Kemenko Pangan Dorong Pemkot Depok Optimalkan Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis Berbasis UMKM Lokal

- Reporter

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – DEPOK — Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk segera memetakan rantai pasok bahan baku pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini dinilai penting agar roda perekonomian dari program nasional tersebut dapat berputar di tingkat lokal dan langsung menyentuh para pelaku usaha di daerah.

Dorongan tersebut disampaikan oleh Ahli Madya Analis Kebijakan Kemenko Bidang Pangan, Tutut Indra Wahyuni, dalam Rapat Koordinasi Ekosistem Rantai Pasok Bahan Baku Pangan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Edelweis, Gedung Balai Kota Depok, pada Rabu (08/07/2026).

Menurut Tutut, kolaborasi yang kuat dengan Pemkot Depok diperlukan agar program MBG ini tidak sekadar menjadi aktivitas bagi-bagi makanan, melainkan mampu menciptakan ekosistem pangan yang mandiri. Melalui pemetaan yang matang, pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan bahwa komoditas pangan yang digunakan benar-benar disuplai oleh masyarakat sekitar.

Kemenko Pangan menyoroti temuan dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di 38 provinsi yang menunjukkan masih banyak SPPG mengambil bahan baku dari luar daerah. Padahal, nilai belanja bahan baku untuk satu SPPG diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp385 juta setiap bulannya, sebuah angka yang sangat potensial untuk menggerakkan pasar lokal.

Melihat potensi perputaran uang yang bisa mencapai miliaran rupiah per tahun, Pemkot Depok diminta tegas melihat peta pengadaan pangan saat ini. Evaluasi harus dilakukan untuk mengetahui apakah kebutuhan dapur program tersebut sudah melibatkan pelaku UMKM lokal atau justru masih bergantung pada pasokan distributor besar dari luar Kota Depok.

Melalui langkah pemetaan ini, pemerintah daerah diharapkan bisa langsung menjembatani para petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal dengan pihak pengelola SPPG. Jika rantai pasok lokal ini berhasil terhubung dengan baik, tingkat kesejahteraan masyarakat Depok otomatis akan ikut terangkat seiring dengan meningkatnya produktivitas ekonomi daerah.

Berita Terkait

Kejar Target Upacara 17 Agustus, Revitalisasi Lapangan DOS Depok Gunakan Rumput Sintetis
BGN Dorong Budidaya Lele Lokal di Tapos Masuk Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis
Atasi Banjir, Kelurahan Beji Keruk Sedimen dan Sampah di Jalan Nusantara
Pemkot Depok Pastikan Warga Kurang Mampu Tetap Mendapat Layanan Kesehatan Meski BPJS Tidak Aktif
Anggota DPRD Depok Nilai Program Supian–Chandra Selaras dengan Kebutuhan Masyarakat
PUPR Depok Normalisasi Drainase di Jalan Nusantara untuk Kurangi Risiko Genangan
Puncak Hlun 2026, 3000 Lansia Bekasi Tampilan Keceriaan Dalam “Kriyaan Lansia” Untuk Perkuat Komitmen Sidaya
Outing SDM Mumtaza Islamic School Ke Pangalengan Bandung 2026

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:50 WIB

Kemenko Pangan Dorong Pemkot Depok Optimalkan Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis Berbasis UMKM Lokal

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:50 WIB

Kejar Target Upacara 17 Agustus, Revitalisasi Lapangan DOS Depok Gunakan Rumput Sintetis

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:40 WIB

BGN Dorong Budidaya Lele Lokal di Tapos Masuk Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:30 WIB

Atasi Banjir, Kelurahan Beji Keruk Sedimen dan Sampah di Jalan Nusantara

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:53 WIB

Pemkot Depok Pastikan Warga Kurang Mampu Tetap Mendapat Layanan Kesehatan Meski BPJS Tidak Aktif

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:43 WIB

PUPR Depok Normalisasi Drainase di Jalan Nusantara untuk Kurangi Risiko Genangan

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:33 WIB

Puncak Hlun 2026, 3000 Lansia Bekasi Tampilan Keceriaan Dalam “Kriyaan Lansia” Untuk Perkuat Komitmen Sidaya

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:31 WIB

Outing SDM Mumtaza Islamic School Ke Pangalengan Bandung 2026

Berita Terbaru