Apa Obat Paling Berbahaya di Dunia?

- Reporter

Jumat, 21 Januari 2022 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Kematian karena overdosis obat terus meningkat di Amerika Serikat, dengan peningkatan 2.2 kali lebih dari 2002 hingga 2015. Tapi obat apakah yang paling berbahaya di dunia?

Bila kita hanya berbicara tentang zat yang paling mematikan, para ilmuwan menggunakan sesuatu yang disebut “median dosis letal” atau LD50 yang mengukur seberapa banyak suatu zat dibutuhkan untuk membunuh separuh anggota dari populasi yang diuji.

Jadi, sesuatu seperti kopi membutuhkan kira-kira 13g untuk membunuh seseorang dengan bobot 70kg, namun racun dari seekor ular Inland Taipan membutuhkan jauh di bawah itu, hanya 0.00175g.

Baca Juga : Bagaimana Sebenernya Cara Kerja Pasar Saham? – Siaran Depok

Dengan metode ini, apa zat paling mematikan di dunia? Botulinum Toxin…atau Botox. Dengan ditelan, hanya membutuhkan 0.00000007g untuk membunuh seseorang dengan bobot 70kg.

Tetapi, ‘paling berbahaya’ tidak selalu berarti ‘paling mematikan’. Di UK, sebuah grup ahli mencoba melihat seberapa besar “bahaya” dari obat-obatan rekreasi (narkoba) umum menggunakan 16 parameter, yang termasuk jenis-jenis bahaya fisik, psikologi, dan sosial.

Sebagai contoh, sebuah obat mungkin dapat menyebabkan kerusakan fisik namun tidak mematikan. Dapat membuat anda memiliki ketergantungan sepenuhnya, dapat menyebabkan rusaknya hubungan, atau menurunkan fungsi mental; dan semua ini adalah bentuk-bentuk dari “bahaya”.

Dengan kriteria-kriteria ini, mereka menyimpulkan bahwa obat paling berbahaya untuk seorang individual adalah heroin. Heroin dapat dikonsumsi lewat suntikan, dihirup lewat hidung, atau dihisap asapnya, dan akan langsung masuk ke otak dengan cepat, terutama ketika disuntikkan ke aliran darah.

Disini, heroin akan menempel pada reseptor opiat, menciptakan gelombang sensasi yang menyenangkan. Heroin juga sangat menyebabkan kecanduan, dengan gejala putus zat (sakau) yang sangat intens yang dimulai setelah beberapa jam sejak konsumsi, yang termasuk insomnia, rasa dingin mendadak, ngilu di otot dan tulang, mual dan muntah.

Reseptor di batang otak juga terganggu, yang berpengaruh pada proses fisik yang penting seperti pernafasan dan tekanan darah. Inilah mengapa overdosis menyebabkan pernafasan melambat atau berhenti total, yang berakibat pada akumulasi Karbon Dioksida (CO2) adalah darah, dan berakhir dengan kematian.

Dan karena heroin tidak di-regulasi, sangat sulit untuk pengguna mengetahui kuatnya pengaruh dari sebuah dosis, yang menyebabkan tingginya resiko OD (overdosis). Terlebih lagi, obat ini dapat dicampur dengan senyawa-senyawa lain, seperti Fentanyls, yang membuatnya semakin berbahaya.

Fentanyl, seperti heroin, adalah sebuah candu namun 50-100 kali lebih kuat karena sangat lipofilik – yang berarti dapat menembus sel otak kita dengan lebih mudah. Dan tingkat mematikannya saja, jauh lebih berbahaya daripada heroin terhadap pengguna.

Awalnya Fentanyl digunakan sebagai pengilang sakit sesuai resep, namun karena kemampuan membuat kecanduannya, Lebih banyak digunakan dalam kasus-kasus fatal (sekarat). Namun baru-baru ini sering digunakan sebagai obat rekreasi, di mana jumlah overdosis karena fentanyl telah meningkat 7x dari 2012 ke 2014 di US, dan terus menyebar ke seluruh dunia.

