Aliansi BEM PTMA-I Zona 3 Minta Polisi Usut Tuntas Sejumlah Kasus Represifitas

- Reporter

Sabtu, 6 Juli 2024 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Aliansi BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA-I) zona 3 yang meliputi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Banten dan Jawa Barat, memberikan catatan kritis terhadap kinerja kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh BEM PTMA-I zona 3, polisi kerap melakukan tindakan represifitas terhadap masyarakat sipil.

Contohnya seperti lima orang yang meninggal ketika aksi #ReformasiDikorupsi pada September 2019 silam. Salah satu korban bernama Randi dinyatakan meninggal dunia gegara luka tembak di dada sebelah kanan pada 26 September 2019.

Represifitas oleh kepolisian kembali terjadi pada 1 Oktober 2022. Tragedi kanjuruhan akibat kesalahan prosedur kepolisian dalam penggunaan gas air mata menyebabkan 135 korban jiwa meninggal dunia.

Selain itu, Afif Maulana (13) yang ditemukan meninggal dunia dengan luka lebam di dekat sungai Kuranji, Padang, Sumatera Barat sekitar dua pekan lalu kian menggerogoti kepercayaan masyarakat terhadap institusi POLRI.

Pasalnya, hasil temuan investigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menemukan Afif diduga meninggal dunia lantaran dianiaya oleh oknum anggota kepolisian.

Merespons hal itu, Sekretaris Jenderal BEM PTMAI zona 3, Bifa Agusryyanto mendesak pihak kepolisian untuk segera menyelesaikan rentetan permasalahan yang ada secara tuntas dan transparan.

Bifa juga menegaskan, bahwa Kapolri Listyo Sigit Prabowo selaku pimpinan tertinggi institusi Polri harus membuktikan bahwa Presisi bukan hanya sekedar slogan belaka.

“Saya selaku sekjend bem PTMA-I zona 3 (DKI,JABAR,BANTEN) menyampaikan sikap tegas kepada bapak kaporli ketika pada akhirnya mau turun bersama rakyat maka selesai semua masalah yang sampai menghilangkan nyawa masyarkat sipil terkhusus kasus almarhum Afif di Sumbar,” kata Bifa Agusryyanto dalam keterangan tertulis.

“Jika tidak bisa menyelesaikan dan transparansi dalam menyelesaikan masalah ini maka tanpa mengurangi rasa hormat saya silahkan bapak Listyo Sigit mundur dari jabatan Kapolri RI,” sambung Bifa.

Ia kemudian mengajak seluruh mahasiswa untuk bersuara dan mendesak agar institusi POLRI segera berbenah.

“Pilihan hari ini untuk mahasiswa adalah bergerak dan bersuara dan berdampak untuk masyarakat,” tutur Bifa.

Berita Terkait

Wujudkan Hunian Layak, Pemkot Depok dan Bank BJB Bedah Rumah Warga Cimanggis
Mengenal Toca dan Toci, Maskot Porprov XV Jabar dari Kesenian Khas Depok
Didampingi Wali Kota Depok, Pekerja Hotel Bumi Wiyata Adukan Nasib ke Kang Dedi Mulyadi
Satpol PP Depok Sita Ribuan Botol Miras Usai Instruksi Pengawasan Wali Kota
Pemkot Depok Dorong YKI dan PKTP Perkuat Peran Pencegahan Kanker
Pemkot Depok Perketat Pengawasan Miras dan Obat Terlarang demi Lindungi Generasi Muda
FSSKD Siapkan Festival Sepak Bola Grassroot
Pemkot Depok Komitmen Dukung Bakul Budaya Nusantara Lestarikan Kebudayaan Lokal

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:41 WIB

Wujudkan Hunian Layak, Pemkot Depok dan Bank BJB Bedah Rumah Warga Cimanggis

Senin, 14 September 2026 - 19:17 WIB

Mengenal Toca dan Toci, Maskot Porprov XV Jabar dari Kesenian Khas Depok

Senin, 14 September 2026 - 19:14 WIB

Didampingi Wali Kota Depok, Pekerja Hotel Bumi Wiyata Adukan Nasib ke Kang Dedi Mulyadi

Senin, 14 September 2026 - 19:10 WIB

Satpol PP Depok Sita Ribuan Botol Miras Usai Instruksi Pengawasan Wali Kota

Senin, 14 September 2026 - 16:00 WIB

Pemkot Depok Dorong YKI dan PKTP Perkuat Peran Pencegahan Kanker

Senin, 14 September 2026 - 12:54 WIB

FSSKD Siapkan Festival Sepak Bola Grassroot

Senin, 14 September 2026 - 10:01 WIB

Pemkot Depok Komitmen Dukung Bakul Budaya Nusantara Lestarikan Kebudayaan Lokal

Senin, 14 September 2026 - 09:54 WIB

Viral Video Pelajar Beli Miras, Wali Kota Depok Perintahkan Satpol PP Gelar Sidak

Berita Terbaru