Pembaruan WhatsApp yang ‘Membingungkan’ Batas Waktu Diperpanjang

- Reporter

Selasa, 19 Januari 2021 - 15:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siarandepok.com – WhatsApp telah memperpanjang batas waktu. Di mana dua miliar penggunanya harus menerima syarat dan ketentuan, yaitu memperbarui atau berhenti menggunakan layanan.

Tanggal batas awal adalah 8 Februari 2021, tetapi pengguna sekarang memiliki waktu hingga 15 Mei untuk mengambil tindakan.

Perusahaan itu dikritik karena mengirimkan pemberitahuan tersebut, yang tampaknya menyarankan perubahan pada data yang akan dibagikannya dengan perusahaan induknya Facebook. Dikatakan ada “kebingungan” tentang pesannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak pengumuman dan pemberitahuan keluar di seluruh platformnya, jutaan orang di seluruh dunia telah mengunduh aplikasi perpesanan terenkripsi alternatif, seperti Signal dan Telegram.

Dalam sebuah posting blog, WhatsApp mengatakan pesan pribadi selalu dienkripsi dan akan tetap pribadi. Ia menambahkan bahwa praktik berbagi beberapa data pengguna dengan Facebook bukanlah hal baru dan tidak akan diperluas.

“Pembaruan tersebut mencakup opsi baru yang harus dimiliki orang untuk mengirim pesan ke bisnis di WhatsApp, dan memberikan transparansi lebih lanjut tentang cara kami mengumpulkan dan menggunakan data,” katanya.

Dalam postingan FAQ sebelumnya, WhatsApp menjelaskan bahwa data yang sudah dibagikannya dengan perusahaan Facebook lain meliputi:

  • Nomor telepon dan informasi lain yang diberikan pada saat pendaftaran (seperti nama).
  • Informasi tentang ponsel Anda, termasuk merek, model, dan perusahaan seluler.
  • Alamat IP Anda yang menunjukkan lokasi koneksi internet Anda.
  • Pembayaran dan transaksi keuangan apa pun yang dilakukan melalui WhatsApp.

Namun, hal ini tidak berlaku di Eropa dan Inggris Raya, di mana terdapat hukum privasi yang berbeda.

 

(EMY)

 

 

 

 

<

Berita Terkait

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?
Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah
Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”
Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat
Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat
Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra
Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T
Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:44

Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:44

Inspirasi Berpolitik dari Sang Guru

Berita Terbaru