oleh

Penuhi Nutrisi Harian dan Olahraga Teratur Agar Tetap Aktif di Usia Lanjut

SiaraanDepok.com- Jakarta, 21 Mei 2021 – KALBE Nutritionals melalui produk nutrisi harian agar warga lanjut usia (lansia) tetap aktif yaitu Entrasol, menyambut kehadiran Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2021 dengan  menegaskan dukungannya dalam memberikan edukasi dan nutrisi  terbaik untuk membantu memenuhi nutrisi harian lansia atau mereka yang sudah mencapai usia 60 tahun ke atas di Indonesia agar tetap aktif dan lebih sehat di usia senjanya. Serangkaian kegiatan yang akan digelar secara online telah disiapkan, mulai dari webinar ilmiah untuk tenaga medis, talkshow kesehatan untuk publik yang diadakan secara gratis, hingga secara khusus KALBE Nutritionals akan meluncurkan produk terbaru pada Hari Lanjut Usia Nasional yang akan datang. Harapannya dengan pelaksanaan kegiatan ini, masyarakat terutama warga lansia dapat memahami bagaimana menjadi tua dengan tetap aktif, lebih sehat, dan lebih kuat.

Christofer Samuel Lesmana, Group Business Unit Head Entrasol KALBE Nutritionals merasa momentum HLUN 2021 adalah kesempatan membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga lansia agar tetap aktif dan sehat.

“Untuk itu, Entrasol mengajak para lansia untuk meramaikan dan mendapatkan edukasi mengenai pentingnya nutrisi harian dan olahraga. Selain itu, pada kesempatan yang sama, Entrasol juga akan meluncurkan produk terbarunya sebagai bentuk apresiasi kepada para lansia, agar nutrisi harian mereka terus terpenuhi sehingga mereka bisa tetap aktif dan bahagia.“ ungkap Christofer.

Menurutnya Sensus Penduduk tahun 2020 mencatat jumlah lansia di Indonesia mencapai 26,82 juta jiwa atau sekitar 9,92% dari keseluruhan penduduk di Indonesia. Sementara PBB juga merilis data bahwa Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah penduduk lansia terbanyak ke-8 di dunia. Dengan demografi penduduk lansia yang begitu besar, wajar jika kondisi kesehatan, potensi ekonomi, keadaan sosial, dan akses penduduk lansia terhadap berbagai perlindungan serta pemberdayaan bagi peningkatan kualitas hidupnya menjadi penting untuk diperhatikan.

Christofer menambahkan bahwa bertambah tua adalah pasti, serta bagian normal dari kehidupan dan penuaan memang akan  mempengaruhi setiap orang secara fisik dan mental. Apalagi di masa sekarang ini, masyarakat juga menghadapi ancaman penuaan dini akibat paparan radikal bebas. Seiring waktu, kerusakan DNA dan dampak negatif lainnya, akan mempercepat penuaan sebelum waktunya. Dengan bertambahnya usia, menjadi penting untuk terus mempraktikkan kebiasaan hidup sehat agar kualitas hidup lansia menjadi jauh lebih baik. Kualitas hidup lansia yang lebih baik akan mengurangi kemungkinan munculnya berbagai hambatan kognitif dan penurunan fisik yang terlalu ekstrem, tidak mudah terkena penyakit berat, dan bahkan membantu mengurangi stres. Proses penuaan tidak bisa dilawan, tetapi perlu diingat bahwa banyak upaya yang bisa dilakukan untuk menjalani usia senja dengan sehat, tetap aktif, dan kuat, salah satunya dengan mengonsumsi nutrisi harian yang tepat dan olahraga.

Sementara itu Prof. DR. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M-Epid, FINASIM, Dokter Penyakit Dalam Sub Spesialis Geriatri FKUI RSCM dan Ketua PB Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi), menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia memang tak terelakkan terjadi perubahan-perubahan fisik pada lansia.

“Lansia biasanya mengalami setidaknya 5-10 jenis masalah kesehatan. Mulai dari pneumonia, hipertensi, diabetes, stroke, katarak, hingga sarkopenia/penurunan massa otot. Terlebih lagi paparan radikal bebas juga bisa mempercepat/memperburuk proses penuaan. Selain itu juga ada gangguan psikologis seperti demensia, depresi dan penurunan kapasitas fungsional sampai membutuhkan caregivers. Untuk itu, disarankan agar lansia melakukan pemeriksaan rutin minimal setahun sekali dan melakukan upaya pencegahan agar penyakitnya tidak semakin parah, serta yang paling penting bagi lansia adalah tetap aktif agar kualitas hidup lebih baik,” ungkap Prof. Siti Setiati.

