oleh

Pemotor Nekat Terobos Car Free Day Mampang, Akhirnya Ditilang

 

 

Siarandepok.com – Ribuan orang memadati area digelarnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day Mampang Prapatan pada Minggu (7/4) pagi. Selain berolahraga, masyarakat juga berburu aneka kuliner yang dijual di sepanjang Jalan Buncit Raya.

Wakil Walikota Jakarta Selatan, Isnawa Adji mengungkapkan, kegiatan HBKB Mampang Prapatan yang dimulai pukul 06.00 – 11.00 WIB bertujuan mengurangi polusi dan pencemaran udara dari gas buang kendaraan.

Selain itu, di panggung utama, Pemkot Jakarta Selatan telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk meramaikan HBKB. Antara lain senam, atraksi seni, sosialisasi pencegahan kebakaran, sosialisasi kependudukan. Di lokasi lain juga tampak ada perpustakaan keliling yang dipenuhi anak-anak.

Trisnawati (25), warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengaku senang kegiatan HBKB Mampang Pratapan digelar rutin oleh Pemkot Jakarta Selatan. Selain menjadi sarana berolahraga, ia dan keluarga memanfaatkan momentum tersebut untuk sekadar menikmati waktu libur.

“Senang bisa ajak anak jalan-jalan sambil jajan. Apalagi lokasinya nggak begitu jauh dari rumah,” ujarnya.

Tindak penerobos

Meskipun dijaga ketat oleh aparat dari kepolisian, dinas perhubungan dan satpol PP, seorang pengendara sepeda motor nekat masuk ke area HBKB. Ia menerobos melalui jalur Trans Jakarta dari arah Duren Tiga mengarah ke Mampang Prapatan.

Petugas sempat mencoba memeringatkan pengendara itu. Tetapi, imbauan tak diabaikan. Ia justru menggeber kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Padahal, di jalur Trans Jakarta juga terdapat sejumlah orang yang sedang berjalan atau menyebrang.
Petugas yang saling berkoordinasi, berhasil mencegat pengendara itu.

Polantas meminta surat kendaraan dan SIM. Tetapi, pengedara bernama Yono itu menolak ditilang. Terjadi cekcok mulut. Tapi akhirnya Yono tak berdaya saat sejumlah petugas bersikap tegas atas tindakannya yang membahayakan warga itu.

Kepala Suku Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Christianto mengungkapkan, pihaknya mengerahkan 100 petugas untuk melakukan pengaturan lalu lalu lintas dan rekayasa lalu lintas bersama pihak kepolisian, TNI dibantu Satpol PP.

“Tadi memang ada pengendara yang meski sudah ditegur nekat menerobos jalur Trans Jakarta. Akhirnya diamankan petugas gabungan,” kata Christianto.

Penulis: Ardiansyah
Editor: Muhammad Rafi Hanif

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru