Pramono Tinjau Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakut, Hasilnya Tembus 200 Kg

- Reporter

Jumat, 17 April 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok –‎Dalam peninjauan tersebut, Pramono mengaku sempat memperkirakan hasil tangkapan hanya sekitar 150 kilogram. Namun, hasil di lapangan menunjukkan angka yang lebih tinggi.

‎”Awalnya kami memperkirakan mungkin hanya dapat kurang lebih 150 kilogram. Tapi tadi kalau lihat terakhir pasti di atas 200 kilogram,” kata Pramono di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).

‎Menurutnya, kondisi ini menunjukkan betapa masifnya populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta, terutama di sungai dan saluran air. Selain mengancam ekosistem, Pramono juga mengingatkan potensi bahaya ikan sapu-sapu jika dikonsumsi. Ia menyebut kandungan residu pada ikan tersebut tergolong tinggi dan berisiko bagi kesehatan.

‎”Rata-rata sudah di atas 0,3 kadar residunya. Itu berbahaya sekali kalau dikonsumsi,” tegasnya.

‎Pemprov DKI, lanjut Pramono, akan terus menggencarkan penangkapan ikan sapu-sapu secara rutin dan tidak hanya bersifat seremonial. Bahkan, pihaknya akan menugaskan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU/PJLP) secara khusus untuk menangani persoalan ini.

‎”Kami akan tugaskan PJLP khusus untuk mengurangi dominasi ikan sapu-sapu di sungai dan selokan,” katanya.

‎Sementara itu, hasil tangkapan ikan sapu-sapu untuk sementara akan dikubur di lokasi yang telah disiapkan. Meski demikian, pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan lain seperti pupuk organik.

‎Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut mengapresiasi langkah Pemprov DKI tersebut. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Haeru Rahayu menyebut metode penangkapan langsung masih menjadi cara paling efektif dalam mengendalikan populasi ikan sapu-sapu.

‎”Secara biologis belum ada predatornya, secara kimia berisiko ke lingkungan. Jadi metode konvensional seperti ini masih paling efektif,” ujarnya. (Yuda)

Berita Terkait

Wali Kota Depok dan Masyarakat Meriahkan Senam Massal KORMI x Aloha Max di DOS
28.629 Lulusan SPPI Segera Kelola Koperasi Desa Merah Putih di Seluruh Indonesia
BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG Karangturi usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan
Batik Gong Si Bolong Depok Tampil Memukau di Indonesia Fashion Week 2026
10 Pasang Finalis Abang Mpok Depok Tampilkan Bakat Lewat Lenong dan Budaya Lokal
Supian Suri Senam Bersama Ribuan Warga di DOS, Ajak Budayakan Hidup Sehat
Festival Kreasi Budaya Anak Semarakkan Hari Anak Nasional Jawa Barat 2026, Ruang Ekspresi Sekaligus Pelestarian Budaya Sunda
Supian Suri Dilantik Jadi Ketua Mabicab Pramuka Depok, Wahid Suryono Pimpin Kwarcab 2026–2031

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Pemkot Depok Gelar Job Fair 2026 di Detos, Buka Ribuan Lowongan Kerja Mulai Lulusan SMA

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Keberhasilan Imunisasi Kota Depok Jadi Percontohan, Delegasi Nigeria Sambangi Puskesmas Sukmajaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Nakhodai DPC PAPPRI Depok, Qori Hatmalina Siap Dorong Industri Musik Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Pemkot Depok Buka Peluang Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Job Fair 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Pemkot Depok Jajaki Kerja Sama Pemanfaatan Studio Alam TVRI untuk Pentas Seni dan Musik

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Lurah dan Warga Beji Depok Kompak Pasang Bendera Merah Putih

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:27 WIB

Pemkot Depok Alokasikan Rp1 Miliar Lebih untuk Perbaiki Trotoar Amblas di SeCAWAN

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:13 WIB

U-Turn Jalan Kartini Depok Ditutup Uji Coba, Ini Rute Alternatif untuk Pengendara

Berita Terbaru