Beberapa Syarat Pemudik Bawa Kerabat Ke Depok

- Reporter

Rabu, 5 Juni 2019 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Saat ini, sebagian warga Kota Depok sedang pulang kampung halaman masing-masing untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H bersama keluarga.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat tiba waktunya untuk kembali, biasanya ada saja pemudik yang membawa keluarga atau kerabat untuk mengadu nasib di Kota Depok.

Depok yang berpenduduk lebih dari 2 juta jiwa saat ini merupakan salah satu kota dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Barat baru-baru ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Depok tahun 2018 sebesar 80,29.

Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu di angka 79,83. Dengan demikian status pembangunan manusia di Kota Depok meningkat dari status tinggi menjadi sangat tinggi.

Seperti disampaikan Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, posisi Depok sebagai penyangga Ibu Kota DKI Jakarta membuatnya berkembang pesat dari sekadar kota pinggiran biasa menjadi kota metropolitan baru.

Lihat saja, dalam 10 tahun terakhir di Kota Depok berdiri banyak mal dan apartemen, perumahan, hingga Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) untuk menunjang kehidupan warganya.

Pradi tidak melarang warganya membawa kerabat ke Depok saat pulang mudik dari kampung halaman.

Namun, ada syarat yang mesti dipenuhi.

“Iya, ini sangat penting sekali ya. Depok ini kan sekarang sudah menjadi kota tujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan sebagainya. Tapi mohon maaf, ada syaratnya, harus punya kompetensi,” kata Pradi, Rabu (5/6/2019).

Ada pun kompetensi standar untuk dapat mengadu nasib di perkotaan antara lain memiliki ijazah perguruan tinggi atau minimal SMK atau setidak-tidaknya memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh para pemberi kerja.

“Kalau enggak punya kompetensi nanti jadi beban juga buat kami,” kata Pradi.

Meski tidak menyebut akan ada operasi yustisi kependudukan nantinya, Pradi berharap imbauannya ini menjadi bahan pertimbangan warga Depok yang berencana membawa serta kerabatnya untuk hidup di kota belimbing itu.

Berita Terkait

Proyek Jalan Alternatif Enggram–Pemuda Ditargetkan Rampung Desember 2026
Wali Kota Depok Resmikan Dimulainya Proyek Pelebaran Jalan Enggram–Jalan Pemuda di Sawangan
Jalan Enggram-Pemuda Sawangan Mulai Dilebarkan, Supian Suri Targetkan Rampung Awal 2027
Perkuat Ketahanan Air Berkelanjutan, Universitas Terbuka Gelar Diseminasi dan FGD Bersama Stake Holder
Nagita Slavina Dikabarkan Akan Menjabat Presiden Klub Persikad Depok
1.251 Lansia Ikuti Wisuda Sekolah Lansia Sayang EmaBaba di Depok
TPS 3R Jalan Jawa Beroperasi, Kurangi Sampah ke TPA Cipayung dengan Teknologi RDF
Mahfud MD Sebut Dugaan Korupsi Dadan Hindayana cs Kejahatan Luar Biasa saat Banyak Anggaran Mengalir untuk BGN

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:04 WIB

Proyek Jalan Alternatif Enggram–Pemuda Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:58 WIB

Wali Kota Depok Resmikan Dimulainya Proyek Pelebaran Jalan Enggram–Jalan Pemuda di Sawangan

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:40 WIB

Jalan Enggram-Pemuda Sawangan Mulai Dilebarkan, Supian Suri Targetkan Rampung Awal 2027

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:10 WIB

Perkuat Ketahanan Air Berkelanjutan, Universitas Terbuka Gelar Diseminasi dan FGD Bersama Stake Holder

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:27 WIB

Nagita Slavina Dikabarkan Akan Menjabat Presiden Klub Persikad Depok

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:20 WIB

TPS 3R Jalan Jawa Beroperasi, Kurangi Sampah ke TPA Cipayung dengan Teknologi RDF

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:09 WIB

Mahfud MD Sebut Dugaan Korupsi Dadan Hindayana cs Kejahatan Luar Biasa saat Banyak Anggaran Mengalir untuk BGN

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:06 WIB

Beredar Isu Dalang di Balik Gencarnya Aksi Tiyo Ardianto: PDIP Gesit Menepis, tapi Ada Skandal Kepemilikan Fortuner

Berita Terbaru