Penyakit akhir zaman

- Reporter

Senin, 12 September 2022 - 19:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Di antara penyakit akhir zaman yang sering tidak kita sadari adalah ingin terpandang, haus akan pujian dan gila popularitas. Sudah bukan rahasia lagi ramai orang-orang mengejar keterkenalan, ingin masyhur dan populer di mata manusia. Apalagi perkembangan zaman saat ini menghadirkan media sosial, hampir semua cerita berbangga-bangga dengan popularitas dan keterkenalan. Na’udzubillahi min dzalik

Memang sifat dasar manusia itu ingin diakui, dikenal banyak orang, mahsyur, terpandang, merasa paling hebat, dan semacamnya. Dalam istilah psikologi, manusia dikuasai oleh ego yang ada dalam dirinya. Jika hal ini tidak dapat dikendalikan, maka ia dapat menyebabkan murkanya Allah, amalannya tidak akan bernilai lagi. Bahkan ada ada yang tidak sadar terjatuh ke dalam perkara syirik kecil bernama riya’, sum’ah, dan ujub. Bangga dengan amalan, menceritakan kelebihan dan kehebatan dan suka membanggakan diri sendiri.

Sebagian orang lupa dengan hakikat dan tujuan hidup yang sesungguhnya. Padahal Allah sudah mengatakan dalam Al-Qur’an. “Sungguh orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa.” Demikian firman-Nya dalam Surat Al-Hujurat Ayat 13.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahaya Popularitas Hati-hati dengan keterkenalan, kuburlah eksistensimu. Dalam Kitab Al-Hikam karya Syaikh Ibnu Atha’illah as-Sakandari (wafat 1309) terdapat nasihat yang indah. اِدْفِنْ وُجُودَكَ فيِ أَرْضِ الْخُمُولِ، فَمَا نَـبَتَ مِمَّالَمْ يُدْفَنْ لاَ يَــتِمُّ نَـتَاءِجُهُ Artinya: “Kuburlah wujudmu (eksistensimu) di dalam bumi kerendahan (ketiadaan); maka segala yang tumbuh namun tidak ditanam (dengan baik) tidak akan sempurna buahnya.”

Allah Ta’ala menggambarkan karakter seorang mukmin seperti pohon yang akarnya teguh. Berikut firman-Nya dalam Al-Qur’an: “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.” (QS Ibrahim Ayat 24-26)

Dalam hal ini, Ibnu Atha’illah mengungkap sebuah kunci agar kita seseorang menghasilkan takwa yang sempurna. Yaitu dengan mengubur eksistensi dan ego kita. Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya bagi seorang yang beramal daripada menginginkan kedudukan dan keterkenalan. Inilah keinginan hawa nafsu yang utama. Dalam satu riwayat, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang merendahkan diri maka Allah akan memuliakannya. Dan barang siapa yang sombong, Allah akan menghinanya.”

Mu’adz bin Jabal berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya sedikit riya’ itu sudah termasuk syirik. Dan barangsiapa yang memusuhi wali Allah, maka ia telah memusuhi Allah. Dan sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa yang tersembunyi (tidak terkenal), yang bila tidak ada, tidak dicari dan bila hadir tidak dipanggil dan tidak dikenal. Hati mereka bagai pelita hidayah, mereka terhindar dari segala kegelapan dan kesukaran.”

Dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman, Beliau bersabda: “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu. Dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga).” Ulama sufi Ibrahim bin Adham pernah berkata: “Tidak benar tujuan kepada Allah, siapa yang ingin terkenal.”

<

Berita Terkait

Alumni PKBM Primago Indonesia Kota Depok Lulus Tes Masuk SMP di Al-Azhar Cairo Mesir
Membangun Spirit & Daya Juang SDM Di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago untuk Kemajuan Pendidikan Islam
Pesantren Modern Arridho Sentul Adakan Pembekalan Siswa Akhir Tentang Tips & Strategi Mendirikan Lembaga Pendidikan Islam
Ngerahul 6
Lulusan PKBM Primago Indonesia Berhasil Lulus Tes Ujian Masuk Gontor: Menembus Batas dengan Pendidikan Non-formal
Dibuat Deg-Degan, Akhirnya Indonesia Gulung Korea Selatan Dalam Perempat Final Piala Asia U-23
Mengenali Perbedaan Antara Politisi dan Cendekiawan
Dr. Awaluddin Faj, M.Pd, Motivator Alumni Unida Gontor Dengan Segudang Prestasi

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 20:39

Ketua Dewan Kebudayaan Kota Depok (DKD) Dr Awaluddin Faj Hadiri Kegiatan Ngubek Empang Lebaran Depok 2024

Jumat, 17 Mei 2024 - 11:36

Pia Eks Vokalis Utopia Akan Hadir Meriahkan Acara Lebaran Depok 2024

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:20

SMP ARRAHMAN DEPOK Adakah Kegiatan Wisata Akhir Tahun Ke Pengalengan Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:09

Komunitas Pers Tolak Draft UU Penyiaran

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:16

Langkah Awal Revitalisasi Kawasan Pecinan, Pemkot Semarang Akan Benahi Kawasan Kelenteng Tay Kak Sie Dan Gapura Masuk

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:10

Gunakan Formasi Unik, Thiago Motta Sukses Bawa Klub ini Berada di Papan Atas Seri-A 

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:07

Menanti Aksi Ciamik Ester Nurumi Triwardoyo di Thailand Open 2024

Rabu, 15 Mei 2024 - 15:57

Mustika Ratu Hair Care Series Raih Top Innovation Award 2024

Berita Terbaru

Berita

Komunitas Pers Tolak Draft UU Penyiaran

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:09