
SIARANDEPOK.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah penanganan ini diambil setelah sejumlah siswa dan orang tua mengeluhkan kondisi kesehatan usai mengonsumsi susu kemasan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipayung Bojong Pondok Terong 4, sebagaimana diberitakan portal resmi berita.depok.go.id.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Barat untuk memeriksa kelayakan produk minuman tersebut. Petugas telah mengambil sampel susu kemasan sejak Senin (12/10) untuk selanjutnya diuji secara intensif di laboratorium BPOM Bandung.
Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Maryori, menyampaikan bahwa penanganan langsung dilakukan begitu laporan dari pihak sekolah dan wali murid diterima. “Kami sudah berkoordinasi dan menindaklanjuti laporan orang tua murid dan guru mengenai keluhan kesehatan yang dialami sejumlah penerima MBG setelah mengonsumsi susu,” ujar Devi.
Berdasarkan pendataan awal, jumlah warga yang melaporkan keluhan awalnya tercatat sebanyak 12 orang. Namun, setelah tim kesehatan melakukan penelusuran dan pemantauan lebih lanjut di lapangan, total penerima manfaat yang terdampak bertambah menjadi 20 orang.
Adapun gejala yang dialami para korban usai meminum susu kemasan tersebut dominan berupa pusing dan diare. Pihak Pemkot Depok memastikan pemantauan kesehatan terus berjalan terhadap seluruh penerima manfaat yang mengalami keluhan.
Pemeriksaan laboratorium di Bandung diharapkan dapat segera memastikan kualitas serta tingkat keamanan konsumsi produk susu MBG tersebut. “Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui kondisi dan keamanan susu yang dikonsumsi para penerima MBG ini,” pungkas Devi.














