siarandepok.com-Mohammad Idris meminta keterbukaan, transparansi atas survei organisasi perlindungan anak tingkat nasional, menemukan 93,7 persen siswi SMP dan SMA di Depok yang mengaku sudah tidak perawan lagi. Begitu pula dengan pernyataan anggota DPR di Komisi VIII dari Fraksi PKS yang menyebut kira-kira 70 persen siswi SMP di Depok tidak lagi perawan.
Menurutnya, hasil survei tersebut harus terbuka agar dapat menjadi acuan Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan perbaikan.
“Jika itu data lima tahun lalu dan sudah diumumkan, maka kami meminta keterbukaan survei agar Pemkot Depok dapat melakukan perbaikan” kata Mohammad Idris, Kamis (24/12/2020).
Dia menuturkan, Pemkot Depok selama ini sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah seks bebas di kalangan remaja. Seperti upaya preventif dengan mengedukasi remaja mengenai pengetahuan seks, apa dampak negatif yang didapat jika dilakukan bagi mereka yang belum menikah.
“Lewat Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK), generasi muda diberikan edukasi agar terhindar dari kenakalan remaja dan aktivitas yang tidak bermanfaat. Salah satunya lewat program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R),” tuturnya.
Dikatakannya, PIK-R menjadi wadah berkarya dan pembinaan kepada generasi muda atau remaja. Hingga kini Kota Depok sudah memiliki 121 PIK-R yang berada di sekolah dan masyarakat.
“Dari PIK-R ini, para remaja berusia 10-24 tahun tersebut akan mendapatkan banyak ilmu, dan nantinya bergabung di Forum Genre,” jelasnya.
Forum Genre ini, sambung Mohammad Idris, melakukan banyak aktivitas untuk menjadikan remaja di Depok berkualitas. Mereka kepanjangan tangan DPAPMK mensosialisasikan program.
“Yang salah satu programnya agar remaja jauh dari sex bebas, pernikahan dini dan narkoba,” tandasnya.










