
Siarandepok.com – DEPOK — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok terus menggalakkan strategi pengurangan sampah langsung dari sumbernya. Salah satu langkah konkret diperlihatkan melalui optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di Jalan Jawa, yang kini resmi difungsikan sebagai pusat pemrosesan awal sampah rumah tangga menjadi bahan baku energi alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).
Melalui skema baru ini, paradigma lama di mana seluruh sampah langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mulai digeser. DLHK Kota Depok mencatat bahwa mayoritas sampah domestik yang dihasilkan oleh masyarakat sebenarnya masih memiliki nilai guna. Intervensi di tingkat TPS 3R ini diharapkan dapat memperpanjang umur pakai TPA yang kian terbatas potensinya.
Kepala Bidang Kebersihan dan Kemitraan DLHK Kota Depok, Kodratullah, menjelaskan bahwa dari total volume sampah yang diproduksi warga, sekitar 80 persen di antaranya tergolong produktif dan bernilai ekonomis. Dengan demikian, volume residu murni yang tidak lagi bisa diselamatkan dan harus diangkut ke TPA tersisa hanya sekitar 20 persen saja.
Dalam proses pemilahannya, sampah anorganik kemasan seperti kantong plastik dan bungkus makanan ringan diarahkan untuk menjadi bahan baku energi alternatif. Sementara itu, sampah organik dari sisa tanaman, daun, dan ranting diproses menjadi pupuk kompos atau dihancurkan agar dapat menyatu kembali dengan tanah secara alami dalam waktu singkat.
Di sisi lain, tantangan terbesar pengelolaan sampah saat ini terletak pada kategori residu keras yang sulit diurai oleh alam. Beberapa contoh di antaranya adalah popok sekali pakai, pembalut, serta material penyerap lainnya. Jenis sampah inilah yang saat ini diprioritaskan untuk langsung dikirim ke TPA karena berpotensi memicu masalah lingkungan baru jika dipaksakan untuk diolah kembali.
Melalui optimalisasi rantai pemilahan di TPS 3R Jalan Jawa ini, pemerintah daerah optimistis target pemotongan volume sampah secara masif dapat tercapai. Transformasi sampah menjadi produk bermanfaat ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban operasional TPA, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari dapur rumah.















