Santri dan Mahasiswa Se-Salatiga Berkomitmen Lawan Hoax Demi tegaknya Pancasila dan NKRI

- Reporter

Jumat, 30 November 2018 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- SALATIGA, (29/11) – Santri dan Mahasiswa di Salatiga Deklarasikan Anti Hoax demi tegaknya nasionalisme. Ratusan santri dan puluhan mahasiswa di Salatiga, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mendeklarasikan anti hoax dan anti politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Deklarasi itu dilaksanakan bersama dengan acara Literasi Media dan Tausiyah di Pondok Pesantren Wakaf Literasi Islam (WALI), Salatiga, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. kamis siang (29/11/2018).

“Kami warga santri dan mahasiswa serta masyarakat Se-Salatiga, dengan ini menyatakan menolak segala berita bohong atau hoax serta sentimen bermuatan suku, agama, ras, dan antar golongan,” kata Hafyz Marshal selaku ketua pelaksana acara.

Hafyz melanjutkan, santri siap turut serta menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta kerukunan masyarakat khususnya di wilayah Salatiga dan sekitarnya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Ponpes WALI, KH Anis Maftukhin mengapresiasi acara Literasi Media dan deklarasi santri serta mahasiswa. Menurutnya, santri dan mahasiswa sudah seharusnya menjadi garda paling depan yang memerangi hoax dan sentimen atau politisasi bermuatan SARA.

Sebagai intelektual Islam, lanjut KH Anis Maftukhin, santri dan mahasiswa harus menjadi pelopor dalam menyajikan informasi yang sehat dan mendidik serta mengedepankan sikap saling menghargai kerukunan beragama.

“Santri adalah pembawa misi Islam yang damai, yang mengutamakan kemaslahatan, dan anti kebohongan,” tandasnya.

“Santri juga siap untuk saling memberikan informasi yang sehat dan berimbang serta sesuai fakta demi keharmonisan masyarakat di Salatiga sekaligus mendukung jalannya pemerintahan saat ini” tambah KH Anis Maftukhin.

Senada dengan KH Anis Maftukhin, Husein Sanusi selaku pemateri mengatakan bahwa santri dan mahasiswa perlu mencegah berita hoax demi terciptanya kondisi yang kondusif.

“Melakukan pencegahan dan antisipasi terhadap tumbuh kembangnya penyebaran berita bohong atau hoax adalah salah satu cara mendukung pembangunan nasional” ucap Husein Sanusi yang juga selaku editor di salah satu media nasional.

Dilanjutkan dengan pemaparan dari Habib Sholeh Anis Baasyin selaku pimpinan Suluk Maleman, Pati, Jawa Tengah yang berpendapat bahwa santri dan mahasiswa harus melek informasi guna melawan hoax agar tercipta pembangunan yang berkelanjutan.

“Saya mendorong adik-adik (santri dan mahasiswa agar melek kepada media agar kita semua dapat bersatu padu melawan hoax demi pembangunan nasional,” kata habib anis

Sementara itu, mahasiswa IAIN Salatiga, Nazzmu Zaman (21) mengaku acara ini mengingatkan betapa pentingnya memilih dan memilah informasi dengan teliti demi keberlanjutan pembangunan nasional.

“kami mahasiswa se-Salatiga akan menginformasikan kepada masyarakat luas dengan pemberitaan yang benar demi berlanjutnya pembangunan nasional yang dilakukan pemerintah” tutup mahasiswa yang biasa dipanggil Zamzan ini.

Berita Terkait

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari
Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG
Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Dapat Sapi Kurban Presiden, KH Abubakar Madris Mengaku Sempat Tak Percaya
Yuk Mengaji Gratis! Yayasan Insan Gemar Mengaji Nusantara Siapkan Generasi Qur’ani dari Depok untuk Indonesia
Ini Makna Hari Kebangkitan Nasional Dimata Wali Kota Depok, Supian Suri
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti: Keluarga Kuat Kunci Jabar Istimewa

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:58 WIB

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:14 WIB

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:54 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Berita Terbaru

Berita

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:58 WIB