
SIARANDEPOK.COM — Pemerintah Kota Depok terus mendorong penguatan peran 63 Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan agar tetap beroperasi secara efektif demi meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dari total 63 koperasi yang ada, sebanyak 41 Koperasi Merah Putih tercatat masih aktif dan eksis menjalankan kegiatan usahanya.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok menekankan bahwa keterbatasan lahan perkotaan bersertifikat dan strategis menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan gerai fisik. Saat ini, gerai resmi Koperasi Merah Putih yang telah dibangun oleh PT Agrinas baru tersedia di Kelurahan Grogol, sementara beberapa kelurahan lain seperti Sukamaju masih dalam tahap penjajakan operasional secara mandiri.
Selain kendala lahan, DKUM Kota Depok juga menyoroti pentingnya komitmen pengurus dan pengawas di tingkat kelurahan. Pengurus serta lurah yang bertindak sebagai pengawas diharapkan memiliki dedikasi tinggi dalam mengelola organisasi yang bersifat sosial ini. Jika pengurus tidak aktif, Pemkot memberikan arahan untuk mengundurkan diri dan digantikan oleh sumber daya yang lebih bersedia dan kompeten.
Dalam hal ketersediaan pasokan, DKUM Kota Depok terus meminta kepastian dari Bulog dan ID FOOD untuk menjamin pasokan barang-barang subsidi pemerintah, seperti beras SPHP dan Minyakita. Pasokan yang stabil dan harga yang kompetitif sangat krusial agar Koperasi Merah Putih tidak kalah bersaing dengan agen-agen komersial di sekitarnya. Selain Bulog dan ID FOOD, koperasi juga dibebaskan bermitra dengan Indogrosir maupun agen lokal di tingkat kelurahan.
Peluang kolaborasi lain yang kini tengah dibuka adalah sinergi antara Koperasi Merah Putih dengan program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui dukungan stimulan dana awal sebesar Rp15 juta, koperasi yang siap diharapkan dapat mengambil peran sebagai penyuplai bahan baku utama—seperti beras atau minyak goreng—ke Dapur MBG dengan sistem pembayaran yang cepat (cash and carry).
Sinergi lintas sektor antara Pemkot Depok, pengurus koperasi, lembaga penyalur subsidi, serta program strategis lainnya diharapkan dapat memperkuat posisi Koperasi Merah Putih sebagai pilar stabilitas ekonomi dan kesejahteraan keluarga di setiap kelurahan.















