
SIARANDEPOK.COM — Guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, SDN Anyelir 1 Depok belum lama ini menyelenggarakan kegiatan simulasi mitigasi bencana bagi para peserta didik serta pelatihan pertolongan pertama bagi para pendidik, sebagaimana dilansir dari berita.depok.go.id. Program edukatif ini dirancang agar seluruh warga sekolah memiliki pemahaman mendalam terkait mitigasi risiko saat terjadi ancaman bencana di lingkungan pendidikan.
Pelaksanaan simulasi dilangsungkan pada Kamis (22/10/2026) difokuskan secara khusus pada dua jenis ancaman utama, yakni musibah gempa bumi dan bahaya kebakaran. Melalui skenario latihan tersebut, anak-anak diajak langsung mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat ketika proses kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.
Pada pelaksanaannya, para siswa diberikan bimbingan untuk mengenali jalur evakuasi yang aman, termasuk tata cara penggunaan tangga darurat bagi murid yang berada di lantai dua gedung sekolah. Selain itu, mereka juga diarahkan secara tertib menuju titik kumpul evakuasi yang telah ditetapkan agar proses penyelamatan berjalan terarah dan terkoordinasi dengan baik.
Kepala SDN Anyelir 1 Depok, Dudung Badrujaman, saat memberikan keterangan kepada berita.depok.go.id pada Jumat (23/10/2026), menyampaikan bahwa kelancaran kegiatan ini terwujud berkat sinergi bersama instansi terkait. “Kemarin kita bekerja sama dengan PMI Kota Depok untuk kegiatan simulasi kebencanaan bagi murid. Mereka berlatih apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, termasuk ke mana harus keluar dan di mana harus berkumpul,” ujar Dudung.
Selain simulasi evakuasi bagi para pelajar, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan program pembekalan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) khusus bagi para guru pengajar. Materi yang diberikan mencakup teknik penanganan awal terhadap berbagai cedera ringan maupun berat, seperti penanganan luka, patah tulang, keseleo, hingga cara mengatasi kondisi siswa yang jatuh pingsan.
Dudung Badrujaman menambahkan bahwa pelatihan teknis tersebut sangat penting untuk membekali guru sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan dari petugas kesehatan puskesmas. “Harapan saya, dengan kegiatan ini kita bisa meminimalkan potensi kecelakaan yang ada di sekolah. Kita juga jadi tahu cara memitigasinya, sehingga guru dan murid memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” tutupnya.














