Mendidik Dengan Kasih Dan Cinta

- Reporter

Jumat, 8 Oktober 2021 - 14:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Mencari sekolah terbaik untuk anak adalah bagian dari tanggungjawab orang tua. Oleh sebab itu, setiap tahun ajaran baru orang tua akan berupaya untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah terbaik yang ada di lingkungan mereka. Namun, oleh karena terbatasnya daya tampung, orang tua seringkali harus kecewa karena anaknya tidak diterima di sekolah yang diidamkan.

Kegagalan sang anak masuk sekolah favorit akan berujung pada biaya pendidikan yang membengkak. Biasanya, karena tidak masuk sekolah favorit yang berbiaya murah, demi memberikan pendidikan yang terbaik pada sang anak, orang tua akan memilih memasukan anaknya ke sekolah favorit lain dengan status milik swasta, tapi tentunya dengan biaya yang sangat mahal. Namun, bagi orang tua, apapun akan mereka korbankan demi memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya.

Hampir semua orangtua dengan ikhlas akan bekerja keras demi memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya. Pasalnya, seorang anak, bukan hanya sebagai karunia dari Tuhan yang wajib disyukuri, tetapi juga sebagai amanah yang musti dijaga dan dididik. Keberhasilan mengantarkan anak menjadi manusia yang berilmu, memiliki pekerjaan yang baik, dan sukses di masa depan adalah kebahagiaan bagi orang tua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, orang tua harus menyadari, pendidikan anak tidak bisa diserahkan semata-mata hanya kepada sekolah formal. Memang, memberikan pendidikan formal yang baik kepada anak itu penting, tetapi sebenarnya yang jauh lebih penting adalah pengasuhan yang tepat dari orang tua di rumah. Orang tua harus mampu menjadi “guru pertama” bagi anak-anak mereka. Orangtua harus menjadi pendidik terbaik bagi anak-anaknya, terutama dalam pembentukan karakter.

Penanaman karakter yang baik adalah bagian terpenting dalam sebuah proses pendidikan. Sejak dini, seorang anak seyogyanya telah ditanamkan nilai-nilai moral, kejujuran, dan ketuhanan, sehingga kelak ia menjadi pribadi yang baik dan berbudi pekerti luhur. Dia akan tumbuh menjadi manusia yang berguna bagi sesama, peduli, dan taat kepada aturan Tuhan. Dia menyadari kehidupan ini hanyalah jembatan bagi kehidupan yang abadi di akhirat. Oleh sebab itu, dia akan menjaga setiap langkahnya agar tidak terpeleset hingga membuatnya jatuh ke jurang kehinaan.

Dengan pengasuhan yang tepat, dari dalam diri anak akan muncul unsur-unsur kebaikan sebagai sumber kebahagiaaan. Sosok anak yang demikianlah yang disebut sebagai perhiasan dunia, yang senantiasa memberikan kebahagiaan kepada orang tuanya. Dia akan berbakti kepada orang tuanya, berkontribusi positif bagi kehidupan sosial, dan berperan bagi kemajuan peradaban dunia.

Orang tua harus hati-hati di tengah era digital seperti sekarang, karena kecepatan arus informasi dengan mudah bisa merubah nilai-nilai yang dianut anak kita. Pengaruh luar yang tidak baik bisa saja membuat anak-anak kita tercerabut dari nilai-nilai keagamaan, budaya, dan moral yang diajarkan dalam keluarga. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi era yang ‘serba boleh’ seperti sekarang, orang tua harus memberikan perhatian ekstra terhadap nilai-nilai yang tertanam dalam diri anaknya, yang seringkali berasal dari sumber yang tidak benar. Orang tua wajib menjadikan ajaran agama dan budaya sebagai rujukan utama dalam mendidik anak. Jika tidak, kelak anak akan terperosok ke dalam jurang kenistaan.

Orang tua harus memperhatikan setiap nilai yang berkembang pada diri anaknya. Jika ada sesuatu yang menyimpang, dan tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya, maka segeralah berikan penanganan dengan baik. Dengan demikian, diharapkan sang anak terhindar dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depannya. Orang tua harus peduli dengan pendidikan anaknya, sebab mengabaikan pendidikan anak, berarti membiarkan mereka menjadi sumber bencana, malapetaka, dan kesengsaraan.

Melihat tuntutan dan tanggung jawabnya yang besar, orang tua harus memberikan perhatian penuh kepada pendidikan anak-anaknya. Rumah harus dijadikan tempat untuk pembentukan jiwa, akal, kebiasaan, kencenderungan dan kepribadian anak. Orang tua hendaknya menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya agar fungsi rumah – sebagai tempat pendidikan pertama dan terbaik – dapat berjalan maksimal. Pendidikan di rumah harus dilakukan secara seimbang, baik fisik, akal, maupun rohani.

Orangtua yang memahami konsep pendidikan dengan baik akan mengetahui kondisi kejiwaan anak-anaknya, sehingga mereka pun akan memperlakukan dan membimbing anak-anaknya dengan baik pula. Mereka mencurahkan cinta kepada anak-anaknya dengan beragam cara, mendekati dengan memperhatikan tingkat kemampuan intelektualitas dan waktu si anak, mencari tahu tempat bermainnya, bercanda, berbasa-basi, serta mengucapkan kata-kata yang menyenangkan dan menarik. Semua itu akan menambah rasa cinta dan sayang anak kepada orang tua.

Dengan pendekatan kasih dan cinta, anak-anak akan mendengarkan dan mengikuti bimbingan dan arahan orang tua dengan penuh semangat dan keseriusan, sehingga ketaatan yang mereka tunjukkan benar-benar bermuara dari hati yang paling dalam. Orang tua harus memahami, terdapat perbedaan antara ketaatan yang bersumber dari hati dan berdasar atas cinta kasih, penghormatan, penghargaan dan kepercayaan, dengan ketaatan palsu yang berdasarkan kepada kekasaran, kekerasan, paksaan, dan ketidakhormatan. Ketaatan berdasarkan atas cinta kasih, penghormatan, penghargaan dan kepercayaan merupakan ketaatan yang abadi, kuat, dan membuahkan hasil. Sedangkan ketaatan palsu yang berdasarkan kekasaran, kekerasan, paksaan, dan ketidakhormatan bersifat temporer dan mandul, serta berlangsung cepat seiring hilangnya kekerasan, kekasaran, dan paksaan itu. Oleh karena itu, orang tua harus mengasuh dengan kasih dan cinta agar anak betul-betul taat yang sesungguhnya.

Mengasuh dan mendidik melalui kasih dan cinta dapat dilakukan dengan memperbanyak menghabiskan waktu bersama sang anak. Orang tua perlu menciptakan suasana yang penuh keterbukaan dan keakraban pada anaknya. Orang tua tidak boleh berpandangan bahwa keterbukaan dan kedekatan dengan anak akan merusak wibawa mereka. Pandangan seperti ini jelas salah, karena keterbukaan dan keakraban merupakan salah satu cara terbaik dalam mendidik anak. Mari kita didik anak-anak kita dengan kasih dan cinta dengan membangun suasana penuh kehangatan, keterbukaan dan keakraban di tengah-tengah keluarga.*Bekerja di BKKBN

<

Berita Terkait

Perkuat Program Kaderisasi SDM, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kerjasama Dengan Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta*
Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?
Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah
Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”
Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat
Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat
Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra
Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Berita Terkait

Kamis, 25 Juli 2024 - 10:19

Perkuat Program Kaderisasi SDM, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kerjasama Dengan Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta*

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:31

Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Berita Terbaru