Sumut Pasok Buah dan Rempah Segar ke Malaysia

- Reporter

Minggu, 4 Agustus 2019 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Enam kabupaten di wilayah Sumatera Utara masing-masing Kabupaten Batu Bara,Kabupaten Batu Bara, Asahan, Tanjungbalai, Labuhan Batu Utara, Labuan Batu Induk dan Labuan Batu Selatan yang menjadi pemasok buah dan rempah segar untuk negeri jiran, Malaysia. Pada hari ini, Sabtu (3/8) sebanyak24 ton pisang, 7 ton Ubi Jalar, 4 ton Jahe, 10 ton Kunyit, Salak dan Alpukat sebanyak 1,2 ton Salak dan Alpukat dilepas ekspor melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Batu Bara, Sabtu (3/8).

“Apresiasi yang tinggi kita berikan kepada petani buah dan rempah yang telah mampu melakukan budi daya yang baik, sehingga tidak saja untuk kebutuhan sendiri tapi bisa diekspor,”kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) saat menyerahkan sertifikat kesehatan tumbuhan atau PC sebagai persyaratan masuk ke Malaysia.

Menurut Jamil, sinergisitas yang telah terbangun dengan baik antara jajaran instansi vertikal dan dinas terkait dipemerintah daerah hendaknya dapat dimanfaatkan oleh petani dan pelaku usaha dibidang agribisnis dalam meningkatkan produktifitas pertanian di Sumatera Utara. Memiliki lahan yang subur dan sentra pertanian yang telah terpetakan dengan baik menjadikan wilayah ini memiliki potensi produk pertanian berorientasi ekspor.

“Jangan hanya negara Malaysia yang dekat, harus tambah negara tujuannya dan juga jangan lupa, sebaiknya kita olah dulu, minimal jadi barang setengah jadi, supaya margin keuntungannya bertambah,” tambahnya.

Kehadiran industri pengolahan bagi buah dan rempah segar ini diharapkan kedepan dapat sejalan dengan industri olahan kelapa sawit yang telah tumbuh dan berkembang diwilayah ini. Dari total nilai ekonomi Rp. 76,52 miliar komoditas pertanian yang dilepas hari ini diantaranya adalah produk olahan kelapa sawit. Jamil memaparkan sebanyak 294 ton biji pinang dengan tujuan Nepal dan sawit serta olahannya sebanyak 9.283 ton atau senilai Rp. 70.67 miliar masing-masing dalam bentuk RDB Coconut Oil, RDB Palm Olein, RDB Palm Oil, RDB Palm Kernel Oil dan RDB Palm Stearin juga turut dilepas ekspor kali ini.

Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan, Bukhari menyebutkan bahwa berdasarkan data sistem perkarantinaan, IQFAST ( _Indonesian Quarantine Full Automation System_), diwilayah kerjanya, diluar sawit dan produknya yang diekspor pada tahun 2018 tercatat 774,4 ton dengan nilai kurang lebih Rp. 12,1 miliar dengan jenis komoditas ekspor diantaranya buah Pisang, Alpukat, Markisa, Salak, Ubi Jalar, Jahe, Kunyit, Jeruk Nipis, Kentang, Kecombrang dengan tujuan Malaysia. Sedangkan hinggal Juli 2019, jumlah ekspor komoditas pertanian selain sawit dan olahannya meningkat hingga 291,89% atau mencapai 3.034,8 ton dengan perkiraan nilai Rp. 32,02 miliar. Bertumbuh hampir 3 kali lipat, permintaan bertambah diiringi dengan hasil produk sayur dan buah yang meningkat dan berkualitas, ungkapnya.

Sumber data lain dari Pelindo I Cabang Tanjung Balai Asahan yang dikutip dari Bisnis.com pada Februari 2019, menyebutkan bahwa pada tahun 2018, ekspor ke Malaysia mencapai 77.190 meter kubik (m3) yaitu terdiri dari komoditas pisang menyumbang paling besar terhadap volume ekspor, yakni 20%, disusul buah lainnya 4%, ikan segar 16%, ubi 14%, sayuran 12%, jahe 5%, rempah lainnya 12%, terasi 2%, dan barang lain-lain 13%, tambah Bukhari.

