Pemkot Depok Perkuat Ekosistem Toleransi hingga Tingkat RW

- Reporter

Minggu, 6 September 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperkuat ekosistem toleransi hingga tingkat masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah kebijakan yang mendorong keberagaman dan kebersamaan warga.

Wali Kota Depok, Supian Suri, mengatakan toleransi menjadi modal penting bagi masyarakat Depok yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang beragam.

Hal itu disampaikannya usai menjadi pembicara dalam webinar Indeks Kota Toleran Setara Institute secara virtual di Ruang DeCOR lantai 5 Balai Kota Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Jumat (4/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wali Kota Banjarmasin Yamin HR, Wali Kota Singkawang Tjai Chui Mie, serta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

“Sejak awal visi kami Bersama Depok Maju meyakini bahwa kita enggak mungkin bisa hidup, punya cita-cita, dan mewujudkan apa yang menjadi harapan bersama tanpa ada toleransi. Jadi kami sangat meyakini toleransi menjadi modal utama,” kata Supian.

Menurutnya, upaya membangun toleransi dimulai dari lingkungan internal pemerintahan dengan memberikan kesempatan kepada pejabat tanpa membedakan latar belakang.

Salah satu contohnya, Kecamatan Sukmajaya kini dipimpin oleh seorang camat yang berasal dari kelompok agama minoritas.

Kebijakan berikutnya dilakukan dengan memperkuat toleransi di tingkat RW. Pemkot Depok mengalokasikan dana kelurahan sebesar Rp300 juta untuk setiap RW, yang salah satu pemanfaatannya diarahkan untuk kegiatan wisata keberagaman.

“Di sanalah kita berharap dapat membangun toleransi. Pak RW mengundang seluruh masyarakat, mengajak untuk satu event acara dengan anggaran APBD, sehingga terbangun kebersamaan dan toleransi,” ujarnya.

Supian juga mencontohkan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Margonda Raya-Arief Rahman Hakim setiap pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Pada waktu tersebut, sebagian warga non-Muslim biasanya menjalankan ibadah di tempat ibadah. Keberadaan CFD mendorong masyarakat untuk saling berbagi ruang dan akses, yang dinilai menjadi salah satu contoh penerapan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Pemkot Depok juga terus bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Warga diberikan ruang untuk mengekspresikan budaya, suku, dan agamanya.

“Kami juga terus bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam melayani masyarakat. Pemerintah juga memberikan masyarakat untuk mengapresiasikan budaya, suku, dan agamanya,” paparnya.

Supian menyebut berbagai upaya tersebut turut mendorong perbaikan posisi Depok dalam indeks toleransi. Kota Depok kini disebut telah keluar dari 10 besar daerah dengan skor toleransi terendah dan berada di peringkat 78.

“Kami yakin Kota Depok bisa akan menjadi contoh terhadap kota atau kabupaten yang lain, mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar yang bisa kita lakukan terus-menerus,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
Perkuat Pendampingan Keluarga, Wihaji Pastikan Komitmen Penurunan Angka Stunting
HUT ke 18, PIRA Depok Peduli Kompak Bergerak dan Berdampak
PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini
Dana RW Rp300 Juta Bukan Sekadar Bangun Jalan! RW 10 Kelurahan RJB Pancoran Mas Kota Depok Depok Pilih Mobil Siaga, Ini Alasannya
PRIMAGEN dan FORKESI Hadirkan Tes Pemetaan Minat Bakat Anak Spesial di SPEKIX 2026
Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Rasakan Banyak Manfaat, Warga Sukatani Tapos Ingin Wisata Keberagaman terus Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Wajah Baru Jalan Cinere Raya, Bebas Macet Akhir 2026!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Siap-Siap! Kawasan GDC Depok Bakal Dibikin Lebih Paten.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Jangan Coba-Coba Bakar Sampah di Depok, Dendanya Bikin Warga Meringis!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Damai di Bumi Wiyata: Pemkot Depok Banjir Apresiasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Pemkot Depok Bagikan 1 Ton Beras di Jatijajar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:26 WIB

DLHK Depok Dorong Warga Kemirimuka Aktif Pilah Sampah dan Manfaatkan Bank Sampah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Nggak Perlu Jauh! Warga Pondok Cina Bisa Urus Adminduk Langsung Dekat Rumah!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:21 WIB

Ratusan Pelajar SD Depok Sabet Juara LLP 2026, Lima Siswa Tembus Kancah Nasional dan Provinsi

Berita Terbaru

Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok saat ini sedang menata area Jalan Cinere Raya yang berlokasi di Kecamatan Cinere. (Foto: Dok. DPUPR)

Berita Depok

Wajah Baru Jalan Cinere Raya, Bebas Macet Akhir 2026!

Rabu, 14 Okt 2026 - 20:07 WIB

Pada Rabu (14/10/26), DPUPR Kota Depok mendatangi kawasan Grand Depok City (GDC) untuk melakukan peninjauan bersama BKD dan instansi terkait. (Foto: Dok. DPUPR)

Berita Depok

Siap-Siap! Kawasan GDC Depok Bakal Dibikin Lebih Paten.

Rabu, 14 Okt 2026 - 20:04 WIB

Penandatanganan Perjanjian Bersama antara Serikat Pekerja PT Bumiputera Wisata (Hotel Bumi Wiyata) dan pihak manajemen berlangsung di Ruang Bougenville pada Selasa (13/10/26), disaksikan langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri. (Sumber foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Damai di Bumi Wiyata: Pemkot Depok Banjir Apresiasi

Rabu, 14 Okt 2026 - 17:13 WIB