
SIARANDEPOK.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta berkomitmen memperkuat penataan serta integrasi kawasan Stasiun Depok Baru agar semakin nyaman dan modern. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian sewa Barang Milik Negara (BMN) untuk area parkir dan komersial yang turut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah.
Kolaborasi berjangka waktu tiga tahun antara BTP Kelas I Jakarta dan PT Railways Asset Management tersebut bertujuan mengoptimalkan aset negara sekaligus mendongkrak mobilitas masyarakat. Pemanfaatan lahan ini dirancang untuk menghadirkan fasilitas publik yang tertata rapi serta memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Kepala BTP Kelas I Jakarta, Denny Michels Adlan, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang menggenjot berbagai pembenahan infrastruktur, termasuk penyediaan fasilitas lift khusus penumpang lanjut usia dan penyandang disabilitas. Seluruh rangkaian proyek modernisasi tersebut ditargetkan rampung pada penghujung Desember mendatang. “Fasilitas yang kita bangun yaitu penataan stasiun berupa pembangunan lift. Lift ini untuk mengakomodasi penumpang lansia atau disabilitas, baik itu naik maupun turun. Kemudian, dilakukan juga penataan area agar alur penumpang yang menggunakan lift lebih mudah mengaksesnya,” jelas Denny.
Selain penyempurnaan fasilitas fisik, Denny menambahkan bahwa skema kerja sama sewa tanah negara ini juga memberikan keuntungan ganda bagi pemerintah pusat maupun daerah. Di satu sisi, penerimaan sewa masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sementara di sisi lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) turut terdorong melalui sektor pajak parkir dan aktivitas perdagangan komersial.
Dukungan penuh turut disuarakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok dalam mengintegrasikan simpul transportasi massal di wilayah Pancoran Mas dan Margonda. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Depok, Ari Manggala, mengungkapkan bahwa kawasan stasiun dan Terminal Depok memerlukan konektivitas terpadu guna memperlancar arus pergerakan komuter. “Perlu adanya konsep Park and Ride dan Kiss and Ride supaya mendukung program integrasi dan konektivitas masyarakat dari angkutan umum menuju Stasiun Depok Baru,” ungkap Ari.
Melalui sinergi lintas sektoral antara pemerintah pusat, Pemkot Depok, dan pihak swasta, kawasan Stasiun Depok Baru diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat transit yang inklusif, tertib, dan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Rangkaian penataan ini diharapkan tidak hanya mendongkrak kenyamanan pengguna jasa transportasi publik, tetapi juga mempercepat pembangunan tata ruang perkotaan di Kota Depok secara berkelanjutan.















