Penuh Inovasi dan Alami, Menperin Apresiasi IKM Batik Jambi

- Reporter

Minggu, 16 Desember 2018 - 23:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi kepada para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor batik di Provinsi Jambi. Sebab, selain karena telah melestarikan budaya Tanah Air, mereka juga mampu membuat produk wastra yang bisa diminati oleh konsumen mancanegara.

“Artinya, batik nasional berdaya saing di pasar global. Tentunya tidak terlepas peran dari kreativitas para pengrajin, dengan menghasilkan inovasi motif yang beragam dan telah menggunakan pewarnaan alam,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat kunjungan kerja di Jambi, Minggu (16/12).

Salah satu pelaku IKM batik yang sukses di Jambi, yakni Azmiah, generasi kedua yang mewarisi usaha orang tuanya sejak tahun 1970-an. Ketika mengunjungi Rumah Batik Azmiah, Menperin mendapatkan penjelasan langsung mengenai perjalanan sejarah dalam proses pembuatan motif batik yang mengalami akulturasi budaya Melayu-Islam, Tiongkok, dan Jawa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi, batik tidak hanya ada di Jawa, tetapi di seluruh penjuru daerah di Indonesia juga ada batik dengan kekhasan masing-masing budayanya, seperti di Jambi ini,” terangnya. Kemudian, Airlangga sempat memperhatikan proses pencelupan kain batik dengan pewarnaan alam. Batik Azmiah melalui lebih dari 6-12 kali pencelupan sehingga menghasilkan warna yang menarik.

“Berwarna khas nuansa merah-cokelat, batik Jambi tumbuh dan berkembang menjadi simbol perpaduan antarbudaya. Bahkan menariknya lagi, di sentra IKM batik ini, pengrajin yang terlibat merupakan para tetangga dari pemilik, yaitu Ibu Azmiah, sehingga spirit kebersamaannya kuat,” paparnya.

Selain dikenal dengan penggunaan warna alam, Batik Azmiah juga memiliki corak yang klasik nan unik. Beberapa motif unggulan yang diproduksinya antara lain kapal sanggat, tampuk manggis, bungo keladi, dan merak ngeram. Melalui capaiannya itu, pada tahun 2015, Kementerian Perindustrianmemberikan penghargaan One Village One Produk (OVOP) Bintang 3 Kategori Batik kepada Batik Azmiah.

Pada Juni 2018, Kemenperin memfasilitasi Batik Azmiah ikut serta dalam pameran internasional yang bertajuk “Indonesia Batik For The World” di UNESCO Headquarters, Paris, Perancis. Produk IKM batik kelas premium ini mampu menembus pasar Eropa. Dengan jumlah tenaga kerjanya yang mencapai 70 orang, Batik Azmiah rutin memproduksi batik cap kombinasi sebanyak 150 pcs per bulan dan batik tulis hingga 30 pcs per bulan.

Edy Sunarto, suami Azmiah yang lebih banyak bertugas sebagai desainer, menyebutkan bahwa produksi Azmiah diminati oleh kalangan istana bahkan sampai mancanegara. Tercatat, sudah dua kali pihak istana memesan batik khas Jambi produksinya.

Pertama, yaitu sebelum Presiden berkunjung ke Korea Selatan, Mei 2016 lalu. Edy mengatakan, saat itu istana memesan 70 lembar batik tulis. Kedua, pihak istana kembali memesan satu setengah koper batik Azmiah untuk seragam.

Kemenperin mencatat, nilai ekspor batik dan produk batik pada tahun 2017 mencapai USD58,46 juta dengan pasar utama eskpor ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Saat ini, industri batik didominasi oleh pelaku IKM yang tersebar di 101 sentra seluruh Indonesia. Jumlah tenaga kerja yang terserap di sentra IKM batik mencapai 15 ribu orang.

Tidak hanya batik, Jambi pun berpotensi menumbuhkan IKM sektor kerajinan yang kompetitif baik di pasar domestik maupun internasional. Contohnya, produk kerajinan rakyat, seperti gelang dan kalung dari buah “sebalik sumpah”.

Selain itu, Songket Jambi juga terkenal keindahannya. Dalam kunjungannya, Airlangga menyempatkan melihat hasil karya Cik Mia Songket yang tahun ini mendapatkan penghargaan IKM OVOP Bintang 4 dari Kemenperin. Bahkan, IKM sektor makanan dan minuman di Jambi tidak kalah kreatif, seperti penghasil makanan kembang goyang dan minuman olahan buah pedada.

Turut mendampingi Menperin saat itu, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi Ariansyah, serta dihadiri pula Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto.

<

Berita Terkait

Pemadanan KJMU, Sebanyak 624 Orang Perlu Dicek Kembali
Bhabinkamtibmas Pulau Untung Jawa Pastikan Ketersediaan Bahan Pangan Aman Selama Bulan Puasa Ramadhan
Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan dan Bhabinkamtibmas Memastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Beras di Wilayah
Kapolsek Kepulauan Seribu Utara dan Bhabinkamtibmas Lakukan Pengecekan Harga dan Ketersediaan Beras: Stok Aman, Harga Stabil
Harga Sembako naik? Ini Cara Belanja Cerdas Dibulan Ramadhan
Pantauan Harga Beras di Jakarta, Ini Harganya di Sejumlah Pasar
Harga Beras Turun di Sejumlah Pasar, Begini Faktanya
Pj. Gubernur Heru Sebut Sembako Murah sebagai Upaya Pemprov DKI Menekan Panic Buying Jelang Ramadan

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:44

Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:44

Inspirasi Berpolitik dari Sang Guru

Berita Terbaru