Aparat gabungan Polda Jatim dan Polres Malang menangkap Pembuat Senjata Api Ilegal di Malang

- Reporter

Jumat, 23 April 2021 - 11:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Kamis dini hari, 22 April 2021, warga Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan inisial AR ditangkap di rumahnya oleh satuan gabungan Polda Jatim dan Polda Malang atas tuduhan senjata api ilegal.

Tersiar kabar bahwa pria itu telah ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror polri, tetapi kemudian diklarifikasi. Detasemen Khusus 88 hanya memantau penangkapan untuk memastikan bahwa produsen senjata tersebut terkait dengan organisasi teroris yang ditangkap beberapa waktu lalu.

“Jadi yang menangkap itu gabungan Polda sama Polres Malang. Densus 88 itu sifatnya membantu aja memonitor apakah ada kaitannya pelaku-pelaku teroris yang sudah ditangkap sama Densus,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi yang menangkap itu gabungan Polda sama Polres Malang. Densus 88 itu sifatnya membantu aja memonitor apakah ada kaitannya pelaku-pelaku teroris yang sudah ditangkap sama Densus,” terang Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Gatot mengatakan, polisi masih menyelidiki untuk mengetahui apakah pria itu terkait terorisme. Pasalnya, penangkapan tersebut murni rakitan senjata api ilegal yang dilakukan oleh Polda Jatim dan Polres Malang.

Gatot mengatakan bahwa hanya satu orang ditangkap karena senjata buatan sendiri. Tersangka AR beserta berbagai barang bukti, seperti potongan besi yang akan digunakan sebagai senjata, telah dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya.

“Ada beberapa barang bukti yang memang bergeser ke sana karena ada mesin pembuat senjata rakitan di bawa ke Polda. Sampai saat ini arah ke sana (dugaan berkaitan dengan terorisme) belum ada. Jadi murni pembuatan senjata api ilegal. Ada beberapa masih bentuk rakitan, belum jadi, masih ada bentuk besi,” ujarnya.

 

(DL)

<

Berita Terkait

Grand Syaikh Al-Azhar Apresiasi Pondok Pesantren Darunnajah Dalam Memperkuat Pendidikan Agama Islam di Indonesia
Ulama Besar, Grand Syaikh Al-Azhar Bakal Hadir di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta
Madina Muharram Festival 1446 H, Ramah Keluarga, Beribu Manfaat
Alumni Muda Gontor Sambut Baik Sejumlah Pendukung Idris Balik Arah Jagokan Supian Suri
Keluarga Besar SDIT & SMPIT ARRAHMAN DEPOK 2024 Adakan TRIP Ke Pangandaran bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok
Hj Nurhayati: Stunting Ini Bisa Diselesaikan Asal ….
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Hadiri Tajamuk Kader Pesantren & Kiai Muda FPAG se Indonesia di Pondok Modern Darussalam Gontor
Buka Workshop Pemutakhiran PK-24, Fazar: Jaga Kualitas Data!

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:58

Grand Syaikh Al-Azhar Apresiasi Pondok Pesantren Darunnajah Dalam Memperkuat Pendidikan Agama Islam di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 - 13:01

Ulama Besar, Grand Syaikh Al-Azhar Bakal Hadir di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Senin, 8 Juli 2024 - 18:38

Madina Muharram Festival 1446 H, Ramah Keluarga, Beribu Manfaat

Senin, 8 Juli 2024 - 18:30

Alumni Muda Gontor Sambut Baik Sejumlah Pendukung Idris Balik Arah Jagokan Supian Suri

Sabtu, 6 Juli 2024 - 12:19

Aliansi BEM PTMA-I Zona 3 Minta Polisi Usut Tuntas Sejumlah Kasus Represifitas

Sabtu, 6 Juli 2024 - 08:04

Hj Nurhayati: Stunting Ini Bisa Diselesaikan Asal ….

Kamis, 4 Juli 2024 - 14:51

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Hadiri Tajamuk Kader Pesantren & Kiai Muda FPAG se Indonesia di Pondok Modern Darussalam Gontor

Selasa, 2 Juli 2024 - 22:12

Buka Workshop Pemutakhiran PK-24, Fazar: Jaga Kualitas Data!

Berita Terbaru