Sebagai unit kerja fasilitator perdagangan komoditas pertanian, Karantina Tanjung Balai Asahan melakukan sertifikasi pada setiap komoditas yang akan diekspor tersebut dengan memastikan komoditas bebas hama dan penyakit serta sesuai persyaratan sanitary dan phytosanitary (SPS) dari negara tujuan. “Intinya jangan sampai ada penolakan oleh otoritas karantina di negara tujuan, kita pastikan aman,” jelasnya.

Bupati Kabupaten Batu Bara, Zahir yang hadir dan juga turut melepas ekspor mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Ia pun berjanji akan mendukungnya dengan melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan karantina Tanjung Balai Asahan guna meningkatkan eksportasi komoditas pertanian, utamanya selain produk sawit. Industri olahan untuk komoditas perhatian akan menjadi perhatiannya, kita undang investor dari luar Sumut agar bisa bernilai tambah dan menambah kesejahteraan masyarakat, kata Bupati Zahir.

Jamil juga menyampaikan jika pemerintah daerah atau pelaku usaha dan calon eksportir membutuhkan informasi terkait komoditas dan negara potensial tujuan ekspor, maka dapat langsung menghubungi kantor karantina terdekat. Kementan melalui Barantan sudah menyiapkan aplikasi iMace ( _Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports_) yang sebelumnya sudah diserahkan terimakan ke Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi guna pembinaan pengembangan daerah potensial komoditas ekspor. Juga menekankan pada para eksportir agar melakukan 3K yaitu dengan meningkatkan kualitas, kuantitasnya dan menjaga kontinuitasnya.

Sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian, Barantan juga telah menggagas program Agro Gemilang. Program berupa bimbingan teknis pemenuhan persyaratan kesehatan hewan dna tumbuhan, ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya para eksportir dari kalangan milenial.”Kuasai hulunya, kembangkan tengahnya dan bangun hilirnya. Bersama kita songsong Indonesia menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045,” tandas Jamil.

Berita Terkait

Gelar MeiLawan 2026, ILUNI UI FIB Ajak Masyarakat Merawat Ingatan Tragedi Mei 1998
Peluang Berharga Bagi Anak Yatim, Yatim Puatu, Full Beasiswa SD, SMP, SMA di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok
SMP Mumtaza Islamic School Tanggerang Selatan adakan Kegiatan Big FieldTrip ke Bandung 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Tim Marawis Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Unjuk Gigi di Event Lebaran Depok & HUT Kota Depok 2026
Mendapat Tempat Di Hati Warga, Pengunjung Lebaran Depok 2026 Membludak Hingga 70 Ribu Orang
Komunitas Seni Tim Ilustrasi Depok Ikut Memeriahkan Event Lebaran Depok & HUT Kota Depok 2026 Dengan Penampilan Pantomime dan Modern Dance
Wakil Rakyat Depok Kompak Tampil Retro, Fashion Show Jadul Lebaran Depok Banjir Gelak Tawa
Wali Kota Depok Supian Suri Tampil Nyentrik, Dorong ASN Ramaikan Produk UMKM di Lebaran Depok 2026

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:32 WIB

Gelar MeiLawan 2026, ILUNI UI FIB Ajak Masyarakat Merawat Ingatan Tragedi Mei 1998

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:14 WIB

Meriahkan HUT Kota Depok ke 27th, Warga RT 02 Penggulan Pengasinan Sawangan Bersama LKSA Primago Gelar Bekam dan Bazar Baju Gratis 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:53 WIB

Peluang Berharga Bagi Anak Yatim, Yatim Puatu, Full Beasiswa SD, SMP, SMA di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:36 WIB

SMP Mumtaza Islamic School Tanggerang Selatan adakan Kegiatan Big FieldTrip ke Bandung 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Senin, 11 Mei 2026 - 21:43 WIB

Tim Marawis Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Unjuk Gigi di Event Lebaran Depok & HUT Kota Depok 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:31 WIB

Komunitas Seni Tim Ilustrasi Depok Ikut Memeriahkan Event Lebaran Depok & HUT Kota Depok 2026 Dengan Penampilan Pantomime dan Modern Dance

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:19 WIB

Wakil Rakyat Depok Kompak Tampil Retro, Fashion Show Jadul Lebaran Depok Banjir Gelak Tawa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:56 WIB

Wali Kota Depok Supian Suri Tampil Nyentrik, Dorong ASN Ramaikan Produk UMKM di Lebaran Depok 2026

Berita Terbaru