Kadin Indonesia Dukung Pelindo II Panjang jadi Pintu Ekpor Indonesia

- Reporter

Kamis, 9 Agustus 2018 - 00:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum Kadin Indonesia Eddy Ganefo (dua dari kiri), GM Pelindo Panjang II Drajat Sulistyo (dua dari kanan), Ketua Kadin Daerah Provinsi Lampung Ginta (tiga dari kiri) Ketua Komite Tetap Bidang Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Pranyoto Ateng (satu kiri)

Ketum Kadin Indonesia Eddy Ganefo (dua dari kiri), GM Pelindo Panjang II Drajat Sulistyo (dua dari kanan), Ketua Kadin Daerah Provinsi Lampung Ginta (tiga dari kiri) Ketua Komite Tetap Bidang Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Pranyoto Ateng (satu kiri)

LAMPUNG – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung Pelabuhan Panjang, Lampung, menjadi pintu ekspor perdagangan Indonesia khususnya provinsi Lampung. Hal tersebut diketahui melalui kunjungan Ketua Umum (Ketum) Kadin Indonesia Eddy Ganefo ke provinsi Lampung pada Selasa (06/08/2018).

Kunjungan Ketum Kadin Indonesia di Provinsi Lampung didampingi Ketua Komite Tetap Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Pranyoto Ateng menemui General Manager (GM) Pelindo II Panjang Drajat Sulistyo dan mengunjungi industri yang memiliki orientasi Ekspor, salah satunya Industri Sabut Kelapa di desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

“Industri sabut kelapa ini memiliki potensi ekspor yang besar. Dalam waktu dekat akan ekspor ke negara China, Jepang dan Italia melalui jalur laut dari Pelabuhan Panjang” ujar Eddy Ganefo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara, GM Pelindo II Panjang Drajat Sulistyo menyambut baik rencana Kadin Indonesia untuk menggunakan pelabuhan Panjang dalam menjalankan Ekspor. Menurutnya, Pelabuhan Panjang siap membantu dan memberi kemudahan dalam proses ekspor industri yang ada di Lampung dan sekitarnya.

Pemilik Industri Sabut Kelapa, Elfi mengaku sangat senang atas kujungan Ketum Kadin Indonesia untuk kemajuan sabut kelapa di Indonesia. Menurutnya, industri sabut kelapa adalah industri padat karya yang memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan.

“Selama ini sabut kelapa cuma dibuang. Padahal potensi 15 milyar butir per tahun dengan nilai sebesar 8.7 triliun. Dan kalau sabut kelapa ini diolah maka akan menghasilkan empat kali multiplier effect atau sekitar 45 triliun pertahun dan mampu mneyerap tenaga kerja yg banyak krn industri ini jenis padat karya”, ungkap Elfi.

<

Berita Terkait

DPRD Depok Gelar Rapat Paripurna Tuk Peringati HUT Depok Ke-25
Cak Imin Ungkap PKB Ingin Terus Menjalin Kerjasama dengan Gerindra
Supian Suri Diprediksi Menang Dalam Pilkada 2024 Karena Bakal Diusung Koalisi Parpol Besar
KUA Cipayung Kota Depok Gelar Tadarus Bareng Ibu-Ibu Majlis Ta’lim
Angkutan Lebaran 2024 Masih Cukup Tersedia, KAI Daop 1 Jakarta Tambah 344 Perjalanan KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen
Rumah Hijabers | Supplier Baju Muslim & Muslimah Anak & Dewasa di Kota Depok
5 Menu Yang Biasa Nabi Muhammad Makan Untuk Sahur Dan Berbuka Puasa
Kue Kering Lebaran 2024 Cookies Bomboloni, Belum Ada Yang Bikin

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 20:39

Ketua Dewan Kebudayaan Kota Depok (DKD) Dr Awaluddin Faj Hadiri Kegiatan Ngubek Empang Lebaran Depok 2024

Jumat, 17 Mei 2024 - 11:36

Pia Eks Vokalis Utopia Akan Hadir Meriahkan Acara Lebaran Depok 2024

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:20

SMP ARRAHMAN DEPOK Adakah Kegiatan Wisata Akhir Tahun Ke Pengalengan Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:09

Komunitas Pers Tolak Draft UU Penyiaran

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:16

Langkah Awal Revitalisasi Kawasan Pecinan, Pemkot Semarang Akan Benahi Kawasan Kelenteng Tay Kak Sie Dan Gapura Masuk

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:10

Gunakan Formasi Unik, Thiago Motta Sukses Bawa Klub ini Berada di Papan Atas Seri-A 

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:07

Menanti Aksi Ciamik Ester Nurumi Triwardoyo di Thailand Open 2024

Rabu, 15 Mei 2024 - 15:57

Mustika Ratu Hair Care Series Raih Top Innovation Award 2024

Berita Terbaru

Berita

Komunitas Pers Tolak Draft UU Penyiaran

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:09