Ini Alasan Mengapa Bermusuhan dengan Teman Lebih Buruk dari Putus Cinta

- Reporter

Jumat, 5 April 2019 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Manusia belajar bagaimana mencari teman dan cara berbagi ketika masih berusia muda, kata Miriam Kirmayer, seorang terapis klinis yang fokus meneliti berbagai fenomena persahabatan dalam kelompok usia remaja dan dewasa.

Sebuah studi ilmiah yang dipublikasikan oleh jurnal Personal Relationship pada 2017 menyebutkan, persahabatan menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia.

Pertemanan bisa menjadi prediktor kesejahteraan yang bahkan lebih kuat daripada hubungan keluarga seiring bertambahnya usia, demikian sebagaimana dikutip dari Time.com

Jika komunikasi dengan teman sangat penting, mengapa kita tidak bicara tentang apa yang harus dilakukan ketika hal tersebut berakhir?

“Ada anggapan bahwa persahabatan seharusnya mudah dilakukan oleh orang dewasa,” kata Kirmayer. “Dan itu jelas tidak benar bagi banyak orang.”

Jatuh bangun dalam pertemanan biasa sama sulitnya dengan hubungan personal yang lebih romants. Inilah mengapa putusnya persahabatan dapat terasa lebih buruk daripada patah hati.

“Kita cenderung berpikir tentang putusnya pertemanan terjadi karena pengkhianatan besar,” kata Kirmayer.

Apa pun alasannya, lanjut Kirmayer, benang merah putusnya persahabatan adalah bahwa kita sering tidak tahu apakah perlu berbicara kembali dengan teman ketika tidak lagi berhubungan.

“Ini bisa menciptakan situasi di mana kita akhirnya bisa merasa terluka,” katanya. “Apakah itu ditangani secara tidak tepat atau hanya karena tidak terduga, kita benar-benar tidak tahu seperti apa (perpisahan persahabatan) seharusnya terlihat.”

Dalam hubungan romantis, sering kali ada percakapan yang menandakan perpisahan resmi, yang, meskipun menyakitkan, mengarah ke upaya penutupan memori dengan iklah.

Tetapi karena kita tidak memiliki model untuk percakapan semacam ini di akhir komunikasi antar teman, Kirmayer mengatakan itu bisa terasa lebih sulit dan membingungkan.

Editor    : Hanna Dwi Fajrini

Sumber : Liputan 6

 

Berita Terkait

Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda Resmi Dibuka, Bogor Jadi Tuan Rumah Babak Penyisihan Wilayah I
Lagi! Senat AS Gagal Batasi Wewenang Perang Donald Trump Terhadap Iran
Mendiktisaintek Pastikan Perlindungan bagi Korban Pelecehan Seksual di FH UI
Eks Kabais Singgung Aturan Pensiun Baru TNI Picu Penyiraman Air Keras
Trump Surati China Larang Pasok Iran Senjata, Apa Kata Xi Jinping?
Loker 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih Dibuka, yang Lolos Jadi Pegawai BUM
Wawalkot Depok Dorong Solusi Fiskal dan Perkuat Dukungan Program Nasional di Forum REBOAN
Pemkot Depok Perluas Sekolah Gratis ke PAUD, 33 Lembaga Siap Digratiskan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 16:07 WIB

Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda Resmi Dibuka, Bogor Jadi Tuan Rumah Babak Penyisihan Wilayah I

Kamis, 16 April 2026 - 12:40 WIB

Lagi! Senat AS Gagal Batasi Wewenang Perang Donald Trump Terhadap Iran

Kamis, 16 April 2026 - 12:33 WIB

Mendiktisaintek Pastikan Perlindungan bagi Korban Pelecehan Seksual di FH UI

Kamis, 16 April 2026 - 12:29 WIB

Eks Kabais Singgung Aturan Pensiun Baru TNI Picu Penyiraman Air Keras

Kamis, 16 April 2026 - 12:27 WIB

Trump Surati China Larang Pasok Iran Senjata, Apa Kata Xi Jinping?

Kamis, 16 April 2026 - 12:22 WIB

Wawalkot Depok Dorong Solusi Fiskal dan Perkuat Dukungan Program Nasional di Forum REBOAN

Kamis, 16 April 2026 - 12:20 WIB

Pemkot Depok Perluas Sekolah Gratis ke PAUD, 33 Lembaga Siap Digratiskan

Kamis, 16 April 2026 - 12:17 WIB

Penataan Kabel Udara di Serua Dipercepat, Target Rampung Jelang HUT ke-27 Kota Depok

Berita Terbaru