



SIARAN DEPOK – Realisasi fisik proyek pembangunan Depok Open Space (DOS) Tahap III di Balai Kota Depok terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga tanggal 18 Juni 2026, pengerjaan ruang publik strategis ini tercatat telah menembus angka 40 persen.
Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, Suwandi, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ketat di lapangan. Pengawasan ini dilakukan secara intensif demi memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
Selain fokus mengejar DOS III, Disrumkim Depok saat ini juga tengah mempersiapkan sejumlah proyek infrastruktur pelayanan publik lainnya. Fasilitas tersebut mencakup pembangunan Puskesmas Leuwinanggung, Puskesmas Pancoran Mas, Kantor Kelurahan Meruyung, Kantor Imigrasi, Gedung Batik, hingga renovasi RSUD ASA.
Salah satu proyek yang juga menjadi sorotan adalah pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) di lahan eks SDN Pondok Cina 1. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap evaluasi lelang dan ditargetkan untuk menandatangani kontrak kerja sama fisik pada awal Juli 2026.
Pemerintah Kota Depok optimistis seluruh proyek infrastruktur tersebut dapat diselesaikan sesuai jadwal dalam sisa waktu enam bulan ke depan. Jika pengerjaan rampung sesuai target di akhir tahun 2026, berbagai fasilitas baru ini diproyeksikan sudah mulai bisa dinemanfaatkan oleh masyarakat luas pada tahun 2027.
Hadirnya sarana-prasarana baru, khususnya RKAI sebagai fasilitas inklusif pertama di wilayah Jawa Barat, diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan publik. Rangkaian program ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Depok dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi warganya.













