4 Alasan Melakukan Sujud Sahwi yang Perlu Diketahui Oleh Umat Islam

- Reporter

Senin, 17 Oktober 2022 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muslim boy praying in Sujud posture

Muslim boy praying in Sujud posture

SiaranDepok.com – Sebagai makhluk yang tidak sempurna, maka Allah yang maha pemurah pun memberi arahan kepada umatnya yang mungkin saja melakukan kesalahan atau lupa dalam shalatnya.

Bahkan Rasulullah SAW juga pernah mengalaminya, yakni lupa dalam shalatnya.

Atas kesalahan dalam shalatnya tersebut, Rasulullah melakukan dua kali sujud sahwi. Ada beberapa pendapat dari ulama-ulama mengenai hukum jenis sujud ini. Berdasarkan pendapat yang kuat menunjukan bahwa sujud sahwi ini wajib dilakukan jika kita melakukan kesalahan atau lupa rakaat saat melakukan shalat.

Alasan Melakukan Sujud Sahwi

Berikut ini alasan melakukan sujud sahwi yang perlu kamu ketahui berdasarkan ajaran islam:

1. Melakukan Rakaat dalam Shalat yang Berlebih

Berdasarkan riwayat Ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW pernah melakukan shalat dzuhur dengan para sahabatnya sebanyak 5 rakaat. Berikut haditsnya:

“Rasulullah SAW pernah melakukan shalat Dhuhur lima rakaat, lalu ada yang menanyakan hal tersebut kepada beliau: “Apakah engkau menambah rakaat dalam sholat?” Beliau menjawab, “Memangnya apa yang terjadi?” Orang tadi berkata, “Engkau shalat lima rakaat.” Kemudian setelah itu Nabi sujud dua kali setelah ia salam tadi” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Ada Keraguan Saat Melakukan Shalat

Berikut ini hadits yang menerangkan alasan melakukan sujud sahwi jika kita memiliki keraguan saat melakukan shalat, baik salah rakaat atau gerakan lainnya:

“Jika salah seorang dari kalian merasa ragu dalam shalatnya hingga tidak tahu satu rakaat atau dua rakaat yang telah dikerjakan, maka hendaknya hitunglah satu rakaat. Jika tidak tahu dua atau tiga rakaat yang telah dikerjakan, maka hendaklah dihitung dua rakaat. Jika tidak tahu tiga atau empat rakaat yang telah dikerjakan, maka hendaklah dihitung tiga rakaat. Kemudian setelah itu lakukan sujud dua kali sebelum salam” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

3. Melakukan Salam Sebelum Rakaat Shalatnya Sempurna

Berdasarkan riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah shalat Dzuhur dan Ashar, lalu setelah salam dan selesai rakaat kedua, beliau lalu bergegas keluar melalui salah satu pintu masjid. Para sahabat pun bertanya karena heran, “Apakah nabi memendekkan shalat?”

Setelah Nabi SAW kembali, lalu bersandar di satu satu tiang seolah-olah sedang marah. Kemudian salah seorang sahabat (Dzul-Yadain) menghampirinya dan bertanya:

“Wahai Rasulullah, apakah engkau lupa atau shalat ini sengaja engkau qashar?”

Jawab beliau: “Tidak, saya tidak lupa, dan saya tidak memendekkannya”.

Lelaki itu berucap lagi: “Benar wahai Rasulullah, sebenarnya engkau telah lupa.”

Rasulullah bertanya kepada yang lainnya: “Benarkah yang diucapkannya?”

Mereka menjawab: “Benar ya Rasulallah”.

Maka Rasulullah pun bangun dan menyempurnakan lagi yang tertinggal dari shalatnya tersebut. Setelah memberi salam, beliau kemudian sujud sebanyak dua kali dan melakukan salam sekali lagi. (HR Bukhari dan Muslim).

4. Lupa Membaca Tasyahud Awal

Berikut ini hadist yang menjelaskan alasan melakukan sujud sahwi karena lupa membaca tasyahud awal dalam shalat:

Abdullah Ibnu Buhainah mengungkapkan: “Sesungguhnya Rasulullah SAW melakukan shalat zuhur bersama para sahabat dan beliau tidak duduk membaca tasyahhud selepas dua rakaat pertamanya. Para sahabat kemudian tetap mengikuti di belakangnya sampai akhir sholat tersebut.”

Masing-masing menunggu beliau melakukan salam (untuk mengakhiri shalat). Tetapi, baginda justru melakukan takbir dalam keadaan demikian (iftirasy) lalu beliau melakukan sujud sebanyak dua kali sebelum memberi salam. Kemudian setelah itu beliau baru melakukan salam. (HR Bukhari dan Muslim).

Diatas tadi adalah 4 alasan melakukan sujud sahwi yang perlu kalian ketahui.

Berita Terkait

Bahasa Ibu: Tersisih di Rumah Sendiri
BBM dan Bahasa Kekuasaan: Ketika Pernyataan Menteri Menguji Psikologi Publik
Logat Jawa: Kesalahan Berbahasa atau Identitas Linguistik?
Stres di Tengah Santai: Saat Bahasa Feed dan Notifications Memaksa Otak Kita Multitasking
EYD di Tengah Tren Mengetik Gaul: Menemukan Kembali Standar Berbahasa
MENGAPA PIKIRAN DAN UCAPAN TIDAK SEJALAN? PERSPEKTIF PSIKOLIGUISTIK
Kenapa Setan Sekarang Bicara Bahasa Jawa Kromo? Rahasia di Balik Teror Linguistik Film Horor Kita
Anatomi Racun Diksi: Mengapa Kita Lebih Suka Membedah Fisik daripada Kebijakan?

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:58 WIB

Pamit Dari DPUPR Depok, Citra Indah Kenang Masa Jadi Satu-Satunya Srikandi Infrastruktur

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:55 WIB

Siti Chaerijah: Jadikan Perpustakaan Depok Pusat Literasi dan Penguatan Karakter Masyarakat

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:53 WIB

Pimpin Dinkes Depok, Devi Maryori Berkomitmen Tingkatkan Sarana Yankes dan Akurasi Data UHC

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:49 WIB

BAZNAS Depok Bersama BPJS Ketenagakerjaan Beri Jaminan Sosial Pengurus Majlis Taklim

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:45 WIB

Wakil Wali Kota Depok Pimpin Apel Pagi ASN Sekaligus Serahkan Penghargaan di Balai Kota

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:32 WIB

Dana RW Rp300 Juta Tak Boleh Dibagi Rata, Wali Kota Depok: Fokus ke Kebutuhan Paling Mendesak

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:30 WIB

Hari Pertama Menjabat, Kepala DP3AP2KB Depok Langsung Tancap Gas Bahas Program 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:25 WIB

Sekda Depok Dorong Kepala Disrumkim Baru Tancap Gas Lanjutkan Pembangunan

Berita Terbaru