Terekam CCTV, Teror Kembali Menyasar Influencer Sherly Annavita: Identitas Keluarga Bocor, Pola Terencana

- Reporter

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi teror oleh dua pria misterius terhadap influencer Sherly Annavita. (Foto: Siaran Depok/@sherlyannavita)

Tangkapan layar rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi teror oleh dua pria misterius terhadap influencer Sherly Annavita. (Foto: Siaran Depok/@sherlyannavita)

SIARAN DEPOK – Teror kembali menghantui Sherly Annavita. Aktivis sekaligus influencer ini membeberkan rekaman CCTV serta kronologi intimidasi yang diterimanya melalui akun Instagram pribadi @sherlyannavita.

Kali ini, teror tak lagi sebatas pesan ancaman. Pelaku diduga sudah menyentuh wilayah paling sensitif: keluarga. Identitas adik Sherly bahkan disebut sudah dikirimkan oleh pihak tak dikenal.

“Ini CCTV terornya. Dari mana ya, beliau bisa punya KTP keluarga Sherly?,” tulis Sherly melalui unggahan akun Instagram pribadinya @sherlyannavita, Kamis (1/1/2026).

Dalam unggahannya, ia menjelaskan, rumah yang menjadi lokasi kejadian bukanlah rumah pribadinya. Garasi rumah tersebut, sambung Sherly, juga tidak memungkinkan kendaraan masuk secara penuh, sehingga mobil kerap diparkir di depan rumah.

Rekaman CCTV memperlihatkan pola yang tak sederhana. Terduga pelaku diduga menggunakan dua sepeda motor. Motor pertama berfungsi memastikan target, sementara motor kedua ditumpangi dua orang yang diduga menjalankan aksi utama.

Sherly mengaku CCTV pribadi tengah diupayakan untuk segera terpasang. Namun, proses pemasangan sempat terkendala karena suasana libur.

Keputusan Sherly mempublikasikan teror tersebut di media sosial bukan tanpa alasan. Ia menyampaikan, bahwa ancaman yang diterima memiliki kemiripan dengan pesan-pesan teror sebelumnya, baik melalui DM maupun WhatsApp.

“Kalau setelah ini terjadi hal-hal aneh, setidaknya publik sudah tahu urutan peristiwanya,” ungkapnya.

Menariknya, Sherly mengaitkan peristiwa ini dengan pengalaman serupa pada 2019. Saat itu, ia juga mengalami teror setelah hadir di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One dan menyampaikan pendapat terkait pemindahan Ibu Kota Negara.

Meski demikian, Sherly menegaskan tidak secara spesifik menuduh pemerintah sebagai dalang di balik teror tersebut. Ia menuturkan, sangat mungkin ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memancing konflik, mengadu domba, atau mencari keuntungan politik.

Namun, ia juga menyoroti atmosfer pernyataan sejumlah pejabat negara yang kerap terkesan menyudutkan influencer, relawan, atau pihak-pihak yang kritis terhadap kebijakan publik. Kondisi itu, tutur Sherly, bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar lingkar kekuasaan.

Tak hanya itu, Sherly menyinggung keberadaan influencer pro-pemerintah dan akun anonim yang justru menyerang balik para korban teror, alih-alih mengecam intimidasi.

Menurut dia, teror semacam ini bukan kasus tunggal. Sherly menyebut, banyak pihak yang dianggap berseberangan dengan kebijakan pemerintah mengalami tekanan serupa, mulai dari isu UU Cipta Kerja, revisi UU KPK, hingga UU TNI-Polri. Bahkan, beberapa di antaranya disebut berujung pada hilangnya nyawa.

“Karena itu, wajar bila muncul anggapan pelaku berasal dari pihak yang diuntungkan oleh diamnya korban,” tulis Sherly.

Kasus ini kembali membuka pertanyaan besar soal keamanan warga negara yang menyampaikan pendapat di ruang publik. Negara dituntut hadir, bukan hanya menjamin kebebasan berekspresi, tetapi juga memastikan keselamatan mereka yang berani bersuara.

Berita Terkait

KDM Jadi Saksi Nikah Pasangan Disabilitas Puja dan Sayyid
Uji Keyakinan, Kuil di India Wajibkan Pengunjung Minum Campuran Urin Sapi
Dilema Trump: Ingin Akhiri Perang Iran, Tapi Teheran Menolak Takluk
Iran Menggila! Tembaki dan Sita Kapal yang Coba Keluar Selat Hormuz
Tok! Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu
Update Konflik: Iran Beri Syarat “All-in” ke Amerika Serikat
Trump Dilaporkan “Tantrum” Akibat Pilot AS Hilang di Iran, Ajudan Sampai Blokir Akses ke Ruang Situasi
Trump Harap Hizbullah Bertindak Sopan saat Gencatan Senjata di Lebanon

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:19 WIB

Wakil Rakyat Depok Kompak Tampil Retro, Fashion Show Jadul Lebaran Depok Banjir Gelak Tawa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:56 WIB

Wali Kota Depok Supian Suri Tampil Nyentrik, Dorong ASN Ramaikan Produk UMKM di Lebaran Depok 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:42 WIB

PKBM Primago Indonesia Menampilkan Tari Saman di Event Lebaran Depok & HUT Kota Depok 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:59 WIB

Lebaran Depok 2026 Dinilai Semakin Semarak, Edi Masturo: Warga Kini Lebih Merasa Memiliki

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:16 WIB

Wali Kota Depok Supian Suri Ajak Warga Jaga Tradisi Lewat Lebaran Depok 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:31 WIB

Arrahman Islamic School Gelar Kegaitan Employee Appreciation Day (EAD) 2026 ke Yogyakarta

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:55 WIB

PKBM Primago Indonesia Gelar Kunjungan ke PKBM Generasi Juara: Penguatan Mutu, Sistem, dan Outcome Pendidikan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:25 WIB

KDM Jadi Saksi Nikah Pasangan Disabilitas Puja dan Sayyid

Berita Terbaru