oleh

Hasil Visum Korban Pencabulan Oknum Pengurus Gereja Keluar

Siaran Depok- Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur, yang TKP nya di salah satu tempat ibadah yang ada di wilayah Depok masih berlanjut, Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Depok Komisaris Polisi Wadi Sabani, update terakhir Dari dua visum yang kita layangkan, atau kita mohonkan. Yang satu sudah keluar, terhadap korban atas nama YJ itu sudah keluar terkait dengan hasil visum tersebut, kemudian untuk yang satunya lagi terkait korban DA itu masih menunggu dari rumah sakit Kramat Jati.

“untuk korban kita lakukan semacam trauma healing, kita bekerjasama dengan unit Perlindungan Anak pihak Dinas Sosial pemerintah kota Depok, dilakukan secara intens dan pendekatan-pendekatan psikologis kepada anak-anak yang menjadi korban,” ujar Wadi Sabani, Selasa (23/06/2020).

Wadi Sabani menambahkan dari hasil pemeriksaan dari si pelaku / tersangka sebetulnya lebih dari 2, namun tentunya kita juga harus melakukan pendalaman pemeriksaan. Terkait dengan pihak-pihak yang bersangkutan baik dari yang ditunjuk misalnya menjadi korban, kemudian orang tuanya itu masih kita lakukan pendalaman. Karena posisi orang-orangnya pun juga ada yang mungkin sudah tidak ada di wilayah Depok ini, atau sudah tersebar ke wilayah-wilayah yang lain.

“Nah itu nanti kita bersama dengan ahli dari psikologi melakukan pendalaman terkait dengan background atau latar belakang dari si pelaku, yang ditanyakan ‘Apakah si tersangka pernah mengalami hal yang sama,’ tentunya nanti kita bersama-sama dengan tim dari psikologi untuk melakukan pendalaman seperti itu.” Ujar Wadi Sabani.

Dikatakannya untuk barang-barang bukti yang diamankan, sampai saat ini masih sama dengan yang diawal. Hanya ada tambahan hasil visum dari rumah sakit. Dari hasil visum yang satu ini kan yang dari YJ ini memang kronologisnya hanya perbuatan cabul, perbuatan cabul yang dilakukan tapi caranya tidak sampai merusak ke dalam salah satu bagian tubuh, akan tetapi menempel dengan yang bagian luarnya saja. Memang secara perubahan fisik tidak ada, hanya saja hasil dari visum itu adalah adanya TROMATIK, terhadap satu peristiwa yang pernah dialami. Untuk itu kalau kita mendasarkan kepada hasil pemeriksaan dari ahli tersebut itu ada kondisi trauma terhadap kejadian tersebut.

Wadi melanjutkan menurut rekan media “Apakah atas kejadian tersebut, berdasarkan perlakuan seperti itu sebenarnya apa korban ada ancaman kekerasan atau ada yang membuat korban ini seperti takut untuk laporan.”

Dirinya melanjutkan Dari hasil pemeriksaan kita, terkait dengan ancaman kekerasan itu tidak ada. Mereka yang bersangkutan modusnya itu kan tadi pura-pura si anak itu disuruh bantu beres-beres kemudian anak yang lainnya suruh keluar, sehingga dia atau si pelaku berdua dengan korban atau calon korban kemudian akharinya melakukan bujuk-bujuk rayulah layaknya seorang Pembina / orang tua mungkin yang disegani oleh anak ya mungkin dengan pola pikir anak yang masih umur segitu bisa saja, bahkan mungkin saja artinya bisa terayu ataupun terbujuk. Ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok Komisaris Polisi Wadi Sabani.

 

(DIHYLA_HANNY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru