Depok Catat Rekor Kasus Baru Covid-19 Terbanyak Kedua Selama Masa Pandemi

- Reporter

Kamis, 5 Agustus 2021 - 19:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com– Pemerintah Kota Depok mencatat sebanyak 1.305 kasus baru Covid-19 pada Rabu (4/8/2021). Jumlah tersebut merupakan terbanyak kedua selama masa pandemi, hanya terpaut 31 kasus dibandingkan rekor pada 5 Juli 2021 yang tercatat 1.336 kasus baru.

Selain itu, terdapat 1.417 pasien yang diklaim pulih dan 16 orang pasien Covid-19 meninggal dunia, kemarin.

Kasus aktif Covid-19 di Depok kini berkurang 128 orang menjadi 9.801 pasien yang masih harus menjalani isolasi dan perawatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski tren kasus sudah turun dari puncak gelombang kedua, tetapi kondisi pandemi di Depok saat ini masih jauh di atas puncak gelombang pertama pada 30 Januari 2021 dengan 5.011 orang kasus aktif saat itu.

Berikut rincian kasus perkembangan berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok:

Kasus kumulatif (keseluruhan)

1. Pasien positif: 91.136 (bertambah 1.305)
2. Pulih: 79.564 (bertambah 1.417)
3. Wafat: 1.771 (bertambah 16)
– PDP wafat: 122 (data terakhir per 19 Juli 2020)
4. Probabel: 430 (orang tanpa gejala, kontak erat dengan pasien Covid-19)
5. Kontak erat: 73.885 (demam atau ISPA, tanpa pneumonia)
6. Suspek: 25.135 (demam, ISPA, dan pneumonia)

Kasus aktif (sedang dirawat/ditangani, dipantau, dan diawasi)
1. Pasien positif sedang diisolasi dan dirawat: 9.801 (berkurang 128)
2. Probabel: 5 (orang tanpa gejala, kontak erat dengan pasien Covid-19)
3. Kontak erat: 4.416 (demam atau ISPA, tanpa pneumonia)
4. Suspek: 439 (demam, ISPA, dan pneumonia)

Terkait kasus Covid-19, warga Depok dapat menghubungi call center nomor darurat di nomor 112 dan 119. Untuk pertanyaan umum, warga Depok bisa menelepon nomor 08111232222.

(Rohmat)

<

Berita Terkait

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?
Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah
Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”
Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat
Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat
Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra
Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T
Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:44

Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:44

Inspirasi Berpolitik dari Sang Guru

Berita Terbaru