
SIARANDEPOK.COM – Dalam rangka menyambut Bulan Bahasa dan Sastra, Lembaga Kebudayaan Depok (LKD) bekerja sama dengan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Depok menggelar Pelatihan Penulisan Puisi untuk Pelajar se-Kota Depok. Kegiatan bertema “Dunia Digital sebagai Wahana Puisi Generasi Muda” ini digelar di Taman Musik Depok, Jalan Merdeka, Depok II Timur, Kecamatan Sukmajaya. Pembina Lembaga Kebudayaan Kota Depok, Ir. H. Nuroji, mengemukakan bahwa pelatihan ini merupakan agenda rutin LKD untuk mentransformasikan ilmu sekaligus memberikan wadah kerja kreatif kesenian dalam bentuk puisi kepada para pelajar. Sebelumnya, selain pelatihan sastra, LKD juga telah membekali generasi muda dengan pelatihan lenong serta aktif mendatangi sekolah-sekolah untuk menyampaikan materi seni dan kebudayaan.
Nuroji menambahkan bahwa pengurus Dewan Kebudayaan Kota Depok yang juga merupakan pekerja seni dan budaya terus bergerak aktif dalam berbagai agenda kegiatan bermasyarakat. Hal tersebut menurutnya perlu ditingkatkan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Ia menegaskan pentingnya membekali pelajar dengan berbagai keahlian (skill) di tengah persaingan global pada era digital saat ini. Kemampuan dalam bidang kesusastraan, termasuk menulis puisi, cerita pendek, dan novel, merupakan keahlian menyusun bahasa yang sangat dibutuhkan. “Saya memang suka teater, membuat naskah, seni tradisi, dan berpuisi. Pada momen ini, saya juga akan berpuisi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Kadisporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, menyambut positif kegiatan LKD yang dinilainya sebagai respons baik dalam memeriahkan Bulan Bahasa. Ia turut memaparkan berbagai agenda kota dan mengapresiasi langkah LKD yang konsisten merangkul pelajar melalui kegiatan positif di Taman Musik Depok, seperti Pelatihan Teater bagi Pelajar yang telah dilaksanakan sebelumnya. Eko berharap LKD dapat memperluas jangkauan kegiatan serupa ke wilayah Depok lainnya, termasuk di area Alun-Alun Kota Depok.
Ketua Lembaga Kebudayaan Kota Depok, Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Depok sehingga acara berjalan dengan baik. Pelatihan ini mengikutsertakan pelajar dari sebelas sekolah, yaitu SMA Yapemri, Sekolah Master, SMA PGRI Depok, SMK Setia Negara, SMAN 8, SMAN 11, SMAN 15, SMAN 2, SMK 3 Budi Utomo, SMK 2 Wisata Perintis, dan SMA Al-Haraki. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari para seniman Kota Depok, antara lain Arief Lintau Darwis, Bambang Wahyudin, Eka Perdana, Edi Darim, dan Andri Bayuardi.
Kepala Program Divisi Bahasa, Manuskrip, dan Tradisi Lisan LKD, Iman Sembada, menjelaskan bahwa kegiatan literasi tidak sekadar membaca dan menulis, melainkan aktivitas memahami teks yang dilatarbelakangi oleh pengalaman lisan dan tulisan. Selama pelatihan, para pelajar menulis puisi secara personal maupun kelompok, lalu mementaskannya dalam bentuk teaterisasi puisi. Hasil karya mereka dibahas dan dipresentasikan di hadapan kurator. Para peserta tampil antusias dengan memadukan pembacaan puisi, instrumen seruling melalui pengubah sinyal suara (decoder), gendang, hingga seni peran. Puisi berkonsep gotong royong ini membawakan beragam tema, mulai dari kemanusiaan, cinta, hingga lingkungan.
Sebelum sesi pelatihan, acara diawali dengan stan diskusi (talkshow) yang menghadirkan narasumber penyair sekaligus pengajar Sihar Ramses Simatupang, serta penyair dan perupa Iman Sembada, dengan moderator Willy Ana, pembawa acara Shantined, dan pembacaan puisi oleh Badri Saja. Dalam diskusinya, Iman memaparkan unsur penulisan puisi seperti diksi, rima, dan tipografi secara ringan agar mudah dicerna. Sementara itu, Sihar memaparkan materi kerja kreatif bertema alih wahana pada era digital, seperti mengubah puisi menjadi musik, film, maupun naskah teater. Tujuan akhirnya adalah menjadikan karya sastra sebagai jalan bagi generasi muda untuk tetap aktif berkreasi dan menghasilkan konten yang bermutu.















