SIARAN DEPOK – Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bedahan, Rizal Antoni, menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok terkait tahapan rekrutmen tenaga nonmedis di Puskesmas Kelurahan Bedahan.
Pihak LPM menyayangkan hasil rekrutmen daring tersebut karena hanya meloloskan dua warga setempat. Ia menilai mekanisme seleksi seharusnya memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat lingkungan puskesmas.
“Awalnya informasi yang kami terima ada 24 tenaga umum, seperti keamanan, office boy, dan pelayanan. Tapi kenyataannya, tenaga umum yang diterima hanya dua orang. Ini jelas tidak seimbang,” ujar Rizal Antoni, yang akrab disapa Anton Bule, pada Rabu (28/1/2026).
Ia juga menyinggung kabar mengenai total 31 formasi yang dibuka. Namun, kenyataan bahwa hanya dua warga Bedahan yang terserap memicu pandangan bahwa kehadiran puskesmas tersebut belum berpihak sepenuhnya pada masyarakat setempat.
Anton tetap mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membangun puskesmas di wilayahnya, mengingat fasilitas kesehatan ini telah menjadi harapan besar masyarakat Bedahan sejak puluhan tahun silam.
“Sebagai Ketua LPM, tentu kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkot Depok atas pembangunan puskesmas ini. Manfaat kesehatannya sangat besar bagi warga,” katanya.
Terkait sedikitnya kuota bagi tenaga kerja lokal, Anton berharap adanya pengkajian ulang oleh pihak Dinkes. Tujuannya agar asas keberpihakan tetap terjaga dan warga sekitar tidak merasa terpinggirkan di tanah sendiri.
“Kalau hanya dua orang yang diterima, itu tidak seimbang dengan kebutuhan dan jumlah pegawai keseluruhan. Minimal lima orang tenaga umum seharusnya berasal dari warga Bedahan,” tegasnya.
Puskesmas Bedahan tersebut berlokasi di Jalan Jabon, RW 15, Kelurahan Bedahan. Rizal berharap dengan hadirnya fasilitas kesehatan bukan hanya memberikan layanan pengobatan, tetapi juga manfaat ekonomi, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal.
Anton meminta agar rekrutmen dilakukan secara transparan melalui koordinasi dengan LPM dan kelurahan, sehingga lebih banyak warga setempat yang berkesempatan untuk diterima bekerja.
“Saya berharap tidak ada titipan-titipan dari siapapun, Khususnya Dinas Kesehatan, terkait masalah rekrutmen pegawaian,” pungkasnya.