Dirinya menjelaskan selama ini, kebanyakan orang masih berpendapat bahwa bertambahnya usia berarti kesehatan akan menurun, atau bahkan tidak berdaya. Padahal, WHO telah mencetuskan konsep “active aging”, sebagai proses optimalisasi kesempatan kesehatan, partisipasi, dan keamanan guna meningkatkan kualitas hidup seiring bertambahnya usia. Artinya kita dapat dan perlu menciptakan lingkungan yang memungkinkan seseorang terus aktif dan sehat, serta berfungsi dengan optimal secara fisik, sosial, maupun psikologis dalam kehidupannya sehari-hari, sampai berapapun usia mereka. Proses penuaan terjadi seperti sebuah kurva, pada awal kehidupan tubuh mengalami pertumbuhan pesat hingga mencapai puncaknya, lalu setelahnya terjadi penurunan kondisi fisik, dimulai dari bagian luar seperti kulit dan wajah, lalu diikuti juga perubahan bagian dalam tubuh, seperti penurunan kerja organ tubuh yang bisa mempengaruhi kualitas kesehatan.

Dilain pihak Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK (K), Dokter Spesialis Gizi Klinik dan juga Dosen Ilmu Gizi di Universitas Indonesia juga menekankan pentingnya nutrisi untuk memelihara kesehatan lansia.

“Orang tua, khususnya yang berusia lebih dari 60 tahun cenderung lebih rentan terhadap kekurangan nutrisi dan berbagai masalah gizi lainnya, bahkan bisa sampai mengalami malnutrisi. Nutrisi yang tepat sangat dibutuhkan untuk membantu pemeliharaan kesehatan dan mengurangi timbulnya penyakit kronis. Nutrisi harian yang mengandung protein, serat, omega 3 dan 6, vitamin, mineral serta antioksidan sangatlah penting untuk menjaga kesehatan lansia terutama untuk menjaga agar lansia tetap aktif,” papar dokter Fiastuti.

dokter fiastuti mengungkapkan sangat penting bagi lansia dan keluarganya untuk memastikan lansia mendapatkan nutrisi harian yang dibutuhkannya. Nutrisi tersebut bisa dipenuhi dengan mengonsumsi lebih banyak buah, sayuran, daging tanpa lemak, serta ikan, para lansia juga disarankan mengonsumsi nutrisi tambahan seperti susu karena mudah dicerna, terutama susu yang kaya dengan kandungan tinggi protein, Vitamin D, Vitamin B-12, kalsium dan serat.

Menurut dokter fiastuti proses penuaan tidak harus identik dengan penyakit bila kita memahami cara menjaga kesehatan lansia dengan baik dan tepat. Tentunya tidak ada yang mau merasa dibatasi oleh kesehatan, termasuk para lansia. Masih begitu banyak aspek yang bisa dipelajari tentang cara menjaga lansia agar tetap sehat dan aktif melalui asupan Nutrisi Harian hingga Olahraga yang teratur dan tepat. Semuanya akan dibahas lebih lanjut oleh Entrasol dalam rangka HLUN 2021 dengan topik “Peran Nutrisi Harian untuk Lansia Agar Tetap Aktif dan Fit“ pada Sabtu, 29 Mei 2021 mulai pk. 15.00 WIB. Di kegiatan ini, para lansia dan anggota keluarganya dapat berdiskusi langsung dengan dr.Lazuardhi Dwipa, Sp.PD-KGER, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri di RS Hasan Sadikin Bandung dan dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO, Spesialis Kedokteran Olahraga. Kegiatan ini dapat diikuti secara gratis dengan mendaftarkan diri di http://bit.ly/RegisterHLUN.

“Tidak ada kata terlambat untuk memulai dan masih banyak hal dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan agar kualitas hidup lansia menjadi lebih baik lagi. Menjalani usia senja dengan tetap aktif merupakan impian bagi setiap orang.  Oleh karena itu, Entrasol sangat bersemangat untuk menyebarkan edukasi secara masif, sehingga warga lansia khususnya di Indonesia bisa mendapatkan asupan nutrisi setiap hari yang tepat. Entrasol yang diformulasikan khusus dengan kandungan tinggi protein serta dilengkapi ekstrak buah zaitun mendukung lansia agar bisa tetap aktif, sehat, dan menjalani usia senjanya dengan bahagia,” tutup Christofer Samuel Lesmana.

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru