



Siarandepok.com-Suasana tahun ini dinilai berbeda dibanding pelaksanaan sebelumnya. Tidak hanya lebih meriah, perayaan budaya tahunan khas Kota Depok itu juga dianggap semakin dekat dengan masyarakat hingga ke tingkat lingkungan warga.
Apresiasi tersebut disampaikan Edi Masturo saat menanggapi pelaksanaan hari kedua Lebaran Depok 2026. Menurutnya, konsep yang lebih terbuka dan melibatkan masyarakat sejak awal membuat antusiasme warga terlihat meningkat di berbagai wilayah.
“Sekarang masyarakat merasa lebih memiliki karena sejak awal sudah diajak terlibat. Sosialisasi sampai ke 11 kecamatan membuat gaung Lebaran Depok terasa lebih luas,” kata Edi.

Ia menilai, langkah panitia yang menyebar sejumlah kegiatan ke beberapa titik menjadi keputusan tepat. Selain mengurangi penumpukan pengunjung, pola tersebut juga memberi kesempatan kepada warga di berbagai kecamatan untuk ikut menikmati kemeriahan acara budaya tanpa harus terpusat di satu lokasi.
Tradisi khas seperti Ngubek Empang dan Ngaduk Dodol menjadi salah satu kegiatan yang paling banyak menarik perhatian masyarakat. Menurut Edi, kegiatan tersebut bukan hanya hiburan tahunan, tetapi juga sarat nilai budaya dan kebersamaan.
“Tradisi seperti ini penting dijaga karena di dalamnya ada semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Depok tempo dulu. Anak-anak muda juga jadi bisa mengenal budaya daerahnya sendiri,” ujarnya.
Lebih jauh, Edi menilai bukan sekadar agenda hiburan, melainkan ruang edukasi budaya yang mampu memperkuat identitas masyarakat Kota Depok. Ia berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan agar generasi muda tidak melupakan akar budaya daerahnya.
Di sisi lain, dampak ekonomi dari penyelenggaraan acara juga menjadi perhatian. Kehadiran pelaku UMKM di berbagai titik kegiatan dinilai membantu menggerakkan roda ekonomi masyarakat, terutama bagi pedagang lokal dan pelaku usaha kreatif.
Berbagai produk mulai dari makanan khas, kerajinan tangan, hingga hasil karya warga terlihat ramai diminati pengunjung selama acara berlangsung.
“Yang terpenting bukan hanya ramainya acara, tetapi bagaimana kegiatan ini juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat. UMKM harus terus diberi ruang yang lebih besar,” tuturnya.
Edi pun berharap ke depan pengelolaan Lebaran Depok semakin matang dan profesional sehingga dapat berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang dikenal lebih luas, tidak hanya di Kota Depok tetapi juga di tingkat regional.













