



Siarandepok – Pembangunan gedung baru tahap dua RSUD Sumbawa di eks BBU sering terpaksa ditunda. Hal ini dikarenakan anggaran senilai 21 miliar untuk pembangunan, dialihkan pada penanganan Covid-19.
Selasa, 7 April, usai mendampingi Bupati telekonferensi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Drs. H. Hasan Basri, MM., selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa mengungkapkan

Pagi tadi Bupati Sumbawa kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB saat telekonferensi, telah memberitahukan keputasan menunda pembangunan tersebut, yang anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.
‘’Rumah Sakit yang dipending, kalau Pasar Seketeng tidak, karena itu bisa langsung dimanfaatkan. Kalau rumah sakit tahun ini belum bisa dilaksanakan, bisa tahun depan, tahun depannya lagi,’’ kata Sekda.
Selain itu, tidak hanya pembangunan RSUD saja, sejumlah pembangunan jalan yang anggarannya bersumber dari APBD juga terpaksa ditunda.

‘’Kita tidak tahu berapa lama ini, yang penting kita sudah siapkan anggarannya. Itu langkah yang sudah final. Dan beberapa pembangunan fisik lainnya seperti jalan dan lainnya yang bersumber dari APBD juga dipending. Itu disiapkan anggaran, peruntukannya tergantung dinas teknis,’’ ujarnya.
Sekda menambahkan, terkait penanganan pencegahan penyebaran yang dilakukan daerah, termasuk upaya kedepannya telah dilaporkan kepada Gubernur dan Wagub dalam telekonferensi itu tersebut.













