SiaranDepok.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengambil langkah radikal dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia.
Tidak hanya melakukan pemusnahan, BNN kini fokus pada pemberdayaan ekonomi dengan menyulap bekas ladang ganja di Gayo Lues, Aceh, menjadi perkebunan kopi produktif melalui program Rancangan Besar Alternatif Pembangunan (RBAP) 2025.
Langkah ini diambil sebagai solusi jangka panjang untuk memutus ketergantungan masyarakat di kawasan rawan terhadap tanaman terlarang.
Dengan menggandeng 330 warga setempat, BNN memberikan pelatihan teknis agar lahan yang dulunya menjadi sumber masalah hukum, kini berubah menjadi sumber kesejahteraan yang mampu mendongkrak pendapatan asli daerah.
Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Senayan, Selasa (3/2/2026), Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan edukasi menjadi kunci keberhasilan transformasi lahan ini.
“Kami mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Masyarakat kita berikan pemahaman dan pelatihan intensif agar mereka memiliki pilihan ekonomi yang lebih baik. Hasilnya, mereka kini lebih bangga menanam kopi di atas bekas lahan ganja tersebut.
Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tapi soal menyelamatkan masa depan ekonomi warga agar lebih berkah dan legal,” ujar Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. (Asep)










