
SIARANDEPOK.COM — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok bergerak cepat menangani permasalahan banjir yang kerap melanda area SMP Negeri 2 Depok. Berdasarkan laporan dari portal resmi berita.depok.go.id, instansi tersebut telah merumuskan dua solusi konkret guna menuntaskan genangan air yang sering mengganggu kenyamanan dan aktivitas di lingkungan sekolah.
Kunjungan langsung ke lokasi telah dilakukan oleh Kepala Disdik Kota Depok, Wahid Suryono, pada Selasa (27/10/2026). Peninjauan tersebut menunjukkan bahwa banjir di sekolah ini dipicu oleh luapan air dari sungai di sekitar kawasan sekolah yang tidak mampu menampung tingginya debit air ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Sebagai solusi teknis pertama, Disdik berencana memasang katup penahan aliran balik air atau backflow valve pada saluran pembuangan keluar. Pemasangan sistem ini bertujuan agar air dari saluran drainase tidak berbalik mengalir masuk ke dalam area sekolah saat terjadi luapan.
Terkait upaya pencegahan tersebut, Wahid Suryono menjelaskan bahwa pihaknya kini sedang mematangkan perhitungan anggaran yang diperlukan. “Rencananya kami akan memasang backflow valve pada saluran keluar sehingga bisa mencegah air balik dari saluran drainase ke dalam sekolah pada saat terjadi luapan air akibat curah hujan yang tinggi. Saat ini kami sedang menghitung biaya yang diperlukan,” ungkap Wahid.
Selain pemasangan katup, solusi kedua yang disiapkan adalah normalisasi saluran air melalui koordinasi intensif bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok. Langkah ini sangat mendesak karena ditemukan adanya penyempitan pada bagian outlet saluran yang menghambat kelancaran arus air.
Menutup keterangannya, Wahid menegaskan bahwa seluruh rangkaian perbaikan infrastruktur ini ditargetkan rampung pada bulan November mendatang agar ancaman banjir dapat segera teratasi secara permanen. “Terdapat outlet saluran yang menyempit sehingga perlu dilakukan normalisasi. Kami sudah berkoordinasi dengan DPUPR. Target kami, upaya penanganan ini selesai paling lambat pada November mendatang. Mudah-mudahan segera teratasi,” pungkasnya.














