Mengetahui Perbedaan lama Waktu berpuasa diberbagai Negara

- Reporter

Jumat, 8 Maret 2024 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Durasi puasa di seluruh dunia itu berbeda-beda, mulai dari 12 – 17 jam. Dikarenakan jarak antara waktu Subuh dan Magrib terpaut cukup jauh.

Berikut adalah daftar kota dengan waktu puasa terlama dan tercepat di dunia. Ada 5 kota dengan durasi puasa Ramadhan terlama di dunia :

1. Kota Nuuk, Greenland dengan durasi 17 jam.

2. Kota Stockholm, Swedia dengan durasi 17 jam.

3. Kota London, Inggris dengan durasi 16 jam.

4. Kota Madrid, Spanyol dengan durasi 15 jam.

5. Kota Tokyo, Jepang dengan durasi 14 jam.

dan 5 kota dengan durasi puasa Ramadhan tercepat di dunia :

1. Kota Singapura dengan durasi 13 jam.

2. Kota Jakarta, Indoneisa dengan durasi 13 jam.

3. Kota Buenos Aires, Argentina dengan durasi 12 jam.

4. Kota Canberra, Australia dengan durasi 12 jam.

5. Kota Christchurch, Selandia Baru dengan durasi 12 jam.

Ramadhan tahun 2023 juga bertepatan dengan fenomena “Ekuinoks Vernal”. Ekuinoks adalah momen gerak semu Matahari di atas garis Khatulistiwa, Muslim yang tinggal di negara paling selatan Bumi akan berpuasa rata-rata selama 12 jam. Sedangkan yang paling utara akan berpuasa rata-rata 17 jam.

Bahkan di kota paling utara Longyearbyen, Norwegia, Matahari tidak akan terbenam dari 20 April hingga 22 Agustus 2023. Sehingga Mulim disana berpuasa mengikuti waktu Makkah, Arab Saudi.***

Berita Terkait

Pantau Kesiapan Anak Istimewa, Kadinsos Depok Tinjau Langsung Pelatihan RKAI
Jabar Luncurkan Program SWJ-MFT dan IPKN untuk Dorong Wisata Kelas Dunia
Sambut Tahun Ajaran Baru, Pemkot Depok dan KCD Wilayah II Jabar Perkuat Sinergi Pendidikan
Kemenko Pangan Dorong Pemkot Depok Optimalkan Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis Berbasis UMKM Lokal
Kejar Target Upacara 17 Agustus, Revitalisasi Lapangan DOS Depok Gunakan Rumput Sintetis
BGN Dorong Budidaya Lele Lokal di Tapos Masuk Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis
Atasi Banjir, Kelurahan Beji Keruk Sedimen dan Sampah di Jalan Nusantara
Pemkot Depok Pastikan Warga Kurang Mampu Tetap Mendapat Layanan Kesehatan Meski BPJS Tidak Aktif

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:31 WIB

Pantau Kesiapan Anak Istimewa, Kadinsos Depok Tinjau Langsung Pelatihan RKAI

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:28 WIB

Jabar Luncurkan Program SWJ-MFT dan IPKN untuk Dorong Wisata Kelas Dunia

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:24 WIB

Sambut Tahun Ajaran Baru, Pemkot Depok dan KCD Wilayah II Jabar Perkuat Sinergi Pendidikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:50 WIB

Kemenko Pangan Dorong Pemkot Depok Optimalkan Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis Berbasis UMKM Lokal

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:50 WIB

Kejar Target Upacara 17 Agustus, Revitalisasi Lapangan DOS Depok Gunakan Rumput Sintetis

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:30 WIB

Atasi Banjir, Kelurahan Beji Keruk Sedimen dan Sampah di Jalan Nusantara

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:53 WIB

Pemkot Depok Pastikan Warga Kurang Mampu Tetap Mendapat Layanan Kesehatan Meski BPJS Tidak Aktif

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:48 WIB

Anggota DPRD Depok Nilai Program Supian–Chandra Selaras dengan Kebutuhan Masyarakat

Berita Terbaru