Pemudik Diimbau Menunda Pulang ke Jakarta

- Reporter

Jumat, 29 Mei 2020 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Oleh : Alfisyah Kumalasari )*

Ada imbauan untuk para pemudik agar tidak kembali lagi ke Jakarta setelah pulang kampung saat Lebaran. Tujuannya agar tidak menyebarkan virus Covid-19 yang bisa dibawa dari sana, apalagi jika mereka berasal dari daerah zona merah. Jika masih nekat, maka pandemi ini tidak akan berakhir, karena semakin banyak rakyat yang terjangkit Corona.

Di bulan ramadhan yang lalu sudah ada imbauan untuk tidak mudik tapi masih saja ada orang-orang yang bandel dan ingin pulang kampung. Alasannya, mereka kehilangan pekerjaan di Jakarta dan mau tidak mau ingin pergi ke desa, karena biaya hidupnya jauh lebih murah. Setelah Lebaran, mereka tiba-tiba ingin kembali ke Jakarta karena mencari pekerjaan yang bergaji lebih tinggi daripada di kampung. Namun sayangnya, ada imbauan bagi mereka untuk kembali ke ibu kota
Imbauan untuk tidak kembali ke Jakarta diungkapkan oleh Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19. Beliau berkata bahwa kita harus memakai pola pikir baru dan tidak boleh memakai cara yang lama. Yuri, panggilan akrabnya, menyatakan hal ini dari teleconference di Graha BNPB, tanggal 24 mei 2020.

Masyarakat yang ingin kembali ke Jakarta jangan marah akibat aturan ini, apalagi menyalah-nyalahkan pemerintah. Saat ini kita masih berada dalam pandemi akibat penyakit Corona, maka tidak bisa seenaknya bolak-balik ke ibu kota. Apalagi PSBB di ibu kota diperpanjang hingga 4 juni 2020. Jika memang terpaksa meninggalkan Jakarta karena ada keperluan, misalnya karena ada saudara yang wafat, maka harus menunjukkan KTP, surat kematian, surat bebas Corona, dan surat izin keluar masuk yang bisa diunduh di situs khusus.

Di ibu kota, total orang yang terjangkit virus Covid-19 sudah ada lebih dari 6.600 orang. Jangan sampai jumlah itu bertambah karena banyak orang yang tertular, karena berinteraksi dengan orang-orang yang kembali ke Jakarta. Apalagi jika para ex pemudik berasal dari daerah zona merah, maka akan menaikkan potensi penyebaran Corona. Jadi sebaiknya mereka yang akan kembali ke Jakarta mengurungkan niatnya dan baru masuk ke wilayah tersebut setelh pandemi berakhir dan dinyatakan benar-benar aman.

Kembalinya para pekerja dari luar Jakarta sudah merupakan ritual tahunan. Mereka berharap di ibu kota akan mendapat penghidupan yang lebih baik. Seringkali, orang-orang itu juga membawa sanak saudara dan teman dari desa, untuk ikut bekerja di Jakarta. Yang dibawa bukan hanya 1 orang tapi bisa sampai puluhan orang.

Mereka sudah salah persepsi bahwa pekerjaan di ibu kota itu enak dan gajinya tinggi, padahal belum tentu. Ada pekerjaan yang gajinya bagus tapi tentu untuk pegawai yang berpendidikan tinggi, sedangkan bagi pendatang umumnya hanya lulusan SMA bahkan SMP. Sehingga hanya bisa kerja sebagai buruh harian dan harus bisa survive dengan biaya hidup yang jauh lebih tinggi daripada di kampung.

Bukankah ada lagu Siapa Suruh Datang Jakarta dan ungkapan ‘Ibu Kota lebih kejam daripada ibu tiri’. Jadi tidak usahlah membawa orang lain untuk bekerja di ibu kota, malah akan membuat daerah istimewa ini makin penuh sesak. Mereka juga jangan kembali untuk sementara ke ibu kota, di tengah pandemi Covid-19. Aturan ini dibuat demi keselamatan kita bersama. Jangan malah mengomel setiap menit, lagipula bukankah mereka juga sudah melanggar peraturan untuk dilarang mudik? Jadi wajib legowo saat dilarang balik.

Ex pemudik hendaknya bersabar dan tidak masuk ke ibu kota untuk sementara waktu. Jangan malah nekat menerobos perbatasan, karena langsung akan dihalau petugas dan bisa didenda. Apalagi jika tidak membawa surat izin keluar masuk ke wilayah Jakarta. Tunggulah sampai pandemi ini benar-benar berakhir, baru kembali ke ibu kota.

)* Penulis aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiwa Cikini

Berita Terkait

Ribuan Pelajar SD Ramaikan Depok Kids Run Festival 2026 di Depok Open Space
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
Tetap Optimis Walau Minim Antusias Warga, Aksi Korve Kebersihan Di RT 004/RW 009 Sukatani.
Pesantren Anak Sholeh (PAS) Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building Membangun Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Primago Consulting Depok
Perkuat Branding & Promosi Kampus, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Gandeng Primago Consulting Depok
PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui Amazing Build Fest 2 di MARGOCITY
PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui AMazing Build Fest #2 di MARGOCITY
Wakil Wali Kota Depok Buka Kejuaraan Voli Muda: Fokus Sportivitas & Bakat

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:00 WIB

Ribuan Pelajar SD Ramaikan Depok Kids Run Festival 2026 di Depok Open Space

Senin, 2 November 2026 - 13:22 WIB

Atasi Masalah Depok, Chandra Rahmansyah Dorong Sinergi Perangkat Daerah

Senin, 2 November 2026 - 13:17 WIB

Impian Kuliah Jadi Nyata: Depok Buka Beasiswa Maung untuk 199 Warga

Senin, 2 November 2026 - 13:13 WIB

Supian Suri Ajak Warga Cegah Banjir Lewat Kebersihan Saluran Air

Minggu, 1 November 2026 - 20:29 WIB

JUSS Sukmajaya Kembali Hadir, Panggung Strategis UMKM Lokal Naik Kelas

Minggu, 1 November 2026 - 20:27 WIB

Semangat Kader Posyandu Beji Berkobar di Jambore 2026

Minggu, 1 November 2026 - 20:23 WIB

Mudah dan Praktis, 9 Layanan Adminduk di Depok Kini Bisa Diakses Lewat IKD

Minggu, 1 November 2026 - 20:18 WIB

Hoki Indoor Putri Depok Bantai Kabupaten Bogor 10-0 di Laga Perdana Porprov Jabar 2026

Berita Terbaru

Wali Kota Depok, Supian Suri. (Sumber foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Supian Suri Ajak Warga Cegah Banjir Lewat Kebersihan Saluran Air

Senin, 2 Nov 2026 - 13:13 WIB