
SIARANDEPOK.COM — Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) belum lama ini menggeber program pengabdian masyarakat di RW 17, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Kegiatan tersebut fokus memberikan edukasi kepada warga setempat mengenai pentingnya mengolah limbah organik rumah tangga menggunakan inovasi maggot dan biodigester demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Acara sosialisasi yang dihadiri oleh sekitar 20 warga ini mengusung tema pemanfaatan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengolahan sampah dan produksi pupuk organik. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FMIPA UI, Fadillah, menjelaskan bahwa keberadaan bank sampah di wilayah tersebut sebenarnya sudah aktif, namun limbah organik yang tersisa masih memerlukan penanganan lanjutan agar tidak terbuang sia-sia. “Salah satu alternatifnya adalah budidaya maggot BSF, yang memanfaatkan larva lalat Hermetia illucens untuk mengonsumsi bahan organik yang sesuai,” ujarnya seperti dikutip dari berita.depok.go.id.
Lebih lanjut, Fadillah menyampaikan bahwa penerapan metode ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam memilih strategi pengolahan yang selaras dengan kondisi lingkungan sekitar. Selain pengomposan konvensional dan budidaya maggot untuk sisa makanan, warga juga diperkenalkan pada teknologi biodigester yang mampu mengolah limbah organik menjadi sumber energi alternatif berupa biogas. “Jadi ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengolah sampah agar lebih bermanfaat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Guru Besar Departemen Biologi FMIPA UI, Prof. Mufti Petala Patria, memaparkan bahwa pendekatan budidaya maggot BSF ini sangat mendukung konsep ekonomi sirkular di tengah perkotaan. Larva yang dipelihara dengan baik dapat mengubah limbah organik menjadi biomassa berprotein tinggi yang bernilai ekonomi sebagai pakan ternak. “Selain biomassa larva, budidaya maggot BSF menghasilkan kasgot, yaitu residu dari media pemeliharaan larva. Setelah melalui pengolahan dan pematangan yang sesuai, kasgot berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman,” ungkap Prof. Mufti.
Untuk memperkuat pemahaman warga, kegiatan ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi dan diskusi prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), tetapi juga dilengkapi dengan demonstrasi pengomposan serta permainan edukatif yang dipandu oleh dosen FMIPA UI, Sitaresm. Rangkaian acara ditutup dengan kunjungan langsung ke rumah maggot dan instalasi biodigester, di mana warga dapat melihat secara dekat proses pengolahan limbah serta berdiskusi mengenai jenis bahan baku yang tepat.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Prof. Mufti mengingatkan bahwa keberhasilan pengolahan sampah ini tetap memerlukan komitmen kuat dari warga dalam hal pemilahan bahan baku dan menjaga kebersihan proses. Pihak UI berharap edukasi komprehensif ini mampu memotivasi masyarakat Kota Depok untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah mandiri demi tercapainya pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan di masa depan.














