Industri Kesehatan Dinilai Perlu Kolaborasi Untuk Mandiri

- Reporter

Jumat, 16 Juli 2021 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com– Industri kesehatan dalam negeri dinilai memerlukan adanya kolaborasi antar pemangku kepentingan agar bisa mandiri memenuhi kebutuhan di sektor kesehatan Indonesia.

“Kerja sama atau kolaborasi bisa dilakukan di bidang inovasi dan riset dalam menghasilkan produk industri kesehatan seperti obat-obatan,” kata Pesiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius, dalam acara Investor Daily Summit yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan riset di sektor kesehatan dalam penemuan terapi obat-obatan membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga membutuhkan kolaborasi untuk percepatan.

“Pertama memang inovasi riset untuk menemukan molekul baru dan teknologi baru. Kalau tidak bisa dilakukan sendiri, kita juga bisa membangun kolaborasi antara akademisi, bisnis, government dan community,” kata Vidjongtius.

Menurutnya kemandirian di industri kesehatan dalam negeri masih membutuhkan investasi yang cukup besar dari hulu ke hilir. Dia mencontohkan kolaborasi yang dilakukan oleh Kalbe Farma dalam uji klinis imunomodulator untuk pasien COVID-19.

Proses uji klinis ini dapat dilakukan lebih cepat melalui kolaborasi dibandingkan melakukan riset sendiri. Kolaborasi lainnya yang dilakukan oleh Kalbe Farma adalah dalam pelaksanaan uji klinis vaksin COVID-19 GX-19N.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menuturkan kebutuhan untuk industri kesehatan seperti farmasi dan alat kesehatan di dalam negeri harus lebih dikembangkan secara mandiri.

Hal tersebut dimaksudkan supaya Indonesia tidak mengalami ketergantungan bahan baku obat yang harus impor atau alat kesehatan dari luar negeri di saat krisis kesehatan seperti saat ini. Oscar juga mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi ktergantungan impor bahan baku obat.

“Situasi krisis Covid-19 menjadi pelajaran sangat berharga bahwa Indonesia bisa berbuat lebih dari biasanya. Kemampuan industri jasa kesehatan farmasi, alat kesehatan dalam negeri, produk farmasi merupakan salah satu kebutuhan esensial dan dapat menjamin ketahanan nasional,” kata Oscar.

Menurutnya, industri farmasi dan alat kesehatan di Indonesia memiliki kapasitas untuk mendorong produksi dalam memenuhi kebutuhan sektor kesehatan di Indonesia.

Dari total 19 jenis alat kesehatan yang termasuk dalam 10 besar transaksi berdasarkan nilai dan jumlah produknya, hampir 90 persennya sudah mampu diproduksi di dalam negeri.

Berita Terkait

Konstruksi Rumah Kreatif Anak Istimewa Depok Dimulai Awal Juli 2026
SENGIT! Inilah 4 Perusahaan Alumni Gontor yang Lolos ke Babak Presentasi INVESTMENT WAR EXPO FORBIS 2026
Family Gathering Ar-Rahman Islamic School Ke Ciwidey Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026
Tegakkan Perda KTR, Pemkot Depok Perkuat Pengawasan Mulai dari Internal Pemerintah
Progres Pembangunan DOS III Depok Capai 40 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir 2026
SMP Pasar Minggu Jakarta Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026
Himpun Dana Rp13 Miliar, LAZISNU Depok Berhasil Bantu Jangkau 60 Ribu Warga
Sinergi UIII dan Kecamatan Sukmajaya Hijaukan Sempadan Kali Cijantung dengan Ratusan Pohon

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:03 WIB

Konstruksi Rumah Kreatif Anak Istimewa Depok Dimulai Awal Juli 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:43 WIB

SENGIT! Inilah 4 Perusahaan Alumni Gontor yang Lolos ke Babak Presentasi INVESTMENT WAR EXPO FORBIS 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:39 WIB

Family Gathering Ar-Rahman Islamic School Ke Ciwidey Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:35 WIB

Tegakkan Perda KTR, Pemkot Depok Perkuat Pengawasan Mulai dari Internal Pemerintah

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:31 WIB

Progres Pembangunan DOS III Depok Capai 40 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:46 WIB

Himpun Dana Rp13 Miliar, LAZISNU Depok Berhasil Bantu Jangkau 60 Ribu Warga

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:45 WIB

Sinergi UIII dan Kecamatan Sukmajaya Hijaukan Sempadan Kali Cijantung dengan Ratusan Pohon

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:25 WIB

Pemkot Depok Kaji Ulang Penerapan UHC, Utamakan Bantuan Kesehatan Tepat Sasaran

Berita Terbaru