
Siarandepok.com – Diniyyah Al-Azhar Islamic Education Center Jambi yang berlokasi di Jalan. Kolonel Amir Hamzah No.32-36, Selamat, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, Jambi menggelar kegiatan Capacity Building dalam Rapat Kerja Lembaga Tahun 2026 dengan menghadirkan Konsultan Pendidikan Nasional yaitu Dr. Awaluddin Faj, M.Pd.
Kegiatan Capacity Building 2026 dengan Tema Membangun Spirit Ruh Mudarris dan Daya Juang Pendidik di ikuti oleh Seluruh SDM yang berada dibawah naungan Yayasan Diniyah Al-Azhar yang terdiri dari TPA, Playgroup, TK Islam, SD IT, SMP IT, SMA IT dan juga Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Azhar Diniyyah Jambi.
Diniyyah Al-Azhar Jambi sebagai institusi pendidikan dengan unit pendidikan terlengkap di Provinsi Jambi berusaha menjawab harapan orangtua, hadir dengan konsep keterpaduan antara pelajaran Agama dan umum serta mensinergikan antara kecerdasan kognitif, afektif, psikomotor dan spiritual dengan metode pembinaan karakter melalui program-program, kegiatan dan pembiasaan.
Dengan Workshop “Ruh Mudarris” bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd, beliau ada praktisi dan konsultan pendidikan sekolah Islam di indonesia, beliau mengupas Filosofi Ruhul mudarris ahammu minal mudarris menegaskan bahwa metode itu penting, materi itu penting, tapi jiwa dari sang penyampai materi jauh lebih penting. Jika metode ibarat mobil, maka ruh guru adalah bensinnya. Tanpa bensin, mobil semewah apa pun akan mogok. Tanpa ruh dan jiwa pendidik yang tulus, kurikulum sekeren “Kurikulum Merdeka” pun hanya akan menjadi dokumen administrasi yang menumpuk di meja.
Menjadi “model” berarti guru harus selesai dengan dirinya sendiri. Ia tidak lagi mengajar untuk validasi atau sekadar mengisi dompet, tapi untuk menyalakan api kehidupan di mata murid-muridnya. Guru model adalah mereka yang ketika tidak hadir di kelas, ketidakhadirannya dirindukan, bukan disyukuri oleh siswanya.
Maka, Untuk menjadi “Guru Model” yang stand out dan berdampak, tidak cukup hanya dengan modal “baik hati”. Undang-Undang Guru dan Dosen telah menggariskan empat kompetensi dasar: Pedagogik, Kepribadian, Sosial, dan Profesional.
Ruhul mudarris ahammu minal mudarris. Ruh itu tidak bisa dipalsukan. Energi ketulusan itu akan terasa, menembus sekat-sekat ruang kelas, dan bersemayam di hati siswa selamanya.
Guru adalah profesi yang immortal. Karyanya (siswa) akan terus hidup meski sang guru telah tiada. Maka, jadikanlah diri kita sebagai “model” kebaikan. Biarkan jiwa kita menyatu dengan profesi ini. Karena pada akhirnya, kurikulum bisa berubah, menteri bisa berganti, gedung sekolah bisa runtuh, tetapi jejak seorang guru yang mengajar dengan hati (jiwa) tidak akan pernah terhapus oleh waktu.
Jadilah guru yang dirindukan. Jadilah guru yang menjadi model peradaban. Jangan hanya menjadi guru yang mengejar modal, karena rupiah bisa dicari di mana saja, tapi kesempatan membentuk karakter manusia hanya ada di tangan seorang guru yang berjiwa pendidik.
Kegiatan ini sangat menginspirasi dan memantik emosional yang tinggi tentang makna syukur dalam membangkitkan spirit Ruh Mudarris, semoga dengan kegiatan ini para Pendidik di Lingkungan Diniyah Al-Azhar Jambi bisa istiqomah, produktif dan berdaya juang dalam memberikan pendidikan yang terbaik di Kota Jambi, karena Guru yang hebat bukan hanya yang pintar mengajar, tetapi yang memiliki hati, semangat, dan komitmen tinggi.
Buat Pimpinan Lembaga yang ingin mengadakan kegiatan serupa Melalui Workshop ini bersama Primago Consulting, bisa hubungi 0895323003388 untuk menghidupkan semangat para pendidik di lembaga Anda.















