i SMPIT Insan Kamil Cikarang Kabupaten Bekasi Ikuti Talent Mapping Dengan Primagen

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:10 WIB

KIAS Travel Ajak PPIU Naik Kelas Lewat Skema Umrah Escrow

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:19 WIB

BNN Cup 7 Digelar di Depok, 2.282 Atlet dari 16 Provinsi Ikuti Kejuaraan Pencak Silat

Berita Terbaru