Bahaya Merokok setelah makan. Bisa memicu obesitas lho!

- Reporter

Selasa, 9 Maret 2021 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siarandepok.com – Merokok setelah makan telah menjadi kebiasaan sebagian besar perokok aktif. Merokok sendiri terbukti berbahaya bagi kesehatan. Namun, diyakini bahwa risiko merokok setelah makan lebih besar daripada merokok di waktu-waktu lainnya. Apakah tepat?

Bahaya merokok setelah makan bagi sebagian orang, merokok ibarat “pasangan hidup” dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya setelah makan. Bagi mereka, merokok setelah makan dapat merilekskan tubuh dan pikiran serta mengurangi rasa mual atau bau mulut, namun hati-hati, karena kebiasaan ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Para ahli medis percaya bahwa merokok setelah makan sepuluh kali lebih berbahaya daripada merokok di waktu lain. Anda perlu mewaspadai bahaya merokok setelah melakukan diet berikut:

 

  1. Risiko penyakit jantung

Penelitian dalam jurnal penelitian Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menunjukkan bahwa merokok setelah menjalani diet jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Rokok adalah penyebab penyakit jantung.

Berdasarkan data yang diperoleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dari Pusat Dukungan Pengendalian Tembakau pada tahun 2015, sebanyak 183.000 kasus penyakit jantung koroner (PJK) di Indonesia pada tahun 2013 disebabkan oleh rokok.

Dalam makanan, darah akan mengikat lebih banyak udara. Alhasil, proses penyerapan zat menjadi lebih cepat. Jika Anda merokok setelah makan, zat di dalam rokok juga akan terserap dan cepat menyebar ke seluruh tubuh, termasuk jantung.

 

  1. Meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif

Bahaya merokok setelah makan dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif (PPOK). Seperti halnya penyakit jantung, PPOK disebabkan oleh paparan bahan kimia yang terkandung dalam rokok. Karena setelah makan, proses penyerapan zat termasuk zat yang ada di dalam rokok lebih cepat sehingga risiko merusak paru-paru semakin besar. PPOK

sendiri merupakan penyakit yang paling umum di antara para perokok. Pada 2013, kasus ini meningkat hampir 284.000.

 

  1. Mengganggu pencernaan

Penelitian di British Medical Journal menunjukkan bahwa merokok dapat mempercepat proses pengosongan lambung, namun yang menjadi masalah justru menyebabkan gangguan pencernaan. Penyakit sistem pencernaan yang dimaksud adalah ulkus duodenum, namun penelitian ini dipublikasikan pada tahun 1978 yang berarti penyakit tersebut sudah ada sejak lama. Pastikan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan.

 

  1. Mengganggu fungsi hati

Jika Anda tidak segera menghilangkan kebiasaan merokok setelah makan dan minum, hati juga ikut terpengaruh. Bahaya merokok setelah makan dan minum untuk kesehatan hati lagi-lagi karena zat racun dalam rokok lebih cepat bercampur dalam darah dan lebih banyak udara.

 

  1. Memicu obesitas

Banyak orang yang merokok sehabis makan karena justru ingin menjaga berat badan. Mereka menganggap porsi makan yang dikurangi dapat diganti dengan rokok agar perut tetap kenyang. Memang benar, rokok bisa menekan rasa lapar. Namun, penelitian tahun 2017 mengungkapkan jika rokok juga menyebabkan seseorang jadi lebih senang mengonsumsi makanan yang tinggi lemak seperti makanan cepat saji. Makanan yang kandungan lemaknya tinggi membuat berat badan naik lebih cepat. Jadi, sebaiknya makanlah dengan porsi cukup alih-alih mengurangi dan menggantinya dengan rokok.

 

Penulis (KA)

Editor (RR)

Berita Terkait

Cegah Mabuk Udara, Dinas Kesehatan Kota Depok Imbau CJH Jaga Kondisi Selama Penerbangan
Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Anugerah Sehat Afiat Jadi Harapan Warga Luar Daerah
Dinkes Depok Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Door to Door, Warga Pengasinan Sambut Antusias
Aspirasi Terwujud! Warga Depok Jaya Kini Miliki Ambulans Siaga untuk Layanan Darurat
Kunjungi Ibu Melahirkan Tepat Di Hari Keluarga, Menteri Wihaji Ingin Tradisi Ini Terus Terjaga
DP3AKB Jawa Barat Siap Wujudkan Keinginan Gubernur, Jawa Barat Bebas Stunting
Meriahnya CFD Perdana di Depok, Warga Padati Jalan Margonda
2 Menteri Pantau Program Makan Bergizi Gratis Tanpa Didampingi Wali-Wakil Wali Kota Depok

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Satgas Hijau GP Ansor Resmi Meluncur, Pesantren di Depok Siap Makin Asri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Lurah Mampang Minta 6 SPPG Segera Lengkapi Izin PBG

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Hari Santri Nasional 2026: Pesan Lurah Beji untuk Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Ratusan Santri di Depok Ikuti Apel HSN 2026 dengan Khidmat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:58 WIB

LKSA PRIMAGO Depok dapat apresisasi Santunan Yatim Pada Pelantikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bersama Bapak Wakil Walikota Depok

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Pemkot Depok x Fasilkom UI: Kolaborasi Bangun Kota

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Ratusan Santri Ikuti Kirab Santri 2026 di Depok, Tempuh Rute 1,3 Kilometer

Berita Terbaru

Lurah Mampang, Darmawansyah didampingi staf kelurahan menyerahkan surat imbauan pengurusan izin PBG kepada SPPG Mampang 2, pekan lalu. (Foto: dok. Kelurahan Mampang)

Berita Depok

Lurah Mampang Minta 6 SPPG Segera Lengkapi Izin PBG

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:04 WIB

Lurah Beji, Samsu Sadikin. (Foto: Dokumentasi Narasumber)

Berita Depok

Hari Santri Nasional 2026: Pesan Lurah Beji untuk Generasi Muda

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:59 WIB

Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026 dipimpin oleh Wali Kota Depok, Supian Suri pada Kamis (22/10/26). (Sumber foto: Siaran Depok/AN Rafi)

Berita Depok

Ratusan Santri di Depok Ikuti Apel HSN 2026 dengan Khidmat

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:43 WIB