Kemenperin Gandeng IKM Komponen Otomotif Terapkan Teknologi 4.0

- Reporter

Rabu, 15 Mei 2019 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Perindustrian mengajak pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor komponen otomotif untuk lebih mengenal dan memanfaatkan teknologi digital dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien. Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif sebagai salah satu sektor yang akan menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0.

“Untuk itu, kami menyelenggarakan program pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten serta pemanfaatan teknologi terkini bagi pelaku IKM komponen otomotif. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing mereka baik di kancah domestik maupun global,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih saat Workshop Implementasi Industri 4.0 pada IKM Komponen Otomotif di Jakarta, Selasa, (14/5).

Menurut Gati, kegiatan lokakarya ini merupakan upaya konkret Kemenperin dalam mendongkrak kemampuan IKM komponen otomotif khususnya dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. Selain itu, IKM komponen otomotif dalam negeri berperan penting terhadap rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan produsen skala besar di Tanah Air dan pengoptimalan pada kandungan lokal.

“Dalam workshop ini, IKM komponen otomotif dikenalkan lebih dalam mengenai tools IoT dan ERP serta dibantu dalam menentukan tools yang tepat sebagai prioritas untuk diterapkan dalam proses produksi,” paparnya.

Lokakarya satu hari ini, diikuti lebih dari 50 pelaku IKM komponen otomotif yang merupakan anggota dari Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK), Koperasi Perkampungan Industri Kecil (KOPIK), Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI), Asosiasi UKM Pendukung Industri (AUPI) serta IKM komponen otomotif lainnya di area Jabodetabek.

“Workshop ini juga dilaksanakan untuk menginformasikan INDI 4.0 dan hasil assessment yang telah diisi oleh IKM komponen otomotif mengenai tingkat kesiapan mereka dalam menuju industri 4.0. Pada workshop ini juga disampaikan rencana pilot project implementasi industri 4.0 bagi IKM komponen otomotif,” ungkap gati.

Menurut Gati, keberadaan IKM komponen otomotif sebagai pemasok yang memproduksi komponen maupun aksesoris kendaraan, dinilai perlu memenuhi standar kualitas Agen Pemegang Merek (APM). “IKM kita juga saat ini telah membuktikan kemampuannya dalam berinovasi dan melakukan pengembangan produk untuk dapat diserap APM,” imbuhnya

Kemenperin mencatat, pada tahun 2018, produksi kendaraan roda empat atau lebih dari industri otomotif di Indonesia telah mencapai angka 1,34 juta unit, dengan total unit penjualan di dalam negeri sebesar 1,15 juta unit.

“Agar industri otomotif kita semakin kompetitif, maka tingkat komponen dalam negeri perlu ditingkatkan. Hal ini akan membuka peluang lebih luas bagi IKM untuk mengisinya, terlebih apabila didukung dengan peningkatan produktivitas melalui implementasi industri 4.0 dalam menunjang proses produksi,” tuturnya.

Gati berharap, melalui lokakarya ini, pelaku IKM nasional dapat memperoleh pemahaman terkait konsep industri 4.0 dan juga memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi industri 4.0 di Indonesia. Apalagi, saat ini beberapa aplikasi industri 4.0 memungkinkan untuk diterapkan oleh pelaku IKM sekaligus melakukan self-assessment atas kesiapannya menyongsong industri 4.0.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat membawa kemajuan bagi perkembangan industri otomotif dalam negeri, dan khususnya bagi penguatan IKM komponen otomotif melalui implementasi industri 4.0,” pungkasnya

Berita Terkait

Bakesbangpol Kabupaten Bogor Perkuat Nilai Kebangsaan melalui Rangkaian Pengambilan dan Pengembalian Bendera Pusaka di Pendopo Malasari
Cinta Nabi dan Tanah Air, Pengajian ini Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Usai Pembacaan Asrokol Maulid Nabi Muhammad SAW
DKM Baitul Kamal Bentuk Remaja Masjid, Libatkan Remaja dari Berbagai Kecamatan di Depok
Cing Ikah: Al-Qur’an Harus Menjadi Kompas Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital
Langkah Nyata Pemkot Depok Dorong Kota Ramah Anak dan Inklusif
Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi, Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk Perkuat Langkah Menuju Pasar Global
Sambut Final Piala Dunia 2026, Pemkot Depok Ajak Warga Nobar Seru di Alun-Alun GDC
Langkah Nyata Pemkot Depok Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman Bagi Siswa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:37 WIB

DLHK Pastikan Kualitas Udara Depok Aman Sepekan Pascapaparan Abu Vulkanik

Selasa, 15 September 2026 - 20:35 WIB

Penduduk Depok Tembus 2,05 Juta Jiwa, Perekaman KTP-el Capai 99,60 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 20:32 WIB

Chandra Rahmansyah Hadiri Hari Tenun Nasional 2026 di UI, Dorong Pelestarian Budaya

Selasa, 15 September 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Depok Amankan 1.972 Botol Miras Ilegal

Selasa, 15 September 2026 - 19:39 WIB

Pemkot Depok Gerak Cepat Tangani Ibu Rita, Ojol Janda Lima Anak yang Motornya Rusak Akibat Kecelakaan

Selasa, 15 September 2026 - 18:16 WIB

Pemkot Depok Serahkan Uang Ganti Rugi Sebesar Rp58 Miliar untuk 93 Bidang Tanah untuk Pelebaran Jalan Parung Bingung

Selasa, 15 September 2026 - 18:11 WIB

Bawa Inovasi Sakeling dan Prosesa, PIK-R Sacerba Sawangan Tembus Tiga Besar Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 16:50 WIB

Seminggu Usai Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, DLHK Pastikan Udara Depok Aman

Berita Terbaru

Berita

Satpol PP Depok Amankan 1.972 Botol Miras Ilegal

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:30 WIB