Refleksi Nishfu Sya’ban, dari Ramainya Malam Menuju Ramainya Ketaatan Harian

- Reporter

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Dr. Hariyadi, M. Pd
SiaranDepok — Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Yuliwis Resman, Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Jamiat Kheir Jakarta

Malam Nishfu Sya’ban kembali hadir dan disambut dengan antusias oleh umat Islam di berbagai daerah. Masjid-masjid dipenuhi jamaah, lantunan doa menggema, dzikir dan shalat sunnah dilakukan dengan penuh harap akan ampunan dan keberkahan. Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran spiritual umat sesungguhnya tetap hidup dan memiliki momentum-momentum kuat untuk bangkit.

Namun di balik semaraknya ibadah malam Nishfu Sya’ban, diskursus keilmuan tentang kesahihan hadis-hadis terkait keutamaannya juga terus bergulir. Sebagian ulama menilai sejumlah riwayat tentang keutamaan malam ini berderajat lemah, sebagian lain menilainya masih dapat diamalkan dalam ranah fadha’il al-a’mal (keutamaan amal) selama tidak diyakini secara pasti sebagai ajaran yang bersifat wajib atau sangat khusus. Perbedaan pandangan ini adalah bagian dari khazanah intelektual Islam yang seharusnya disikapi dengan kedewasaan, bukan perpecahan.

Terlepas dari perbedaan tersebut, ada satu fakta yang sulit dibantah: malam Nishfu Sya’ban mampu menggerakkan hati banyak orang untuk kembali mendekat kepada Allah. Masjid yang mungkin hari-hari biasa lengang, tiba-tiba penuh. Orang yang jarang shalat berjamaah, malam itu rela datang lebih awal. Lisan yang sehari-hari sibuk urusan dunia, malam itu basah oleh doa.

Pertanyaannya, akankah semua ini hanya berhenti sebagai momen musiman?

Di sinilah refleksi menjadi penting. Jangan sampai Nishfu Sya’ban hanya menjadi “ledakan spiritual sesaat” yang redup keesokan harinya. Justru, momentum ini seharusnya menjadi pintu masuk untuk menanamkan nilai keberlanjutan ibadah. Jika pada satu malam saja kita mampu memadati masjid, mengapa pada shalat Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya di hari-hari biasa kita begitu sulit melakukannya?

Yang lebih utama dari menghidupkan satu malam adalah menghidupkan lima waktu setiap hari. Shalat lima waktu adalah kewajiban yang disepakati, fondasi agama, dan amal pertama yang akan dihisab. Ramainya malam Nishfu Sya’ban seharusnya menjadi cermin: betapa besar sebenarnya potensi kebaikan umat ini jika semangat itu dijaga secara konsisten.

Momentum Nishfu Sya’ban adalah kesempatan emas bagi para dai, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat untuk mengarahkan semangat sesaat menjadi kebiasaan jangka panjang. Dari shalat sunnah menuju penjagaan shalat wajib. Dari doa semalam menuju kedekatan harian dengan Al-Qur’an. Dari tangis taubat sesaat menuju perubahan akhlak yang nyata.

Maka, refleksi terbesar dari Nishfu Sya’ban bukan sekadar pada banyaknya rakaat yang ditunaikan dalam satu malam, tetapi pada sejauh mana malam itu mengubah kualitas ketaatan kita setelahnya.

Jika masjid bisa seramai Nishfu Sya’ban setiap waktu shalat fardhu, itulah tanda bahwa momen telah berhasil berubah menjadi gerakan. Dan di situlah letak kemenangan spiritual yang sesungguhnya. (Asep)

Berita Terkait

Lagi! Senat AS Gagal Batasi Wewenang Perang Donald Trump Terhadap Iran
Mendiktisaintek Pastikan Perlindungan bagi Korban Pelecehan Seksual di FH UI
Eks Kabais Singgung Aturan Pensiun Baru TNI Picu Penyiraman Air Keras
Trump Surati China Larang Pasok Iran Senjata, Apa Kata Xi Jinping?
Loker 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih Dibuka, yang Lolos Jadi Pegawai BUM
Wawalkot Depok Dorong Solusi Fiskal dan Perkuat Dukungan Program Nasional di Forum REBOAN
Pemkot Depok Perluas Sekolah Gratis ke PAUD, 33 Lembaga Siap Digratiskan
Penataan Kabel Udara di Serua Dipercepat, Target Rampung Jelang HUT ke-27 Kota Depok

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:40 WIB

Lagi! Senat AS Gagal Batasi Wewenang Perang Donald Trump Terhadap Iran

Kamis, 16 April 2026 - 12:33 WIB

Mendiktisaintek Pastikan Perlindungan bagi Korban Pelecehan Seksual di FH UI

Kamis, 16 April 2026 - 12:29 WIB

Eks Kabais Singgung Aturan Pensiun Baru TNI Picu Penyiraman Air Keras

Kamis, 16 April 2026 - 12:27 WIB

Trump Surati China Larang Pasok Iran Senjata, Apa Kata Xi Jinping?

Kamis, 16 April 2026 - 12:25 WIB

Loker 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih Dibuka, yang Lolos Jadi Pegawai BUM

Kamis, 16 April 2026 - 12:20 WIB

Pemkot Depok Perluas Sekolah Gratis ke PAUD, 33 Lembaga Siap Digratiskan

Kamis, 16 April 2026 - 12:17 WIB

Penataan Kabel Udara di Serua Dipercepat, Target Rampung Jelang HUT ke-27 Kota Depok

Kamis, 16 April 2026 - 12:14 WIB

ASN Depok Bersih-Bersih Situ Bahar, Hidupkan Semangat HUT ke-27 Lewat Aksi Nyata

Berita Terbaru