



SiaranDepok — Nahdlatul Ulama (NU) Kota Depok dinilai semakin mendapatkan ruang yang lebih terbuka setelah 20 tahun lamanya. Hal tersebut disampaikan Acep Azhari dalam kegiatan Jalan Santai Kebangsaan PCNU Kota Depok yang digelar di Alun-alun Kota Depok, Cilodong, Sabtu (31/1/2026).
“Alhamdulillah, kita bersyukur atas karunia Allah SWT. Di usia 100 tahun, NU tetap eksis sesuai dengan tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia. Melalui jalan santai kebangsaan ini, kami juga ingin menyampaikan pesan untuk menghilangkan sekat antar umat,” kata Acep.
Acep yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Jalan Santai Kebangsaan PCNU Kota Depok menegaskan, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen NU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, komitmen tersebut terus terjaga hingga saat ini, termasuk di Kota Depok.
“NU Depok semakin mendapatkan ruang yang lebih terbuka setelah 20 tahun lamanya. Tentu ini juga menjadi bagian dari kontribusi NU dalam mendorong pembangunan Kota Depok agar semakin maju,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Depok, H. Hakim Muzayyan, menambahkan bahwa peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU menjadi momentum untuk kembali mengingat sejarah panjang berdirinya NU sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan keagamaan terbesar di Indonesia.
Ia menyebutkan, NU memiliki peran besar sejak masa perjuangan melawan penjajah, masa kemerdekaan, hingga berkontribusi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
“Melalui Harlah NU ke-100 ini, kami menegaskan kembali komitmen dan kecintaan NU terhadap NKRI. Harapannya, NU ke depan dapat terus berkhidmat dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.
Hakim juga mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Jalan Santai Kebangsaan tersebut. Menurutnya, keberhasilan acara merupakan hasil kerja sama seluruh pengurus, panitia pelaksana, Badan Otonom NU Kota Depok, serta semua pihak yang terlibat.
Dalam kesempatan tersebut, Nahdlatul Ulama juga dinilai sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan menuju Kota Depok yang maju, inklusif, serta berkontribusi pada terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada NU yang telah genap berusia satu abad dan konsisten menjadi penjaga harmoni bangsa.
“NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga kekuatan kebangsaan yang menjaga keseimbangan antara agama, budaya, dan negara. Jika NU turun gunung, Kota Depok pasti maju,” katanya.
Ia menilai, kegiatan Jalan Santai Kebangsaan tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga simbol persatuan, kebersamaan, serta semangat gotong royong di tengah keberagaman masyarakat.
Selain itu, rangkaian kegiatan sosial yang menyertai acara, termasuk penggalangan dana bantuan bencana, dinilai mencerminkan nilai luhur NU yang tidak hanya hadir melalui dakwah, tetapi juga melalui aksi nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan.
Momentum satu abad Nahdlatul Ulama ini diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga toleransi, mempererat persaudaraan, serta memperkokoh persatuan bangsa, khususnya di Kota Depok. (Asep)













