
SIARANDEPOK.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) bergerak cepat memperketat pengawasan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayahnya. Langkah strategis ini merujuk langsung pada instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Surat Edaran Nomor 400.5/8545/SJ guna memastikan seluruh standar kualitas dan higienitas terpenuhi dengan baik.
Pada Rapat Koordinasi Pengawasan dan Peningkatan Kualitas SPPG yang berlangsung di Balai Kota Depok pada Rabu (04/11/26), Wakil Wali Kota Depok sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG, Chandra Rahmansyah, menyatakan bahwa pihaknya membentuk tim khusus untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan. “Kita akan susun tim teknis untuk inspeksi, paling lambat 6 November sudah selesai dan bisa langsung turun ke lapangan,” tegas Chandra sebagaimana dikutip dari berita.depok.go.id.
Lebih lanjut, pengawasan ratusan dapur gizi ini dibagi ke dalam dua klaster operasional agar pemantauan berjalan lebih efektif dan terarah. Sebanyak 40 titik SPPG yang dinilai memerlukan atensi khusus akan ditinjau langsung oleh Satgas tingkat kota, sementara 159 titik lainnya diserahkan pada pendampingan camat serta puskesmas setempat.
Selain pengecekan fisik bangunan dan manajemen dapur, Pemkot Depok juga mewajibkan setiap pengelola SPPG untuk menyerahkan hasil uji laboratorium sampel air limbah demi menjamin kelayakan lingkungan. Seluruh dapur diminta aktif mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan melaporkan hasil lab paling lambat dua pekan ke depan. “Kami sudah bersurat ke seluruh dapur untuk pengecekan lab paling lambat Jumat, dan hasilnya keluar dua minggu lagi, sehingga penginputan data bisa berjalan tertib,” ujar Chandra.
Program prioritas nasional ini dipandang tidak hanya sekadar pemenuhan gizi, tetapi juga momentum emas untuk menggerakkan perekonomian lokal dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat rentan. Dengan pengawasan ketat yang sinergis ini, Pemkot Depok optimis mampu menyajikan makanan yang aman, higienis, serta bernutrisi tinggi bagi anak-anak sekolah dan warga sasaran.
Ikhtiar besar tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan target kota yang bebas dari kasus stunting baru di masa depan. “Semoga apa yang kita niatkan ikhtiar memastikan masyarakat kelompok rentan bisa dapat makanan aman bergizi, generasi ke depan unggul mudah-mudahan dicatat amal perbuatan baik,” tandas Chandra menutup rapat koordinasi tersebut.














