Berusia 22 Tahun, Kota Bekasi Fokus Pada Kesejahteraan Pendidikan Dan Kesehatan

- Reporter

Senin, 11 Maret 2019 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Pada hari Minggu (10/3) kemarin, Kota Bekasi berusia 22 tahun. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, menegaskan, di usia ke-22 tahun, Kota Bekasi akan terus konsen pada kesejahteraan pendidikan dan kesehatan untuk masyarakatnya.

Pepen sapaan akrabnya, menjelaskan, Kota Bekasi dalam perjalanannya terus berkembang menjadi kota yang sangat mandiri.

Dia mengklaim, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam bentuk fiskal walaupun baru 22 tahun mengalahkan Kota Bandung, Ibu Kota Provinsi Jawa Barat.

“Kita bersyukur dan berbangga, di hari jadi 22 tahun ini, meski di 2018 pada saat kita melaksanakan Pilkada, Alhamdulillah PAD kita dalam kapasitas fiskal di Jawa Barat, 27 kabupaten/kota walaupun baru berumur 22 tahun mengalahkan kota Bandung,” kata Rahmat, Minggu, (10/3).

Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur di Bekasi sejauh ini terus bergerak maju, fasilitas kota yang terus diperbaiki menjadi bukti pembangunan yang merata. Misalnya, pembangunan fasilitas mall pelayanan publik yang saat ini telah hadir di tiga titik, pertama, Pasar Proyek Bekasi Junction, Atrium Pondok Gede, dan Plaza Cibubur.

Selain itu, pembangunan jalan dan jembatan juga sampai saat ini terus dilakukan untuk kemudahan akses warga kota Bekasi. Ditambah, operasi trasnportasi publik yang ramah dan nyaman Trans Patriot juga sudah berjalan.

Kedepan, konsen Kota Bekasi kata Pepen yakni dua elemen utama kesejahteraan pendidikan dan kesehatan. Keharian program berbentuk Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK) Bekasi adalah bukti pemerintah menghadirkan layanan kesejahteraan kesehatan bagi warganya.

Kedua, kedepan program pendidikan gratis 12 tahun juga tengah diupayakan, Pemkot Bekasi ingin, biaya pendidikan SMA/SMK Negeri di Kota Bekasi digratiskan.

“Kita akan tetap fokus pada pendidikan dan kesehatan karena itu bagian dari amanah pembukaan undang-undang dasar, bahwa negara wajib mensejahterakan rakyatnya,” kata Pepen.

“Kata sejahtera itu definisinya tidak lebih daripada pendidikan dan kesrhatan, kesehatan bagus, pendidikannya tidak bagus, tidak punya peradaban. Kesehatannya tidak bagus, pendidikannya bagus, itu juga gak sinkron,” tegasnya.

 

Penulis : Inggiet Yoes

Editor : Muthia Dewi Safira

Berita Terkait

Masuk Desil 6, Keluarga Buruh Jakarta Berharap Anaknya Tetap Bisa Terima KJMU
Supian Suri Dorong Kadin Depok Terus Bersinergi Perkuat Ekonomi Daerah
Demokrat Depok Gelar Lomba Rakyat, Lanjutkan Bakti Sosial dan Donor Darah
Menyala!! Adam dan Hendra Siap Menjadi Agen Perubahan RT 003 dan RT 004 Sukatani
Lebih dari 180 Siswa/i SMPIT Insan Kamil Cikarang Kabupaten Bekasi Ikuti Talent Mapping Dengan Primagen
KIAS Travel Ajak PPIU Naik Kelas Lewat Skema Umrah Escrow
BNN Cup 7 Digelar di Depok, 2.282 Atlet dari 16 Provinsi Ikuti Kejuaraan Pencak Silat
Dokter Karlina Resmi Pimpin KADIN Kota Depok Masa Bakti 2026–2031

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Supian Suri Dorong Kadin Depok Terus Bersinergi Perkuat Ekonomi Daerah

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Demokrat Depok Gelar Lomba Rakyat, Lanjutkan Bakti Sosial dan Donor Darah

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Pemkot Depok Siapkan Pompa Air untuk Kurangi Banjir di Taman Duta

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Supian Suri Tegaskan Penyaluran Bantuan Gempa NTT Bersama Dedi Mulyadi Bukan Settingan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Wawalkot Chandra Rahmansyah Ajak Warga Sawangan Kompak Bangun Kota Depok

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:32 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Demokrat Depok Gelar Lomba Rakyat Bersama Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Hadiri Wisuda UI 2026, Kapolres Metro Depok Minta Wisudawan Beri Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Wawalkot Depok Ajak Warga Jadikan Ngaji Al-Hikam Ajang Introspeksi Diri

Berita Terbaru