



Siarandepok.com – DEPOK – Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Depok saat ini bukan lagi sekadar wacana politik atau rencana di awang-awang. Pernyataan tersebut disampaikan Supian seusai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Depok pada Senin, 22 Juni 2026.
Sikap tegas ini diambil untuk merespons sejumlah catatan dan kritik dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebelumnya, PKS menilai bahwa beberapa program kerja yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok masih belum berjalan secara maksimal di lapangan.
Supian menjelaskan bahwa pada tahun kedua masa jabatannya ini, Pemkot Depok justru sedang mengebut berbagai program prioritas, khususnya penguraian kemacetan. Salah satu langkah konkretnya adalah pelaksanaan proyek ground breaking untuk menghubungkan Jalan Pemuda dan Jalan Enggram serta peningkatan jalan di titik-titik strategis.
Selain itu, percepatan juga dilakukan pada Jalan Cinere Raya, Tapos, hingga rencana pelebaran Jalan Raya Cipayung guna mendukung akses tol baru Sawangan-Bogor. Pemkot Depok bahkan telah bersurat resmi kepada pengelola jalan tol agar bersedia membuka pintu keluar (exit tol) khusus di wilayah Depok demi memangkas penumpukan kendaraan.
Selain infrastruktur jalan, Supian memastikan program sosial kemasyarakatan seperti Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) akan tetap direalisasikan pada tahun ini. Pemkot Depok juga mengevaluasi APBD dengan meminta perangkat daerah memperketat kinerja guna meningkatkan pendapatan daerah dan menekan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa).
Sementara itu terkait program Universal Health Coverage (UHC), Pemkot Depok memilih mengkaji ulang skema tersebut agar tidak membebani anggaran daerah hingga Rp70 miliar. Pemkot kini mengalihkan fokus pelayanan kesehatan bagi warga tidak mampu melalui skema Belanja Tak Terduga (BTT) yang dinilai jauh lebih terukur dan tepat sasaran.
Ini ada teks berita lagi













