Penderita Covid di RSUD Depok Mendapatkan Penanganan yang Maksimal

- Reporter

Kamis, 21 Januari 2021 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siarandepok.com – Sudah lebih dari 10 bulan kita hidup berdampingan dengan virus covid-19, kita harus melawan virus tersebut dengan sistem imun tubuh yang kuat agar tidak mudah terpapar virus covid-19. Kini kasus positif semakin bertambah karena adanya cluster, tidak hanya itu angka kesembuhan juga semakin bertambah.

RSUD Depok merupakan salah satu rumah sakit rujukan untuk pasien covid-19. Di sana pasien covid-19 mendapatkan perawatan yang maksimal. RSUD Depok mangutamakan pasien yang berdomisili di kota Depok. Namun tidak terkecuali di luar daerah Depok ada juga pasien di luar depok yang di rawat di sana.

Direktur utama RSUD Depok mengatakan pada awal pandemi pasien di sini bergejala ringan. Semakin ke sini pasien yang dirawat di sini bergejala sesak napas berat. Paling dominan di sini adalah pasien kritis.

Pasien dengan gejala yang mengharuskan mendapat penanganan dan perawatan khusus RSUD Depok sangat memperhatikannya.

Dengan meningkatnya kasus covid-19 itu menjadikan tempat rawat inap dan peralatan pun semakin berkurang.

“Memasuki ruang Covid harus menggunakan baju Hazmat, pasien yang menggunakan alat bantu pernapasan segala sesuatunya harus dibantu oleh perawat. Maksimal dua jam perawat berada diruang Covid. Prinsipnya, satu pasien tiga perawat sedangkan satu pasien di ICU satu orang perawat, Ruang Covid kelas 3 hanya di isi empat pasien dari kapasitas tujuh orang, kelas 2 di isi tiga pasien, kelas 1 di isi dua pasien sedangkan VIP hanya satu orang.” Jelas Devi.

Lanjutnya, ICU yang siap ada enam unit sedang NICU ada satu unit untuk bayi dan sedang dalam proses penambahan tiga unit lagi, mengingat sangat urgent. Pelayanan umum tetap buka, termasuk poliklinik namun dibatasi hanya 25 persen, demikian pula untuk dokter praktik buka seminggu tiga kali.

Devi selaku direktur utama juga mengatakan bahwa sebaiknya warga masyarakat Indonesia seharusnya diam di dalam rumah jika tidak ada kepentingan yang sangat mendesak. Sekarang semua sudah serba online jadi jangan keluar rumah hanya untuk kesenangan saja.

Di rumah pun kita harus mengimbangi gizi kita untuk memenuhi gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Mengonsumsi buah yang kaya akan kandungan juga diperlukan untuk meningkatkan sistem imun dan kekebalan tubuh kita.

Penulis (RR)

Berita Terkait

Pemkot Depok Targetkan UGK 93 Bidang Tanah Parung Bingung Rampung Desember 2026
143 SPPG di Depok Sudah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Pemkot Depok Usulkan 9 Hektare Lahan untuk Pertanian Pangan
DLHK Depok Benahi Fasilitas Alun-alun Barat, Pagar Retak Jadi Perhatian
DLHK Pastikan Kualitas Udara Depok Aman Sepekan Pascapaparan Abu Vulkanik
Penduduk Depok Tembus 2,05 Juta Jiwa, Perekaman KTP-el Capai 99,60 Persen
Chandra Rahmansyah Hadiri Hari Tenun Nasional 2026 di UI, Dorong Pelestarian Budaya
Satpol PP Depok Amankan 1.972 Botol Miras Ilegal
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:30 WIB

Pemkot Depok Targetkan UGK 93 Bidang Tanah Parung Bingung Rampung Desember 2026

Rabu, 16 September 2026 - 13:20 WIB

143 SPPG di Depok Sudah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Rabu, 16 September 2026 - 13:02 WIB

Pemkot Depok Usulkan 9 Hektare Lahan untuk Pertanian Pangan

Rabu, 16 September 2026 - 13:00 WIB

DLHK Depok Benahi Fasilitas Alun-alun Barat, Pagar Retak Jadi Perhatian

Selasa, 15 September 2026 - 20:37 WIB

DLHK Pastikan Kualitas Udara Depok Aman Sepekan Pascapaparan Abu Vulkanik

Selasa, 15 September 2026 - 20:32 WIB

Chandra Rahmansyah Hadiri Hari Tenun Nasional 2026 di UI, Dorong Pelestarian Budaya

Selasa, 15 September 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Depok Amankan 1.972 Botol Miras Ilegal

Selasa, 15 September 2026 - 20:27 WIB

Bagian dari Pendidikan, Santriwati Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Nobar Film ISTIMEWA di Bogor Trade Mall

Berita Terbaru