Namun masih ada lagi obat yang lebih berbahaya! Meski Kokain Crack dan methamphetamine menempati urutan atas dalam bahayanya terhadap seorang individual, setelah heroin, untuk menemukan obat paling berbahaya secara keseluruhan, dilakukan penelitian terhadap 20 obat berbeda yang populer, dan juga dilihat bahaya yang disebabkannya terhadap orang lain.

Hal ini termasuk bahaya fisik dan psikologis, kriminalitas, degradasi terhadap keluarga dan komunitas, dan biaya ekonomi – dan pada akhirnya ditemukan bahwa obat paling berbahaya di dunia adalah alkohol.

Untuk memastikan bahwa ini bukan hanya sebuah fenomena di UK, sebuah kelompok dari Eropa mencoba melakukan proses yang sama dengan memberikan penekanan lebih pada bahaya individual, daripada bahaya ekonomi.

Dan meski dengan penimbangan yang berbeda, dua grup tersebut menemukan hasil yang cukup mirip. Kontribusi terbesar dari bahaya alkohol adalah penggunaanya yang luas.

Mayoritas orang di dunia minum alkohol (61.7%) dan dalam jumlah yang banyak, dengan rata -rata 17 liter alkohol murni yang dikonsumsi satu orang tiap tahun. World Health Organization menemukan 3.3 juta kematian di dunia disebabkan oleh Konsumsi alkohol berbahaya di 2012, yang artinya alkohol membunuh 1 orang tiap 10 detik.

Namun para ahli tidak merekomendasikan untuk melarang alkohol. Dalam segala hal, perang terhadap narkoba telah dianggap gagal, dan negara-negara yang menghindari peraturan-peraturan keras, dan mengimplementasikan dekriminalisasi, pengurangan bahaya dan edukasi, telah melihat hasil yang cukup signifikan untuk menurunkan penyalahgunaan obat.

 

(Sumber : Youtube)

Berita Terkait

SMK BUDHI WARMAN II Gelar LDKMB bersama Dirgantara Outbond Training Depok Tahun 2026
Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Depok Berlakukan PJJ Mulai Hari Ini
80 Persen Pengurus PPP Depok Periode 2026-2031 Didominasi Gen Z
Pemkot Depok Perkuat Ekosistem Toleransi hingga Tingkat RW
80 Peserta PKA Mabes TNI Studi Lapangan di Kota Depok
JUSS Jadi Ruang UMKM Depok Perluas Pasar dan Naik Kelas
Pemkot Depok Sediakan Ruang Publik untuk Lansia Tetap Aktif dan Produktif
DPRD Banten Studi Tiru Pengembangan UMKM dan Industri Kreatif di Depok

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:48 WIB

SPN Polda Metro Jaya Bagikan Masker ke Warga

Senin, 7 September 2026 - 12:44 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Muncul di Depok hingga Senin Pagi

Minggu, 6 September 2026 - 22:17 WIB

Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Depok Terapkan PJJ Dua Hari

Minggu, 6 September 2026 - 20:15 WIB

Menyala! SDI Ramah Anak Raih Juara Dua Futsal Raden Patah Kreasi 2026

Minggu, 6 September 2026 - 18:45 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Polres Metro Depok Bagikan 1000 Masker

Minggu, 6 September 2026 - 17:54 WIB

80 Persen Pengurus PPP Depok Periode 2026-2031 Didominasi Gen Z

Minggu, 6 September 2026 - 17:45 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Depok, Berikut Langkah Pemkot Depok Tangani Ini.

Minggu, 6 September 2026 - 17:34 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Guyur Wilayah Depok

Berita Terbaru

SPN Polda Metro Jaya memabgikan masker kepada masyarakat di area sekitar SPN Polda Metro Jaya. (Foto: Dokumentasi istimewa)

Berita

SPN Polda Metro Jaya Bagikan Masker ke Warga

Senin, 7 Sep 2026 - 17:48 WIB