Mengantisipasi Serangan Hacker Ke Situs Pemerintah

- Reporter

Rabu, 17 November 2021 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Bocor lagi –  bocor lagi mungkin ini yang terlintas di benak anda ketika mendengar serangkaian peretasan yang menimpa situs lembaga pemerintah. Bahkan situs milik badan siber dan sandi negara juga sempat mengalami the face mensb atau perubahan tampilan akibat ulah peretas.

Ketika dikonfirmasi juru bicara badan siber dan Sandi Negara atau BSSN, Anto Setiawan mengatakan khusus untuk kasus Devi semsen yang diserang adalah subdomain untuk mengelola malware, yang dibuka untuk secara umum.

Anto Setiawan mengungkapkan Sebenarnya BSSN telah mengeluarkan pedoman teknis untuk lembaga pemerintah. Yaitu peraturan BSSN nomor 4 tahun 2021 mengeni standar pengamanan sistem informasi instansi pemerintah, namun tingkat kepatuhan terhadap aturan ini masih kurang.

“Misalkan kalau enggak dipatuhi jadi susah, misalkan tadi kalau kita mau mengecek misalkan kita kena insiden kan kita ceknya  dari lognya gitu. Kalau mereka mematuhi kita minta lovenya lovenya gak ada, jadi seakan-akan pintu kita buka gitu ya tapi tidak sesuai akan misalnya satpam atau buku tamu. Jadi kita nggak tau siapa yang masuk siapa aja yang keluar siapa aja”. Ujar Anton Setiawan.

Menurut data BSSN jumlah serangan cyber di Indonesia melonjak tajam, sepanjang Januari hingga Agustus 2021 terdapat sekitar 800 juta serangan.sementara dalam periode yang sama pada 2020 tercatat sekitar 130 juta serangan.

“Bagaimana sih gambaran keamanan situs pemerintah Indonesia untuk mengetahuinya saya akan mencoba memanfaatkan melaluli situs security he.com.

baca juga di :

Viral….Napi Lapas Banyuasin Pesta Sabu Di Dalam Sel

Pertama saya akan memasukan website resmi dari kpai.go.id yang kemarin baru saja di hack, melalui security he.com ini kita akan mengetahui gridnya a,b atau c. Ternyata untuk kpai.go.id memiliki grade B.

Kemudian yang kedua saya akan coba website BSSN atau badan siber dan sandi negara yang kemarin baru saja di Dives oleh brazil, kita akan coba grabnya melalui sci.com. Untuk BSSN sendiri gridnya ternyata C, cukup aneh ya padahal saat ini seharusnya memiliki sistem keamanan yang cukup tinggi.

Kemudian yang ketiga atau terakhir, saya akan coba yaitu untuk website resmi kominfo.go.id melalui security he.com, apakah hasilnya ? wow… ternyata gradenya A.

Selamat untuk Pak Joni Plate, saya disini juga ingin disklamer sedikit bahwasanya scan yang dilakukan melalui security headers.com ini hanya permulaan saja atau hanya permukaan saja tidak terlalu mendalam. Kami juga situs grafis ya tapi setidaknya disini hal yang bisa dipelajari adalah  ini tool security basic yang setidaknya memberikan gambaran seberapa aman website tersebut”. ujar Fina Nabilah

Dalam hal tata kelola keamanan cyber, Alfons juga menyoroti kebiasaan di lembaga pemerintah untuk mempertimbangkan anggaran. Menggandeng pihak ketiga untuk melakukan pengamanan, selain membutuhkan dana yang besar juga  menjadi rawan saat kontrak dengan tenaga ahli dari pihak ketiga selesai. Padahal sistem keamanan cyber harus dipantau terus menerus.

Kenapa tidak memikirkan untuk menggunakan layanan cloud, jadi layanan  eservices jadi sekarang  kita bisa posting kita mau taro data yang ngurusin servernya, jadi orang  yang asli. Jadi memang dia pertahanin sorver dan kita nggak perlu beli, resolver kita cuman sewa websitenya. Berapa gitu sehingga  kita juga enggak Rusia File  word, kita cuman fokus kepada situs kita pengamanan situsnya”.Ujar Alfons Tanujaya

Dalam kasus bocornya kependudukan dari lembaga pemerintah yang menjadi korban adalah adalah masyarakat, oleh karena itu pemerintah diharapkan segera menyelesaikan aturan perundang-undangan mengenai perlindungan data pribadi.

Berita Terkait

Tasyakuran HUT ke-27, Supian Suri Sampaikan Harapan dan Program Masa Depan Depok
Kolaborasi Kunci Pembangunan Depok, Libatkan Provinsi dan Swasta
PSAD Memukau di Paripurna HUT Depok ke-27, Tampil Penuh Harmoni dan Semangat
Hadiri Rapat Paripurna DPRD dalam Rangka HUT Ke 27 Kota Depok, Walikota Depok Tegaskan Perkuat Kolaborasi Atasi Sampah dan Kemacetan
Tasyakuran HUT Depok ke 27, Walikota Depok Supian Suri Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis hingga Pengolahan Sampah Modern
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Mengikuti Festival Hari Bumi 2026 Bersama 55 Santri dan Guru
Uji Keyakinan, Kuil di India Wajibkan Pengunjung Minum Campuran Urin Sapi
Dilema Trump: Ingin Akhiri Perang Iran, Tapi Teheran Menolak Takluk

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:06 WIB

Tasyakuran HUT ke-27, Supian Suri Sampaikan Harapan dan Program Masa Depan Depok

Jumat, 24 April 2026 - 13:04 WIB

Kolaborasi Kunci Pembangunan Depok, Libatkan Provinsi dan Swasta

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

PSAD Memukau di Paripurna HUT Depok ke-27, Tampil Penuh Harmoni dan Semangat

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Hadiri Rapat Paripurna DPRD dalam Rangka HUT Ke 27 Kota Depok, Walikota Depok Tegaskan Perkuat Kolaborasi Atasi Sampah dan Kemacetan

Jumat, 24 April 2026 - 12:08 WIB

Tasyakuran HUT Depok ke 27, Walikota Depok Supian Suri Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis hingga Pengolahan Sampah Modern

Kamis, 23 April 2026 - 11:23 WIB

Uji Keyakinan, Kuil di India Wajibkan Pengunjung Minum Campuran Urin Sapi

Kamis, 23 April 2026 - 11:19 WIB

Dilema Trump: Ingin Akhiri Perang Iran, Tapi Teheran Menolak Takluk

Kamis, 23 April 2026 - 11:17 WIB

2 Wanita Joki UTBK Unsulbar Ditangkap, Modus Pakai HP Jadul dan KTP Palsu

Berita Terbaru

Berita Depok

Kolaborasi Kunci Pembangunan Depok, Libatkan Provinsi dan Swasta

Jumat, 24 Apr 2026 - 13:04 WIB